Banner1
Home Blog Page 2

HOAX-tra adalah metode kontroling penggunaan teknologi anak-anak sebagai pencegahan tanpa melanggar privacy dan kesenangan anak.

0

Jakarta 27/02/2019 – lesehanMOE • Dalam episode “Arkangel” dari seri populer Black Mirror, seorang ibu yang over protective memutuskan untuk menanamkan chip di otak putrinya sehingga dia dapat menggunakan tablet dan aplikasi untuk memantau semua yang dilihat dan dirasakan oleh gadis kecilnya. Sistem ini, awalnya dirancang sebagai aplikasi kontrol orang tua, memungkinkan ibu tidak hanya untuk melihat apa yang dilihat anaknya, tetapi juga memonitor emosi dan suasana hatinya, dan bahkan “memfilter” gambar yang dapat membahayakan dirinya, sehingga gadis itu melihatnya sebagai pixelated.

Tentang kegunaan aplikasi kontrol orang tua

Apakah Kita harus sampai perlu terlalu jauh untuk menanamkan chip, seperti yang terjadi dalam serial diatas ?

Karena untuk menganalisis sejauh mana kegiatan ini dapat dianggap pemantauan dan pada titik mana mereka berubah menjadi invasi privasi anak adalah sebuah inovasi dan kreativitas yang justru sudah harus dibangun saat kita memahami Era Now tak sama dengan era DJADOEL, karena teknologi tak bisa dibendung dan hadir setiap saat tanpa kita minta, karena sebaliknya inovasi dan kreativitas yang terus dipacu akan memasuki era HOAX dimana HOAX adalah bagian dari konten upaya dalam mengukur viralitas bukan semata vitalitas dari seseorang atau sebuah komunitas.

Saat ini, sudah banyak adanya aplikasi untuk memantau geolokasi, aplikasi untuk mengontrol konten yang dapat dilihat anak-anak di internet dan di TV, aplikasi yang memberikan akses ke mikrofon sehingga orang tua dapat mendengarkan suara yang terjadi di mana mereka berada, dan bahkan aplikasi yang merekam semua yang terjadi di layar melalui pengambilan video, tanpa harus menanamkan teknologi itu sendiri kedalam tubuh anak atau kita sendiri, karena sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Pencipta telah memberikan teknologi yang paling sempurna dan DIA Maha Tahu akan hasil karyanya sampai destinasi yang akan dituju dan dicapai oleh manusia sebagai mahluk ciptaanNYA yang paling sempurna.

Menilik alat ini yang mungkin tampak seperti solusi hebat untuk semua masalah yang mungkin dimiliki induk dari digital asli, satu hal yang pasti, tidak semua aplikasi kontrol orangtua bekerja sama, atau memiliki fitur yang sama. Inilah sebabnya mengapa penting untuk menganalisisnya dan memilih yang paling sesuai dengan nilai-nilai Keluarga serta Budaya sesuai dimana kita di takdirkan ( di Lahirkan – Takdir Illahi ) . . It’s INDONESIAku ! It’s NKRI ! It’s Nationwide !

Karena banyak alat yang pada pandangan pertama tampak sangat berguna bagi orang tua atau kita sebagai pengguna atau penggemar atau bahkan sekedar Visioner karena sebuah kebutuhan dan keinginan, yang pada akhirnya dapat menjadi invasif untuk Anak Negeri, dan ini akhirnya memicu reaksi yang berbeda dengan apa yang diharapkan orang tua dan kita semua sebagai seorang yang ingin menjadikan destinasi terbaik untuk anak Negeri tak semata anak kita sendiri.

Alih-alih karena semata merasa sudah terlindungi dan terkendali, anak mungkin merasa terjebak dan mulai mencari cara untuk melarikan diri dari kontrol ini dan membawa keinginan untuk mengakses dan mencari komunitas yang memiliki situasi yang sama . .

HOAX-tra sesungguhnya terletak kuncinya bukan tentang kontrol mana yang yang kita pilih, tetapi lebih pada percakapan ( KOMUNIKASI ) di sekitarnya, dan dalam menemani anak di dunia digital, sama seperti yang kita lakukan di dunia fisik. Karena semua HOAX adalah dibuat bukan lahir sendiri dan inilah yang perlu dikomunikasikan bukan dikomentari secara ‘Absurd’, sehingga sesuatu yang tidak jelas semakin luas ketidakjelasannya . . .
Tak semata “kabur” ( tak jelas ) tapi pada akhirnya “Bacuuut !” ( Istilah “Kabur – Lari / melarikan diri” anak-anak era now ) atau “Cabuut !” – era Tempoe Doeloe ( DJADOEL ) . . .

HOAX-tra adalah tentang mengajar mereka ( Saat ini tak semata Anak-anak namun juga sudah ada ABG (Angkatan Babe Gue yang juga dapat disebut kembali ke Anak-anak) karena GAPTEK yakni dengan melalui DIALOG ( atau era saat ini DIA LOE GUE (?) ) dan dengan dukungan alat-alat digital, apa bahaya dan risiko dari internet atau perangkat serta aplikasi yang terintegrasi di dalamnya.

Apa tanggung jawab mereka, apa yang harus dan tidak seharusnya mereka lakukan, dan bagaimana mereka dapat melindungi diri mereka sendiri, saatnya kita memaknai hakekat dari HOAX-TRA, karena saat ini terus berlomba antara PENCIPTAAN KARYA DIGITAL dengan PEMAHAMAN KARYA DIGITAL itu sendiri

Sehingga sebuah dilema diberangkatkan oleh kita sendiri dan kira-kira sudah harus bisa menjawab dimana destinasi yang akan kita capai . . .

Era digital adalah era dimana Era keterbukaan tanpa batas, dan tanpa kita sadari Nutrisi sebagai asupan kitapun memasuki era fenomenal dengan banyaknya penawaran yang
Nutrisi yang menjadikan banyak kekhawatiran akan dunia era digitalisasi saat ini.

Integritas Orang Tua & Anak-anak ( Young Orienting ) seputar apa yang dipikirkan anak-anak tentang keamanan online bersama – OW! YOI!

Hasil pantauan seputar teknologi yang diberikan kepada anak-anak dengan metode KOEAS, seputar apa yang mereka pikirkan tentang keamanan online? Apakah mereka melihatnya sebagai topik penting dan sama dengan orientasi yang dimiliki orang tua ?

Apa yang paling mereka takuti dari internet di era globalisasi serta transformasi saat ini ?

Pada saat ini fenomena yang timbul adalah banyak yang mengalami situasi yang tidak nyaman di dunia internet, namun belum dapat disampaikan secara komunikatif, dan sebenarnya yang paling utama mereka takuti dari internet / di era globalisasi dan transformasi era now adalah kekhawatiran seseorang mencuri kata sandi dan berpura-pura sebagai mereka, orang menemukan informasi pribadi tentang mereka, atau orang yang mengirim foto mereka ke kontak mereka ( dengan orientasi sesuai kepentingan si pengirim ).

Namun sebaliknya sesungguhnya yang menjadi fenomena dan mungkin menarik bagi orang tua / generasi yang lebih tua , sesungguhnya banyak generasi muda yang siap untuk berbicara dengan mereka / generasi orang tua tentang merawat dan situasi yang dapat muncul di internet serta kekhwatiran yang timbul diatas, dan inilah yang menjadi konten KOEAS, untuk menjadikan kegiatan Originally Woman ! Young & Older Integrity !
OW ! YOI! adalah sebuah aktifitas yang sangat ditunggu tunggu di era kekinian.

