Jakarta (15/03/2019) – WeddingMOE – Faktanya era kini banyak para pasangan yang menikah muda, mari kita simak data berikut ini per September 2018. Banyak calon pasangan yang lebih memikirkan konsep pernikahan dibandingkan kehidupan pasca-pernikahan”

Entah dimulai sejak kapan, nikah muda semakin diminati para remaja. Salah satu buktinya, yaitu maraknya unggahan di Instagram dengan tagar #GerakanNikahMuda.

Ada lebih dari 112 ribu unggahan tentang menikah muda per 31 Agustus 2018. Restu Utami dan Wildanshah merupakan salah satu pasangan yang memilih menikah muda. Sekitar setahun lalu, mereka resmi menjadi suami-istri. Kala itu, usia Restu 24 tahun dan Wildan 28 tahun.

Sebelum sah menjadi pasangan, ada beberapa tantangan yang harus mereka lewati. “Seperti terbentur dengan tradisi dan melangkahi kakak karena menikah duluan,” kata Restu saat ditemui di Hotel Park Lane, Jakarta, baru-baru ini.

Suka dan duka keduanya hadapi. Ketika sudah menikah, Restu dan Wildan harus sama-sama belajar agar lebih mandiri secara finansial. Untungnya, mereka tak kesulitan ketika harus mengejar impian masing-masing. Sebab sebelum memutuskan menikah, Restu dan Wildan sepakat untuk tidak melepas cita-cita.

Menurut Restu, walaupun istri harus mengurus suami, suami harus memberi istri kebebasan. “Agar istri dapat terus bereksplorasi dan mengaktualisasi diri,” kata dia.

Keinginan Restu untuk menikah muda sedikit terpengaruh oleh media sosial. Dia berpendapat, Instagram membuat para remaja ingin menikah muda. Menurut Restu, unggahan yang diberikan para influencer mempengaruhinya.

“Contohnya seperti unggahan pernikahan Raisa dan Hamish Daud, mereka menciptakan sebuah Relationship goals,” ujar Restu.

Menurut Restu, unggahan mengenai pernikahan impian di media sosial menimbulkan ekspektasi terlalu tinggi. Ekspektasi tersebut akan mempengaruhi kesiapan-kesiapan yang sebenarnya lebih penting dan harus dilakukan sebelum menikah. Misalnya, kesiapan kondisi ekonomi.

Cukup banyak calon pasangan yang lebih memikirkan konsep pernikahan dibandingkan bagaimana keadaan pascapernikahan. “Menikah harus memiliki kesiapan mental, ego, dan kematangan emosi,” ujar Restu.

Menurut psikolog Roslina Verauli, pernikahan tidak dianjurkan untuk usia remaja. Dalam dunia psikologi, usia remaja dikategorikan sekitar 9 sampai 20 tahun.

Menikah di atas umur 20 tahun sangat dianjurkan. “Seseorang yang berusia di atas 20 tahun dianggap sudah memiliki kemampuan mengatasi masalah tanpa melibatkan emosi,” kata dia. Hal itu merupakan salah satu indikator kesiapan menikah yang dapat mengurangi dampak ketidakbahagiaan dalam pernikahan.

Sebaliknya seseorang yang masih berumur di bawah 20 tahun disarankan menunda pernikahannya. Sebab, kata Roslina, mayoritas mereka masih berjuang menghadapi krisis identitas diri. Ditambah lagi, mereka masih mengalami masalah dalam lingkaran pertemanan. Pun problem seputar percintaan berujung kegalauan hingga masalah dengan orang tua.

Menurut dia, semua masalah tersebut dapat berdampak negatif terhadap pernikahan yang akan berujung perceraian. Meski secara psikologis pernikahan dianjurkan ketika seseorang sudah berusia di atas 20 tahun, hal berbeda diatur dalam dalam Undang-Undang Perkawinan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Di dalamnya menyatakan bahwa usia minimal anak menikah adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki.

Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Keluarga IPB Euis Sunarti, kesiapan fisik tanpa diimbangi kematangan mental akan sia-sia. Secara fisik, remaja berumur belasan tahun sudah siap menikah untuk kemudian berhubungan seksual. “Namun, (remaja belasan tahun) tidak siap secara mental, spiritual, emosi, dan sosial. Ini persoalan yang kita hadapi,” kata Euis.

Remaja yang secara fisik merasa siap menikah, tetapi dilarang orang tua dikhawatirkan melakukan seks bebas. Namun, di sisi lain, apabila mereka diperbolehkan untuk menikah, ditakutkan hubungan pernikahannya tidak harmonis. Sebab, mereka belum memenuhi semua indikator kesiapan menikah.

Untuk itu, kata Euis, peran orang tua sangat diperlukan. Terutama, untuk mendorong anaknya menikah di umur yang tepat agar dapat membangun keluarga berkualitas.

“Semakin siap dan semakin baik mereka menjalankan tugas keluarga, maka semakin baik perkembangan anak dalam keluarga mereka,” kata Euis.

