JAKARTA 04/03/2019, DJADOEL Tempoe Doeloe ritel-ritel sangat digemari dan digilai masyarakat luas. Banyak sekali masyarakat yang menghabiskan waktu dan uangnnya dengan berbelanja ke toko-toko dan tempoe doeloe DJADOEL ada istilah dan lagunya #JalanJalanSore (JJS)

Namun, baru-baru ini di salah satu media Journal terkemuka di New York sempat bertanya bagaimanakah nasib peritel era now dan prediksi Era Z generation kelak ? Apakah akan mampu bangkit kembali menjadi PusatLIPUTAN ? Pasalnya seiring kemajuan jaman saat ini banyak anggapan jika perusahaan ritel tergerus dengan maraknya bisnis online dan terbukti di realese Media Online terbesar di Indonesia 5 (Lima) Ritel Outlet besar ( Mall ) mulai sepi pengunjung . . .

Untuk memahami bagaimana peritel ini – akhirnya – beradaptasi dari dinosaurus ke digital di era Unicorn, mari kita back to ReUNI on Line dari masa lampau dari sudut pandang pengecer :

1. Tahun 80-an

Tahun 80an merupakan tahun di mana banyak perusahaan ritel bermunculan. Sejalan dengan itu, masyarakat pun langsung menggilai ritel-ritel yang berdiri saat itu.

Mengapa? Karena ritel-ritel menyajikan segalanya untuk kehidupan masyarakat. Pelanggan hanya perlu datang di sebuah toko yang luas dan mencari apa yang mereka butuhkan.

Seiring itu juga, para pengusaha mulai berlomba mencari tempat strategis untuk mendirikan bisnisnya. Ini adalah saat-saat menyenangkan.

2. Tahun 90-an

Pada periode ini, munculah sebuah situs kecil yang menjual buku online ( Amazon ). Meskipun menarik, namun saat itu kemunculan Amazon masih kalah pamor dengan perusahaan ritel dan toko toko yang sudah lebih dahulu berdiri.

Tapi di sisi lain, para perusahaan ritel dan toko yang sudah berdiri juga mulai mengawasi keberadaan Amazon ini. Pasalnya jual beli yang dilakukan lewat situs ini memiliki potensi untuk menyaingi para toko dan ritel yang sudah berdiri.

3. Tahun 2000-an

Pada periode ini, Amazon sudah sangat maju. Apalagi saat itu munculnya fenomena GADGET membuat usaha Amazon semakin berkembang.

Bahkan Amazon pun mulai mengembangkan penjualnya. Dari yang semula hanya menjual buku, kini Amazon menjual peralatan kebutuhan masyarakat lainnya.

Seiring berkembangnya Amazon, para toko-toko dan mall mulai ditinggalkan masyarakat. Masyarakat memilih untuk berbelanja lewat online karena lebih mudah simpel.

4. Masa Depan

Meskipun saat ini mulai tergerus dengan keberadaan online, namun pada masa depan, ritel dan toko-toko diprediksi akan kembali bangkit. Para perusahaan ritel dan toko-toko ini mulai sadar dengan perkembangan zaman dengan membuka situs-situs belanja lewat online juga.

Di sisi lain, perusahaan ritel juga melakukan inovasi-inovasi untuk kembali menarik pelanggan agar mau berkunjung. Dan hal tersebut akan terbukti ampuh, karena masyarakat mulai berbondong bondong datang kembali ke toko-toko milik mereka.

▶ Next to OmahKEMASAN

©aiPIE2019
@MagLeMoe
KampoengKEMASAN.com
AIRkemasan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here