Saatnya Komunikasi secara terbuka dan siap untuk REBOOT semata mengurangi fenomena RIBUT yang terus berputar di sekitar era digital dalam membangun Digital Indonesia melalui Preventif Parenting Digital . .

• E4SEC is not just E4Secretary “coz E4Security through by QVAassessor being REBOOT

@maglemoe
©aiPIE2019
.

Antara Attitude dan Commuter Line

0

Naik kereta api tut tut tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama

Anda tentunya masih ingat lagu anak-anak “Naik Kereta Api” karya Ibu Sud yang terkenal , hampir setiap anak-anak hafal lagu tsb.

Bagaimana realitanya perkembangan alat transportasi kereta api di Indonesia , yang saat ini lebih sering disebut dengan Commuter Line ( KRL ) untuk lintas Jabodetabek dan untuk lintas antar kota tetap dengan sebutan Kereta Api, mari kita simak sedikit tentang perkembangan Industri Kereta Api di Indonesia.

Bicara tentang transportasi publik, kereta api adalah salah satu yang paling memiliki nilai sejarah berhubungan dengan Indonesia. Keberadaan kereta api di Tanah Air sudah ada jauh sebelum kemerdekaan. Dalam catatan sejarah, kereta api telah membantu mobilitas masyarakat bahkan sejak era kolonial, tepatnya pada masa Tanam Paksa.

Sejarah kereta api yang telah banyak memajukan kehidupan masyarakat di Tanah Air. Oleh karena itu, kini sempatkan waktu untuk menilik perkembangan kereta api Indonesia dari masa lampau hingga masa sekarang.

1. Tahun 1867, operasional perdana kereta api di Indonesia

Berdasarkan catatan sejarah, kereta api Indonesia pertama kali beroperasi untuk umum pada Sabtu, 10 Agustus 1867. Perjalanan perdana ini menghubungkan Desa Kemijen di Semarang Timur dengan Desa Tanggungharjo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui relasi Stasiun Samarang – Stasiun Tanggung.
Panjang lintasan saat itu mencapai 27 kilometer. Pada operasi perdana, kereta api ini singgah di Stasiun Alas Tua dan Stasiun Brumbung sebelum akhirnya berhenti di tujuan akhirnya. Pengoperasian kereta api perdana ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan militer dan mobilitas hasil bumi Belanda di Kota Semarang pada masa itu.

2. Jawa punya jalur transportasi terlengkap pada masa kolonial Belanda

Pulau Jawa merupakan kawasan Nusantara yang dapat dikatakan “paling dijajah” dibanding pulau lainnya. Selama masa penjajahan, pemerintah kolonial rajin membuka jalur kereta api di sepanjang Pulau Jawa untuk memudahkan mobilisasi hasil bumi dan keperluan militer.

Hal tersebut menjadikan Pulau Jawa punya jalur transportasi paling lengkap pada masanya. Kota-kota di Jawa terhitung sudah terhubung melalui jalur kereta api, bahkan jauh sebelum proklamasi diresmikan. Sementara itu, di masa yang sama pembukaan jalur kereta untuk Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, dan sekitarnya barulah sebatas rencana.

3. Tahun 1925, kereta listrik pertama di Tanah Air beroperasi

Teknologi kereta api listrik masuk di Indonesia pertama kalinya pada tahun 1925. Kereta api tersebut menggunakan lokomotif listrik seperti ESS 3201 dan beroperasi pertama kali di kawasan Jabodetabek. Elektrifikasi jaringan rel keretanya sendiri telah dibangun pada tahun 1923 oleh perusahaan Electrische Staats Spoorwegen (ESS) yang merupakan bagian perusahaan kereta api Batavia khusus mengelola sarana, prasarana, dan operasional kereta listrik.

Awal mulanya, kereta listrik pertama memiliki julukan “si Bon-Bon” atau “Djokotop”. Sepanjang tahun 1926 hingga tahun 1970-an, si Bon-Bon melayani relasi Tanjung Priok – Jatinegara (dulunya bernama Meester Cornelis) dan berlanjut melayani relasi Depok – Bogor (dulunya bernama Buitenzorg). Menariknya, pengoperasian kereta listrik di Jakarta pada saat itu menjadi salah satu tonggak bermulanya sistem transportasi massal modern di Asia.

4. Tahun 1953, dieselisasi meramaikan industri kereta api Indonesia

Perkembangan teknologi kereta api di Tanah Air selanjutnya tercatat di tahun 1953. Pada masa itu, terjadi dieselisasi di mana lokomotif uap beralih menjadi lokomotif diesel. Peralihan tersebut ditandai dengan datangnya lokomotif CC200 ke Indonesia dari Amerika Serikat.

Lokomotif produksi General Electric tahun 1953 ini menjadi kereta diesel elektrik dengan kabin ganda pertama di Tanah Air. Kereta ini juga berjasa mengangkut rombongan peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang terlaksana di Kota Bandung. Saat ini, lokomotif bersejarah tersebut menjadi salah satu koleksi unggulan Museum Kereta Api Ambarawa di Semarang.

5.Industri kereta api Tanah Air semakin berkembang di usia 1,5 abad

Saat ini, industri perkeretaapian Tanah Air sudah memasuki usia 150 tahun. Di usia sepuh tersebut, eksistensi kereta api kita malah semakin berkembang. Hal tersebut terlihat dari gencarnya pembukaan jalur baru di berbagai pulau di Tanah Air dan proyek peningkatan infrastruktur.

Setelah kita menyimak sejarah perkeretaapian di Indonesia , seharusnya kita juga berbangga dan patut bersyukur atas peningkatan yang terjadi. Di era inilah fungsi pemeliharaan , perawatan sangat penting peranannya. Karena secanggih-canggihnya peralatan yang tersedia jika tidak dibarengi dengan perawatan yang intensif serta pemeliharaan kualitas maka peralatan tsb akan mudah cepat rusak.

Tugas pemeliharaan dan perawatan ini sudah pasti dilakukan oleh pihak penyedia alat transportasi dan juga kepedulian daripada pengguna jasa transportasi ini agar tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya, sehingga pada saat penggunaannya terasa senang karena bersih , rapi dan nyaman.

Selain itu juga harus ada kerjasama yang baik diantara sesama penumpang kereta api khususnya Commuter Line, dimana jumlah penumpang sangat membludak terutama di jam-jam berangkat dan pulang kantor sehingga penuh sesak dan berhimpitan sehingga sangat tidak nyaman bagi penumpang terutama para wanita. Kiranya harus dibuat aturan lagi untuk tertib di dalam kereta api tsb sehingga tidak terjadi kepadatan penumpang dan ini menjadi perhatian daripada industri kereta api dalam mengatur jadwal-jadwal keberangkatan dan juga dari banyaknya penumpang.