Di Indonesia, terjadi 40 kasus perceraian perjam. Sebanyak 70 persen di antaranya diajukan oleh perempuan. Menurut dia, ini adalah masalah serius karena perceraian tidak hanya memberi dampak negatif kepada anak, tetapi juga kepada ibu.

Kasus perceraian tertinggi di Indonesia terjadi di usia 20 sampai 24 tahun. Panjang waktu pernikahan pun tidak sampai lima tahun. “Tinggi angka perceraian diduga karena pernikahan dini yang mana mereka belum siap membina rumah tangga,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BBKBN) Sigit Priohutomo

Untuk memutuskan segera sebuah pernikahan yang sakral maka perlu adanya pihak yang memberikan pencerahannya.
Saatnya menentukan pilihan Anda dalam memasuki kehidupan berkeluarga yang harmonis selaras antara masa kini dan mendatang yang harus dipersiapkan dengan bijak dan merupakan keputusan bersama pasangan Anda
Kebahagiaan tidak selalu diukur dari materi yang nampak kasat mata namun dapat dicerminkan dari performa yang prima…karenanya mengawali kebersamaan hidup yang hakiki dengan pasangan Anda dapat membawa aura , atmosphere, bahkan ‘nur’ cahaya yang akan mewarnai keluarga Anda.
Kaaffah Islamic Wedding Organizer membantu Anda untuk mewujudkan acara pernikahan dengan konsep Islami.
Kami hadir untuk Anda yang mendambakan keluarga Islami karena sesuai hadist yang shahih, dipadang mahsyar nanti ada 70.000 orang sejak zaman Nabi Adam AS sampai hari qiyamat, yang berhak menerobos ke Syurga tanpa dihisab alias diadili. Apakah Anda tidak ingin bergandengan dengan pasangan Anda masuk rombongan yang super amat sangat eksklusif itu? Pertanyaannya, mau diisi apa hari-hari Anda berdua agar bisa mendapatkannya?
Menikah adalah bagian dari ke Islaman kita dan bagian dari Sunnah Rasullullah SAW,  Anda melakukannya karena Anda seorang muslim dan karena Anda ingin membangun rumah tangga  Islami yang menuju cita-cita bersama , yakni keridhaan  Allah SWT.
Pernikahan suci karena memang perjanjian antara suami dan istri sungguh mulia dan suci. Allah SWT menamakan ikatan ini mitsaqon gholizah alias perjanjian yang berat, istilah ini hanya pernah dipakai Allah untuk menggambarkan ikatan perjanjian antara DIA dengan para RasulNYA. Terbayang bukan betapa besar sesungguhnya amanah pernikahan itu…
 Yang kita pahami adalah 3 hal yang harus disegerakan yaitu  menyelenggarakan dan menguburkan jenazah, membayar hutang dan menikah. Namun bukan berarti Anda perlu tergesa-gesa memaksa Putri atau Putra Anda untuk menikah. Bahkan sesudah Anda meneliti segala sesuatu tentang si calon Menantu Anda dan anak Anda membutuhkan proses perenungan dan munajat kepada Allah agar diberi petunjuk terbaik. Para Sahabat Rasullah SAW melakukan istikharah untuk begitu banyak persoalan. Pekerjaan orang dewasa adalah menentukan pilihan . Inti dari istikharah adalah mohon kepada Allah: “ Ya Allah, jika dia baik untuk agamaku, untuk kehidupan duniaku dan untuk kehidupan akhiratku, maka takdirkan dia untukku, mudahkan segala urusan kami dan berkahilah . Jika tidak, maka palingkan aku daripadanya dan palingkan dia daripadaku”. Rasullah SAW menjamin, tidak akan menyesal orang yang beristikharah.
Oleh karena itu dalam mendampingi Putra-Putri tercinta memasuki gerbang pernikahannya maka sebagai Orangtua tentunya kita akan bermusyawarah bersama baik dengan Calon Pasutri dan juga Calon Keluarga Besan, agar prosesi pernikahan berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Mulai dari perencanaan budget yang customized, disesuaikan dengan sikon budget Anda , juga konsep (before) and  after marriage akan dikemas sedemikian rupa sesuai dengan kemampuan Anda dan keluarga.
Dengan persiapan yang matang dalam menghadapi pra nikah , saat pernikahan dan pasca pernikahan ini bertujuan agar calon pasutri ini benar-benar dapat mewujudkan pernikahan yang Islami dan menjadi keluarga yang SAMARA ( Sakinah Mawaddah & Warahmah ) sehingga tidak terjadi perceraian dalam berumahtangga.

Wujudkan moment pernikahan yang sakral ini dengan persiapan yang sebaik-baiknya, silahkan musyawarahkan dengan Kaaffah Islamic Wedding Organizer ( WA 0813.8070.1166 )

@maglemoe
@pesanTREND
@2019
.