Meski sudah diberikan warning tulisan untuk menjadi aware bagi para penumpang khususnya bagi para penumpang Pria yang seringkali banyak kita dapati tidak mau memberikan duduk kepada penumpang Wanita. Kiranya tugas daripada Polisi Kereta Api dapat diterapkan dalam hal ini untuk menertibkan penumpang. Dan kembali kepada hal attitude daripada person itu sendiri yang tidak mau memberikan duduk kepada pihak yang lebih membutuhkannya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjadi masukan untuk pihak Commuter Line, PT.KAI dan juga bagi para Pria yang kurang wise terhadap lingkungan sekitarnya, terutama ketika di dalam Commuter Line hendaknya memberikan duduk prioritas kepada yang lebih membutuhkan , termasuk kepada Lansia, Wanita dan Anak-anak.

Mari bersama menjadi pribadi yang lebih baik dan menyenangkan orang lain dengan perilaku atau attitude yang prima. Ciptakan suasana nyaman dan damai.

Source : AKLI , Dok.KAI, berbagai sumber.
@maglemoe being QVAassesor
.

AYO ( Attitude through Young Orienting )

0

Jakarta 23/02/2018 – AYO ( Attitude through Young Orienting ) menjadikan Sinerji dan Enerji terintegrasi melalui Keluarga & Budaya dalam membangun Originalitas dan Ordinari Generasi Z sebagai implementasi konten Go Young Ukm4gallery ( GoYOUNGukm ) sebagai salah satu implementasi dari RoadMap ( Indonesiaku DIGITAL Nationwide ).

Fenomena peningkatan jumlah penduduk usia muda ( Young Generation – Zgeneration ) sebagai usia produktif ( Bonus Demografi) yang secara signifikan dapat dikatakan sebagai BIOgeneration tak semata BIOsystem atau BIOenergy, karena sesungguhnya selama ini sudah sepatutnya jika kita berharap generasi muda saatnya memberikan kontribusi lebih bagi perekonomian domestik melalui khusus nya Digital Education Environment & Empowerment through Energizing.

Dengan membandingkan dibeberapa negara tetangga Indonesia, selama ini bonus demografi ( Pertumbuhan Ekonomi Generasi Muda ), interaktif Intermoda transportasi dalam hal Hub digital dalam artian Intelegency transformer belum bisa dimanfaatkan dengan optimal.

Dalam event kick off meeting sensus penduduk 2020 beberapa waktu lalu, adanya data terkait bonus demografi yang selama ini belum bisa teroptimalkan dengan baik. Hal tersebut, tercermin dari masih adanya pengangguran di usia muda atau sebaliknya adanya Wrong Placement – Easter Placement ( Telah bekerja namun tidak sesuai dan tidak optimal – stugnant ).

Masih banyak pengangguran usia muda, terutama di pedesaan, sehingga perlu adanya DESA Windows Streaming dalam hal Desa / Kampoeng yang interaktif. Ini adalah bagian dari QVA ( Quorum Value Attitude ) di era milenium yang menjadi tantangan ( Opportunity Orienting ) kita, sehingga tidak akan menjadi Doubt dalam hal pemahaman Imvolment Emphaty dalam hal pengelolaan bonus demografi yang dikhawatirkan justru berubah menjadi blunder karena tidak tersedianya Link & Macth antara Attitude dan Accessesor dalam membangun Character Attitude Integrity through Personality by Imvolment Emphaty diantara Older & Young Community.

Sesuai data Kementerian PPN/BAPPENAS memperkirakan, puncak bonus demografi pertama akan terjadi pada 2034. Pada periode tersebut, bonus demografi diharapkan bisa memberikan kontribusi sebesar 0,22% poin terhadap pertumbuhan ekonomi nasional khususnya melalui kegiatan Industri Kreatif serta Integritas antar DESA & Kampoeng Indonesiaku !

Tidaklah mudah Tanpa adanya dukungan data seismic yang dimulai dengan keakurasian data dalam hal sensus penduduk yang berjalan, karenanya pemerintah memerlukan rumusan dan kebijakan dalam hal Digital Nationwide Integrator untuk mengatasi hal tersebut. Apalagi, ada beberapa catatan yang harus dilakukan, agar bonus demografi terus berlanjut.

Saatnya sumber daya manusia sudah mulai memahami hakekat dari Qualty Attitude through Integrity by Personality Integrator Energizing, agar lebih produktif dan berdaya saing. Apalagi saat ini era ekonomi menuju revolusi industri 4.0 yang berbicara otomatisasi, digitalisasi yang berpengaruh signifikan terhadap pengurangan tenaga kerja.

Pergeseran Trend Ekonomi Digital dan Berbasis Platform Based adalah peluang yang dapat menjadi kenistaan dan menjadikan Indonesia digital nation tak semata dalam hal produktivitas namun juga utamanya adalah Nationwide Destination Orienting !

Realita yang kita hadapi saat ini, dapat disaksikan mulai banyaknya datang wirausaha baru yang menggagas cara- cara dan platform baru. Dari peradaban industri ke peradaban digital, dari perusahaan menjadi platform.

Gejala- gejala perubahan besar tersebut sudah mulai nampak. Jika kita coba menilik salah satu contohnya pada perubahan industri atau bisnis transportasi, dimana perkembangan transportasi umum berbasis aplikasi atau online dapat membawa dampak yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia, namun perlu kita uraikan secara seksama tehadap Quality Attitude yang terbangun pada setiap Personality Integrator yang ada.

Karena pertumbuhan ekonomi bisa ditopang oleh sektor yang kini semakin berkembang dalam penyerapan tenaga kerja, dalam asumsi sekitar 43 persen dari mitra pengemudi jasa transportasi online yang disurvei oleh salah satu perusahaan surveyor, dimana sebelumnya tidak punya pekerjaan. Dan ini menjadikan konten dalam Integritas Quality Attitude pada serupa Personality nya.

Tidak sedikit dari para pimpinan pengusaha konvensional tersebut yang tetap masih mencari argumentasi tandingan sehingga seakan- akan kemunduran usahanya bukan diakibatkan oleh kelalaiannya merespon dengan aktif dan cepat perubahan era yang terjadi.

Jika kita mengambil salah satu contoh lain perusahaan digital yang sudah berorientasi platform ( Taksi Online ), diimana dengan isu Big Data, mereka dapat memetakan perilaku konsumen terhadap jasa transportasi hingga delivery produk- produk yang ditawarkan secara online. Secara perlahan namun pasti mereka mulai memindahkan mindset perusahaan selama ini yang terfokus pada product-based menjadi platform-based.

Dominasi Generasi Millennial Dalam Bisnis Ekonomi Kreatif dan inilah yang saat ini menjadikan dunia internet tidak hanya mengubah gaya hidup, tapi juga peradaban dan generasi. Melalui teknologi digital, generasi millennial tumbuh kreatif, berinovasi, dan membentuk ekonomi Indonesia dan saatnya. Attitude through Young Orienting perlu menjadi pengawalan secara tepat dan memiliki konten yang lebih tepat dalam tercapainya Originally & Ordinary Destination.

Bisnis ekonomi kreatif sedang menjadi trend khususnya untuk anak muda, karena jenis usaha kali ini mengedepankan inovasi maupun pembaruan terhadap bisnis yang sama sebelumnya. Untuk itu banyak anak muda khususnya generasi milenial yang tertarik menggeluti industri kreatif.

Dalam laporan Badan Ekonomi Kreatif tahun 2017 tercatat, saat ini kaum millenial atau yang akrab disebut dengan era now, semakin ulet dalam mengembangkan dunia usaha khususnya industri kreatif seperti, kriya, kuliner, maupun fashion dimana yang kita sebut sebagai FAQ ( Fashion Agrobisnis & Quliner ) sehingga E-LIFESTYLE • QULINARYstyle saatnya sudah sangat perlu di integrasikan dengan HEALTHY Style khusus melalui Mentoring terkait Mentalitas dan Attitude melalui bidang Pemberdayaan dan Pengembangan SDM ( Salah satunya bidang Edukasi dan Psikologi ) sejak dini, karena dampak dari era now sangatlah terasa menjadi bagian yang saat ini menjadi fenomena dalam hal VICTIM Cause

Saat ini generasi milenial mendominasi bisnis kreatif di Indonesia, dengan rata-rata 80% dari 1,6 juta industri kreatif yang ada, karena para pelaku ekonomi kreatif rata – rata dalam usia 20 sampai 40 tahun dengan berbagai macam bidang usaha yang mereka geluti.

Pada tahun 2017 saja ekonomi kreatif menyumbangkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebanyak 9% cukup banyak, mengingat bisnis ini merupakan industri baru yang dikemas dengan baik melalui tangan generasi milenial. Sedangkan 70% pangsa pasar industri kreatif ada di kriya, fashion, kuliner sebab ketiga sektor tersebut mempunyai pangsa pasar yang besar khususnya anak muda sebagai bidikan utama para pelaku ekonomi kreatif. Selain itu untuk sektor prioritas yang mempunyai mutliplayer effect cukup besar yakni dari Musik, Film, Aplikasi dan Game.

Pada konten Aplikasi dan Game inilah memiliki celah yang sekiranya perlu pendampingan dalam hal Preventif Parenting Digital sejak dini serta menjadikan Assessment dan Mentoring sudah perlu diikutsertakan.

Seperti kita ketahui, hingga awal tahun 2018 industri musik dan film sangat maju, karena industri tersebut dapat meraup keuntungan sangat besar terlebih jika lagu ataupun film disukai masyarakat sehingga penjualannya laku keras dipasaran.

Mulai 2018 hingga 2019 sebagai tahun politik, berdasarkan data yang dipublish BEKRAF dapat di estimasi bahwa ekonomi kreatif akan tumbuh 5% karena gegap gempita masyarakat Indonesia yang akan memilih pemimpin baru, dan beberapa industri kreatif seperti advertising serta kriya yang diperkirakan meningkat drastis. Sudah seharusnya para pelaku industri kreatif untuk lebih jeli melihat peluang yang ada, diharapkan tahun politik bisa menjadi momentum bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin.

Beberapa upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha dan tenaga kerja khususnya sektor ekonomi kreatif adalah dengan melakukan pelaksanaan gerakan hidup sehat, selain memperkuat pelatihan dan pendidikan vokasi juga diperkuat dengan adanya QVAassessor.

Selain juga adanya upaya yang terus mendorong investasi di bidang pengembangan produk tabungan, deposit, saham, dan investasi jangka panjang lainnya, peningkatan efisiensi dan kemudahan investasi, pengembangan instrument pembiayaan pembangunan, dan sistem pensiun yang berkesinambungan yang semua ini tidak semata hanya memudahkan namun juga perlu dicermati dampak sosial nya.

Karena jika pemerintah mentargetkan pada tahun 2045 manusia Indonesia unggul, berbudaya, serta menguasai pengetahuan dan teknologi saatnya secara parsial adanya Mentoring dan Assessor pada SDM generasi millennial yang berdaya saing global.

Sebagai digitalized economy country, Indonesia memiliki inclusive growth yang baik. Indonesia dinilai dunia memiliki banyak program dan kebijakan yang baik, yang dapat dijadikan showcase untuk menginisiasi negara-negara di dunia, terutama dengan tersebarnya di 80ribu Desa atau Kampoeng – inilah saatnya GoYOUNGukm melalui Ukm4gallery dan pemahaman hakekat OW! YOI! saatnya AYO memahami hakekat QVAassessor melalui salah satunya media hub yang interaktif yakni Mag LE’MOE !

• @maglemoe through DJADOEL.com by BICOOLE.com
©aiPIE2019

Membangun Karakter Bangsa di Era Milenial ( Character through Integrity Empowerment by Personality Imvolment Energizing )

0

JAKARTA 23/02/2019 ▪ PusatLiputan.com – Arus Digital yang lebih akrab dikenal Era Now ( Milenia ) sungguh menjadi era fenomenal dan banyak hal yang dapat “menarik” yang mengalir dan tanpa dapat ditolak terus memasuki segala aspek dalam kehidupan masyarakat dewasa ini.

Budaya Milenia menjadikan gaya hidup ( E-Life style) yang merupakan dampak paling kentara akibat fenomena yang tanpa disadari menjadi keseharian ( Ordinary ) walaupun belum tentu Original . Globalisasi sendiri diartikan sebagai proses mendunianya seluruh kehidupan sosial, ekonomi, politik hingga budaya antara satu negara dengan negara lainnya hingga seluruh dunia dinyatakan tidak memiliki ‘batas’ alias borderless. Dan inilah yang menjadikan era tanpa batas menjadikan era milenia menjadi era fenomenal.

Berbagai konten yang masuk dengan bebas tanpa dapat dicegah, integrasi dengan berbagai aspek & permasalahan tiap negara dengan mudahnya terserap baik diminta atau dengan mudahnya melalui fasilitas notifications yang masuk melalui internet, media sosial, maupun aplikasi berbasis internet lainnya dalam satu perangkat yang disebut gadget ( termasuk aneka Games termasuk di dalamnya ).

Saat ini menjadi konsumsi dikalangan generasi muda Indonesiaku sehingga dapat juga disebut sebagai generasi gadget atau yang sering dikenal seperti yang sudah disebut diawal artikel ini yakni sebagai generasi milenial atau Era Now !

Bagaimana menyikapi derasnya arus teknologi yang semakin pesat berkembang dan akhirnya menggilas waktu kita untuk menggeluti hal ini, siap tidak siapnya kita dalam menerima arus gadget mania ini harus tetap dibuat batasan-batasannya pada diri kita masing-masing , agar tidak tergilas derasnya arus informasi via gadget. Bijaklah kepada diri kita sendiri untuk memilah derasnya arus informasi dari gadget yang kita miliki. Ingat saat ini… the world is in your hand.

Secara meluas kalangan remaja Indonesia telah mengenal dan menggunakan akses internet dalam keseharian mereka yang sudah menjadi gaya hidup ( E-Lifestyle ). Dan yang menjadi fenomenalnya adalah pada kenyataannya kebanyakan dari mereka belum mampu untuk memilah antara aktivitas internet yang bersifat positif dan negatif, serta cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial mereka dalam penggunaannya.

Inilah yang saat ini sudah menjadi kekhawatiran serta sudah masuk pada tahapan keluhan masyarakat akhir- akhir ini, hingga telah memasuki Fenomena Mental Cause tak semata Generasi muda bangsa juga para pendahulu yang seharusnya menjadi komunitas yang terintegrasi baik secara Sinerji atapun Enerji yang persuasif supportif dalam menunjang kemajuan bangsa, namun saat ini justru muncul berbagai perilaku kesehariannya yang mengesampingkan etika dan moral. Waktu demi waktu terus berlalu, namun dampak yang ditimbulkan arus globalisasi kian marak dalam budaya anak muda saat ini.

OW! YOI! ( OW – Originally Woman through Young & Older Integrity ) saatnya kita yang sebagian besar masyarakat khususnya wanita sebagai komunitas terbesar selain anak muda yang di era milenia ( era now ) telah terpengaruh oleh budaya barat yang dijadikan sebagai ‘kiblat’ setiap perilaku mereka, sehingga hilanglah sudah identitas dan jati diri mereka sebagai Bangsa Indonesia, yang memiliki konsep Keluarga & Budaya yang tentunya memiliki perbedaan semata INDONESIAku adalah Negeri Young Kaaffah semata Ridho Illahi ( Hakekat NKRI ) sangatlah perlu berkaca dari permasalahan yang terjadi, maka AYO ! sudah saatnya kita bersegera melakukan upaya-upaya yang dapat membangun karakter bangsa khususnya dalam hal budaya di Era Milenial ini ( Character through Integrity Empowerment by Personality Imvolment Energizing ).

Melalui konten 4E ( Education, Environment, Empowerment & Energizing ), adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan – melalui proses pendidikan ( Reference through by : Pola & Model yang diterapkan di sekolah-sekolah. Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa, “pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak )” – Dengan dikemas melalui 4E diatas diimplementasikan dengan Model & Modul KOEAS ( Kolaborasi teknOlogi Edukasi budayA melalui SENI (ART) ) adalah bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup Anak Negeri INDONESIAku !

Karenanya yang perlu ditingkatkan adalah pemahaman tentang Nation Character ( Karakter Bangsa ) termasuk didalamnya adalah tentang Budaya & Keluarga. Karena pembentukan karakter seseorang juga terpengaruh dari budaya keluarga dan lingkungan sosialnya.

AYO! Kita bersama membangun QVA dalam menilai dan mengimplementasikan pesan yang didapatkan dalam pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peranan yang besar dalam membangun karakter bangsa Indonesia, dan dengan percepatan yang terjadi di era milenia saat ini perlu sudah waktunya penambahan sinerji & enerji edukasi dengan pemahaman Lingkungan, Pengembangan SDM serta mengimbangi Percepatan.

Dan yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah apakah proses pendidikan di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya pembangunan karakter bangsa? Sehingga terkesan tergolong Djadoel ? AYO saatnya INDONESIAku ZILAU tak semata sebatas menjadi Pusat Liputan melalui UKM4Gallery & DESA.ws

Sehingga terkesan sampai saat ini pendidikan di Indonesia merupakan pendidikan yang masih berorientasi pada penyampaian teori daripada penerapannya dalam kehidupan. Sehingga tidak ada keseimbangan antara IPTEK dengan akhlak atau perilaku generasi muda, saatnya kita memahami hakekat QVAassesor sebagai pendampingan baik dari sisi Edukator, Siswa termasuk Keluarga dan Budaya.

Seiring berjalannya waktu, dimana generasi muda sudah saatnya siap bersama dengan generasi “Djadoel” yang saat ini justru lebih mudah terpengaruh oleh arus globalisasi yang melunturkan perilaku-perilaku kebangsaan mereka ( Tak sebatas Generasi Mudanya juga di lingkup Generasi ‘Djadoel’, padahal ilmu yang diberikan baik di sekolah maupun di kampus tergolong semakin berat dan mulai bersaing dengan ilmu yang berada di luar sana. Keseimbangan diantara berbagai pihak ( OW! YOI! ) saling Bersinerji & Berbagi Enerji yang mana keduanya ( Aspek Teknologi & Budaya ) dapat diserap dan diperoleh generasi muda yang didukung bersama generasi-pendahulunya untuk tercapainya kecerdasan serta bermartabat ( Attitude ) yang siap memajukan bangsa dengan model Emphatically.

Dengan menyimak elemen pokok dalam pendidikan yaitu aspek-aspek affective, cognitive, dan psychomotoric saatnya PHISYCHOMOTORIC melalui Phisycolog Endorsement untuk mengimbangi dan mengatasi kesenjangan Mental Cause yang muncul akibat belum siapnya para generasi muda bahkan lingkungan terdekatnya ( Keluarga serta Komunitas sekitarnya )

Disaat inilah semakin pentingnya peran ilmu psikologi / kejiwaan dalam menghadapi semua permasalahan yang timbul akibat daripada efek gadget mania. Karena sangat dashyatnya efek mental seseorang pasca aktifnya orang tsb di dumay ( dunia maya ) atau seringnya orang tsb berselancar di internet, tetap membawa dampak psikologis kepada orang ybs dan lingkungannya.

Ingat jangan anggap hal sepele bahwa semakin pesatnya kemajuan iptek harus diselaraskan dengan peran ilmu psikologi dan agama agar dapat mengantisipasi side effect gadget mania.

Aspek kognitif yang diharapkan dalam program QVAassesor sekaligus juga mulai dengan akan menghadirkannya kembali Media yang berorientasi E4Secretary ( Aktivitas Secretary dengan konten 4E – bagian dari BookKOEAS – dari Modul KOEAS ) diharapkan dapat menghasilkan kemampuan peserta QVAassesor kelak untuk menyampaikan kembali materi atau ilmu pengetahuan yang didapatkannya melalui konten yang diberikan serta tak semata menyerap namun juga memahami untuk mengelola dan mengembangkannya dan selanjutnya dalam tahapan-tahapan Penerapan, Analisis, mensintesis, dan Evaluasi hasil Mentoring yang didapat / dikelola bersama.

Tentunya aspek afektif ( affective ) dikaitkan dengan bagaimana sikap dan cara peserta QVAassesor dapat menilai dalam menerima konten yang ada sebagai MediaHUB, dan sudah dibarengi aspek psikomotorik dengan adanya keikutsertaan aspek psikologi sebagai kompetensi dalam menerapkan konten-konten yang terdapat dalam QVAassesor modul dan model dalam MediaHUB yang ada yang kelak menjadikan MAG LE’MOE sebagai afektif Brain Awareness HUB content.

MAG LE’MOE adalah Magazine LESEHAN MOE, yaitu LESEHAN ( LEmbar SEHat Anak Negeri, Lembar Edukasi Seputar Energi Hijau Anak Negeri ) & MOE ( Management of Emphaty ) yang menginspirasi dan mengajak bangkitnya kepedulian terhadap keberlangsungan eksistensi Anak Negeri Indonesia ( Masyarakat Bangsa Indonesia ).

Dalam memberikan pemahaman mulai dari Keluarga dan Budaya adalah bagian utama dalam pembentukan karakter bangsa dan harus terus dikembangkan nilai-nilai yang pada intinya sudah pada tahapan memahami BUDAYA MALU pada diri komunitas QVAassesor melalui pembelajaran pada Mata, Hati, Telinga, Otak dan Fisik dimana kali ini sudah diharapkan akan pemahaman TEKNOLOGI adalah Teknik Olah Otak dan Logika dengan Model dan Modul KOEAS.

Keterkaitan dalam hal ini, konten LAYANG GURU sebagai bagian dari Model dan Modul Guru maupun komunitas Pendidik lainnya merupakan interaksi konten dan media HUB yang sesungguhnya adalah berfungsi /berkedudukan sebagai fasilitator yang memiliki peran untuk membimbing komunitas QVAassesor hingga mampu secara aktif mengembangkan potensi dirinya, serta mengembangkan proses untuk berbagi pengetahuan dengan sekitar sehingga ilmu yang diserap dapat diterapkan pada orang lain dan lingkungan sekitar.

Lebih pentingnya lagi apabila dalam penerapannya juga dilakukan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian dalam bergaul di lingkungan masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan bermartabat sehingga hakekat Edukasi, Lingkungan, Pemberdayaan dan Percepatan ( 4E : Education Environment Empowerment Energizing ) ini berjalan saling bersinerji dan juga memberikan Enerji dalam bentuk Character Attitude Imvolvement through Personality Integrity by Emphaty ( CAIpie ).

Filosofi CAIpie ( baca CAI pie = CAI pay , CAI piye ) adalah CAI dalam arti bahasa Sunda yaitu AIR, sedangkan pie ( dibaca piye , arti dalam bahasa Jawa = bagaimana ? ), sehingga yang dimaksudkan adalah AIR nya bagaimana ? Bagaimana jalannya AIR ? Adalah gambaran Bagaimana Hidup kita ini ? Bagaimana mengelola hidup di dunia dan di akhirat nanti ?

Banyak orang berkata biarkan seperti air mengalir, let it flow … justru seharusnya kitalah yang mengatur dan mengelola bagaimana arus air itu sebaiknya mengalir dengan baik dan benar.

Hakekat pada dasarnya pendidikan yang juga dimulai dari Keluarga, dalam memahami hakekat budaya sebagai Nationwide Character ( Karakter Kebangsaan ) sebaik-baiknya dapat dimaknai sebagai konten yang mengembangkan nilai – nilai budaya dan karakter bangsa pada diri QVAassesor itu sendiri sebagai warga negara yang religius, nasionalis, dan kreatif sehingga dapat mewujudkan kemajuan dan keunggulan bangsa di masa mendatang dengan dimulainya adanya Integritas antara generasi DJADOEL dengan YOUNG generation secara Awareness yang di bangun dengan Attitude through Young Orientation sehingga akan terus tumbuh kembang AYO !

Dimana Funding Father telah memberikan pernyataan bahwa bangsa Indonesia merupakan kesatuan seluruh wilayah dan hati Bangsa Indonesia serta kepercayaan diri bangsa Indonesia yang tinggi sehingga mampu menjadi bangsa yang patut dibanggakan.

Berkaca dari pendapat yang telah dikemukaan oleh beliau, maka solusi yang paling tepat dalam membangun karakter bangsa di era millenial saat ini adalah dengan membangun dan menata kembali ( REVITALITATION ) karakter dan watak bangsa Indonesia sendiri dengan terus melakukan pengembangan diri untuk menerapkan pendidikannya di masyarakat dan selalu didampingi dengan kegiatan REINVENTARISASI secara system . . .

Disinilah diharapkan Kreativitas dan Inovasi yang Original dan Ordinary yang terkait dengan lingkungan untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan karakter bangsa yang religius, nasionalis dan kreatif sehingga saat ini menjadi Trend sebagai INDUSTRI KREATIF !

AYO ! OW ! YOI ! saatnya kita bangun sinerji dalam pemahaman yang termasuk di dalamnya pada 80ribu-an DESA / KAMPOENG, yang tentunya memiliki DIALEG / Bahasa serta Kebudayaan di setiap daerah adalah sangat mungkin dan seharusnya dapat dijadikan salah satu sarana yang efektif dalam penyampaian ilmu di masyarakat. Pendidikan ‘luar kelas’ pun juga dapat diterapkan agar peserta didik tidak terpaku pada hafalan materi yang ia dapatkan, selain disajikan beberapa studi kasus atau menganalisis langsung suatu permasalahan dalam masyarakat kemudian diterapkan dalam proses kehidupannya juga dapat diberikan dalam bentuk MEDIA OFF PRINT yang telah termasuk dalam Kemasan KOEAS ( BookKOEAS, KartoeKOEAS, KaosKOEAS serta QioskKOEAS ) sebagai inovasi kolaborasi yang Original dan Ordinary !

Dan juga perlu diperhatikan secara cermat penerapan yang dilakukan haruslah sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat dari setiap komunitas yang terbangun di dalamnya atau interaksi yang ada pada dan dari 80 DESA / KAMPOENG, dan disinilah peran dari kaum cendekiawan sangat diperlukan untuk meningkatkan pendidikan dan karakter bangsa yang lebih inovatif kedepannya untuk memajukan Bangsa Indonesia.

AYO ! OW ! YOI ! bersegera mewujudkan generasi milenial ini bukanlah semata sebagai generasi gadget mania, melainkan sebagai generasi pembangun karakter bangsa yang siap memajukan Indonesia dengan tak melupakan hakekat QVA atau CAIPIE itu sendiri sebagai Quality Value of ART serta Character Attitude through Imvolvement by Personality Integrity by Emphaty !

@djadoel4e l @maglemoe l @ngoewas4e
©aiPIE2019

DUNIA PROGRAMMING Sebagai Media Digital Preventif melalui Digital Parenting

0

Jakarta, 09/01/2019 – Digital Preventif melalui Digital Parenting tidaklah semata memahami cara dan menggunakan serta memiliki kemampuan dalam pengelolaan media sosial, namun dengan perkembangan yang sangat cepat namun keterbatasan akan integritas antar sesama yang sangat banyak ragam kompleksitas didalamnya, pada kenyataannya sering Digital Parenting tak semata menjadi konten preventif, namun juga dibutuhkan Integritas dalam hal meminimalkan serta mensinergikan akan kebutuhan dengan percepatan yang terjadi.

Berkaca dari banyaknya konflik yang disulut dan disebarkan via sosmed atau sebaliknya, begitupun multifungsi yang ada di dalam sosmed, menjadikan sosmed adalah tumpuan utama dalam interaktif antara sesama.

#MenjadiGaramDunia Melalui AirKemasan dan KampoengKemasan

Sudah selayaknya para pihak yang berkemampuan dan berkecimpung dalam bidang platform atau bagian dalam interaksi Developer serta merta pengelolaan admin sosmed memasuki lingkungan sekolah.

Bukan saja menyentuh kurikulum layaknya web sekolah dengan domain instrumen institusi pendidikan namun juga sudah saatnya memasukan domain komersial atau media sosial pada umumnya yang sudah sangat familiar, dari kota sampai pelosok desa.

Yang utama sesungguhnya lebih jauh memberi mentoring dan konsultasi langsung di sekolah serta tidak luput orang tua termasuk para konsumen dan produsen yang terkait dengan bidang Edukasi, Environment, Empowerment dan Energizing dan E-Lifestyle yang ternyata sudah membuka peluang dan jarak ‘jeda’ yang sangat jauh antara satu sama lain, karena semata menanggapinya sambil lalu dan seperlunya.

Karena dengan memadukan antara Teknologi Edukasi Budaya & Agama serta Seninya ( Tata caranya ) dan juga secara khusus menyentuh bidang Seni yang sudah berkembang menjadi industri kreatif saat ini, sehingga tidak hanya kreativitas namun juga moralitas sudah menjadi kesatuan yang tak terelakkan.

Karena saat ini Vendor sosmed seperti Google, Facebook Inc. dan Twitter, sudah bergerak secara interaktif langsung dalam system menu masing-masing namun tidak banyak yang memiliki kesadaran perlunya kebutuhan Assessor dalam implementasinya.

Selain Pemerintah dengan Kemenkominfo dan Kemendikbud harus bisa memfasilitasi juga sudah sangat banyak dibutuhkan keterlibatan Assessor dalam bentuk Mentoring langsung atau secara online namun mudah dan simpel serta dapat mudah untuk di transformasikan dalam keseharian ( Ordinary ).

Wacana literasi digital, literasi web, dan literasi media harus segera bergerak, namun tidak cukup dengan bahasa baku secara teknik atau digitalisasi aplikatif, karena beragamnya edukasi dan budaya di Indonesia.

#MenjadiGaramDunia Melalui AirKemasan dan KampoengKemasan

Sesungguhnya sudah banyak akademisi dan peneliti Indonesia yang paham betul peliknya persinggungan dunia digital dan nyata dan termasuk para pengamat pun tahu pasti belajar sekian tahun atas fenomena konflik via sosmed yang terjadi, dan termasuk juga dibantu komunitas yang peduli dengan literasi digital.

Gerakan ini bukan suatu kemustahilan sebenarnya sudah banyak bermunculan di banyak node ( Karena node adalah merujuk pada area yang dapat terjangkau dengan signal digital ).

Dalam artikata lain ada juga area yang belum dapat dijangkau oleh komunitas yang memiliki kemampuan dan kepedulian akan preventif dan digital parenting ini.

Karenanya fokus dalam menyelamatkan generasi muda / penerus Anak Negeri tercinta Indonesiaku ke depannya adalah menjadi tanggung jawab tak semata pemerintah, namun faktanya, generasi dulu dan saat ini sebagai user sosmed sulit untuk bisa bijak di dunia maya, sehingga sinerji dan enerji untuk terbangunnya Integritas sangatlah sudah menjadi prioritas utama.

Dengan melihat akibat hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, dll yang menyulut konflik di dunia nyata yang berakibat antara kebutuhan dengan destinasi yang dibutuhkan menjadi buntu ( stagnan ).

Hal ini juga diakibatkan munculnya perang tagar menjelang Pilpres, banyak pihak berseteru, sehingga semua kegiatan sekolah atau pun sesungguhnya juga mengarah kepentingan tertentu, mengakibatkan demam dan destinasi membutuhkan kejelian dalam membuat dan menemukan Desain, Domain serta layaknya harus dapat menjadi Dolanan yang aplikatif dan inovatif sehingga masuk dalam kelompok Edukasi Industri Kreatif yang dihasilkan melalui Dunia Programming, serta seiring dengan konten enerji terbarukan sehingga dapat terbangun sinerji dan enerji antara konten Dunia Programming dengan destinasi yang diharapkan, menjadi integritas media web portal serta sosmed yang interaktif dan mudah untuk dikelola, dan tidak terdapat batas ketergantungan agar secara simultan dan mudah di update sesuai kebutuhan user serta kurikulum termasuk lebih kepada ekstra kurikulum yang saat ini menjadi konten yang sangat dibutuhkan dalam hal Digitally Assessor Preventif & Parenting.

Serta merta dari adanya pelarangan sampai persekusi pun terjadi di dunia nyata, termasuk juga isu radikalisme yang menghantui secara systematis, yang tentunya akan berakibat buruj bagi pihak-pihak yang sudah tercuci otaknya ( Brain Washing Victim ) yang sudah semakin berani dan vulgar ( dari berbagai sisi – termasuk yang terkait dengan norma kesusilaan ), yang menjadi menjadi kemasan terselubung dan konten-konten digital yang menjadi tantangan dalam prefentif & pareting digital.

#MenjadiGaramDunia Melalui AirKemasan dan KampoengKemasan

Tanpa kita sadari yang sebenarnya terjadi di lapangan adalah lamban dan terlambatnya pemahaman serta transformasi dunia digital sebagai bagian dari konten yang membangun attitude ( etika ) serta integritas inovatif di bidang pendidikan serta seni dan budaya kita yang sangat beragam dengan konten hampir mencapai 80ribu desa / kampoeng, yang sesungguhnya sosmed bisa jadi bagian integritas bukan sebaliknya sebagai pemecah kesatuan bangsa ini, sehingga bukan sebagai Brain Washing sebaliknya menjadi Brand Awareness dan Brain Identity sehingga HOAX dapat kita bangun secara persuasif sportif menjadi HOAX-tra !

Dan urgensi tindak preventif & parenting digital konkret adalah menjadikan integritas transformasi sosmed menjadi bagian dari substansi serta konten sekolah yang tak sebatas kurikulum namun sudah menjadi bagian dari Usaha Koperasi bagi lingkaran yang terintegrasi ( Green Ocean : Murid – Orang Tua dan Komunitas Alumni ) dan beberapa aplikasi sosmed dalam Dunia Programming yang konkret sedapat mungkin bisa dalam bentuk demikian.

#MenjadiGaramDunia
AIRkemasan.com
KampoengKEMASAN.com
JoeraganDESAIN.com

©aiPIE2019
. #MenjadiGaramDunia

HEALTHYSTYLE – Healthy by STYLE

0

Jakarta, 31/12/2018 – : 200gram (s) ! Nendang Bangets ! tak menjadikan sebuah konten yang menarik jika tak mencoba langsung akan kandungan yang ada di dalam Pouch 200gram(s) dengan branding GARENA karena GARENA memiliki konten yang beragam di kalangan Young Generation mainstream dan GARENA dalam artian GARAM KURANG NATRIUM sebagai GARAM PENCEGAH HIPERTENSI menarik ! Jadi konten 200gram(s) adalah Kontent yang nendang bangets !

• Kandungan apa yang terdapat di Pouch 200gram (s) ini ?
Terus ikuti www.garena.lesehanindonesia.com

• Saatnya bersama membangun pemahaman HEALTHY & DELICIOUS sekaligus bersama #MenjadiGaramDunia sejak dini !

@deliciousqale
@nendangbangets
@garamgarenaindonesia

www.garena.lesehanindonesia.com

©aiPIE2019

( www.justeyeswall.my.id • @nendangbangets )
.

QULINARYSTYLE – Qualty Attitude through LOUNGE by STYLE

0

Jakarta, 31/12/2018 – #2019QALE ! Di tahun 2019 ini qale ! sebagian komunitas anak muda era now ( Milenial ) memberikan motivasi untuk menjadikan tahun 2019 adalah saatnya kita bersegera membangun dan meraih hakekat Qualty Attitude through LOUNGE ( Ruang-ruang multimedia & multifungsi ) dengan konten 4E ( Akronim Integrity by Revitalitation – AIR through QALE! )

• Layaknya konten dan tagline yang dilakukan banyak perusahaan dan komunitas Startup yang sudah gencar menggunakan konten-konten yang memiliki berbagai makna dan akronim yang dikemas agar menjadi bagian dari BRAIN & BRAND Awareness . .

• DELICIOUSQALE! adalah konten Milenial yang dibangun bersama untuk #MenjadiGaramDunia yang sekaligus menjadi bagian dari pemahaman dari konten HEALTHY & DELICIOUS ! Karena saatnya 2019 menjadikan result sebagai awal untuk mengubah GARAM yang kita konsumsi menjadi RE-SALT !

• #2019QALE! saatnya bersama membangun pemahaman HEALTHY & DELICIOUS sekaligus bersama #MenjadiGaramDunia sejak dini !

@deluciousqale
@nendangbangets
@garamgarenaindonesia

www.garena.lesehanindonesia.com

©aiPIE2019

(www.justeyeswall.my.id • @nendangbangets )
.

E-LIFESTYLE – Emphaty through LIFE by STYLE

0

Jakarta 31/12/2018 – Adalah menjadi kebutuhan akan kehidupan sehari-hari ( Ordinary ) dengan style yang sudah tidak terkendali dengan masuknya Informasi Teknologi Komunikasi ( Komputerisasi ) yang sudah memasuki era privacy termasuk menjadi bagian dari konten emosional termasuk mental dan ideologi.

Tidaklah menjadi rahasia umum bahwa 3 ( Tiga ) konten diatas yakni Emosional, Mental dan Ideologi adalah bagian dari STYLE ( Gaya hidup ) sebuah komunitas atau juga komunitas yang lebih besar. Bersama #MenjadiGaramDunia dengan memahami hakekat dari TAGLINE HEALTHY & DELICIOUS serta juga mulai menerima akan maraknya berbagai konten berkategori HOAX adalah juga bagian dari E-LIFESTYLE, karena Gaya Hidup tak lekang dari sebuah pemahaman yang menjadi tujuan dari sebuah komunitas kecil ataupun besar.

Dengan memulai konten desain, domain, dolanan serta destinasi be RESULT be RE-SALT, sosialisasi pemahaman hidup sehat yang sekaligus nyaman ( HEALTHY & DELICIOUS ) dimulai dengan mencari solusi ( Result ) dengan apa yang utama dari nutrisi yang secara kasat mata dibutuhkan oleh kita semua dalam hal ini adalah bumbu utama dalam hal RASA & RAGA yakni melalui pengaturan kembali akan konsumsi GARAM ( RE-SALT )

Karena nutrisi adalah bagian utama yang dapat menunjukkan STYLE dari sebuah komunitas, oleh karenanya tak pelak lagi bahwa memulai untuk meraih reSULT adalah melalui pemahaman akan RE-SALT . . .

Pemahaman akan RE-SALT adalah juga implementasi E- Healthy Life Style dalam artian mengkonsumsi Salt ( Garam Sehat ) secara berulang , rutin , karena pada konten Garam terdapat nutrisi yang dibutuhkan tubuh kita untuk menunjang olah pikir yang gemilang dibutuhkan tubuh dan jiwa yang sehat.

Berikan selalu yang terbaik bagi keluarga Anda, karena keluarga adalah asset yang sangat berharga.

E-LIFESTYLE : Emphaty through LIFE by STYLE – dalam artian Berempati melalui hidup dengan gaya tak luput dengan Edukasi, Lingkungan, Pemberdayaan serta percepatan Enerji dan sinerji yang terjadi di dalamnya. Dan tidak semua pihak yang terlibat walaupun sehari-hari / Ordinary telah berkutat & memiliki konten ataupun media ITK ( Internet, Teknologi dan Komputer / Komunikasi ) memiliki penerimaan dan pemahaman yang sama.

Sehingga dalam mengelola E-LIFESTYLE sebagai pintu utama untuk menjadikan konten GARAM sebagai bumbu utama dalam nutrisi sesungguhnya sudahlah tepat, dengan tetap memahami akan perkembangan terakhir termasuk fenomenanya, dan langkah yang utama adalah mendalami tahapan, proses, metodologi serta model berikut modulnya.

Garena.lesehanindonesia.com adalah gerbang teknologi terkini yang dibangun sebagai model E-LIFESTYLE tak semata media sosial biasa. Karena memiliki integritasi antara Program, Produk serta Brain Awareness dalam membangun sikap dan kepedulian akan arti serta proses be RESULT be RE-SALT agar tercapai tahapan konten HEALTHY & DELICIOUS yang memiliki tujuan akhir bersama #MenjadiGaramDunia . . .

Karena produk dan konten GARAM GARENA memiliki performa yang akan menjadi bumbu / konten yang tak semata HEALTHY & DELICIOUS namun juga bagian dari Heritage & Destination by E-LIFESTYLE . .

(JustEYESwall.my.id @nendangbangets )

©aiPIE2019
.

OmahKOEnangKOEnang-DESAwindowSTREAMING

0
Jakarta 29/09/2018, Menjadikan Desa & Kampoeng menjadi Sinerji dan Enerji bagi desa dan Kampoeng sekitarnya dalam pegembangannya ataupun dalam kegiatan sehari-hari adalah menjadi harapan layaknya Cahaya yang ada di sebuah Desan dan Kampoeng yang memiliki ekosistim yang mumpuni dengan hadirnya sekumpulan Kunangr-Kunang. Layaknya sekumpulan Angsa Hitam dan Angsa Putih yang saling bersineji dan membangun enerjinya masing-masing namun tetap terjalan integritas yang mendalam itulah kesan yang timbul akan sebuah imajinasi OemahKOEnangKOEnang . .
Adalah sebuah keedulian akan anak negeri dalam meraih harapan dan menjaga orjinalitas dalam artian keseharian (Ordinari) nya untuk dapat eksis di era yang terus menuntut kemampuan membangun Sinerji serta terus mengelola enerji yang ada menjadi sebuah impian yang tak hanya saat ini namun menjadikan bagian dari GARAM DUNIA dalam ‘Jejak Digital’ bagi generasi penerusnya . .

OemahKOEnangKOEnang, aadalah sebuah Visi Misi dalam membangun Negeri Kemasan yang sesungguhnya saat ini ada di hadapan mata kita, semata melalui Mata Hati dan Telinga yang peka adalah sebuah Sinerji dan Enerji yang perlu dibangun sejak dini ….

OmahKEMASAN-DESAwindowSTREAMING

0

Jakarta 29/09/2018, Keluarga dan Budaya adalah komponen dalam sebuah Oemah dan menjadi bagian Sinerji dan Enerji yang utama dengan masing-masing Karakter serta memiliki Orientasi sesuai dengan Kemasan serta ‘DESAIN’ yang akan menjadikan sebuah Keluarga & Budaya memiliki Karakter tersendiri yang dapat menjadi bagian kemasan dari komunitas yang ada dan terintegrasi di dalamnya.

OemahKEMASAN, adalah sebuah kegiatan yang menjadikan Oemah dan Kemasan memiliki masing-masing orientasi baik sendiri-sendiri atauapun di satukan menjadi satu artian OemahKEMASAN yakni oemah yang memiliki ke’emas’an dengan DESAIN dan Kemasan tersendir.

Menjadikan Desa & Kampoeng menjadi Oemah Kemasan serta membangun Sinerji dan Enerji di dalamnya adalah harapan banyak pihak terutama dalam era milenia dengan konten DESA Window Streaming yang menjadikan DESA dan kampoeng mempunyai market place dalam pegembangannya …

Popular Posts

My Favorites

My Favourite Books

Remember, a Jedi can feel the Force flowing through him. I can't get involved! I've got work to do! It's not that I like...

Every Colour Please

Back On The Road

The Glamour Gift Guide

Chat via Whatssapp