Jakarta 27/02/2019 – lesehanMOE • Dalam episode “Arkangel” dari seri populer Black Mirror, seorang ibu yang over protective memutuskan untuk menanamkan chip di otak putrinya sehingga dia dapat menggunakan tablet dan aplikasi untuk memantau semua yang dilihat dan dirasakan oleh gadis kecilnya. Sistem ini, awalnya dirancang sebagai aplikasi kontrol orang tua, memungkinkan ibu tidak hanya untuk melihat apa yang dilihat anaknya, tetapi juga memonitor emosi dan suasana hatinya, dan bahkan “memfilter” gambar yang dapat membahayakan dirinya, sehingga gadis itu melihatnya sebagai pixelated.

Tentang kegunaan aplikasi kontrol orang tua

Apakah Kita harus sampai perlu terlalu jauh untuk menanamkan chip, seperti yang terjadi dalam serial diatas ?

Karena untuk menganalisis sejauh mana kegiatan ini dapat dianggap pemantauan dan pada titik mana mereka berubah menjadi invasi privasi anak adalah sebuah inovasi dan kreativitas yang justru sudah harus dibangun saat kita memahami Era Now tak sama dengan era DJADOEL, karena teknologi tak bisa dibendung dan hadir setiap saat tanpa kita minta, karena sebaliknya inovasi dan kreativitas yang terus dipacu akan memasuki era HOAX dimana HOAX adalah bagian dari konten upaya dalam mengukur viralitas bukan semata vitalitas dari seseorang atau sebuah komunitas.

Saat ini, sudah banyak adanya aplikasi untuk memantau geolokasi, aplikasi untuk mengontrol konten yang dapat dilihat anak-anak di internet dan di TV, aplikasi yang memberikan akses ke mikrofon sehingga orang tua dapat mendengarkan suara yang terjadi di mana mereka berada, dan bahkan aplikasi yang merekam semua yang terjadi di layar melalui pengambilan video, tanpa harus menanamkan teknologi itu sendiri kedalam tubuh anak atau kita sendiri, karena sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Pencipta telah memberikan teknologi yang paling sempurna dan DIA Maha Tahu akan hasil karyanya sampai destinasi yang akan dituju dan dicapai oleh manusia sebagai mahluk ciptaanNYA yang paling sempurna.

Menilik alat ini yang mungkin tampak seperti solusi hebat untuk semua masalah yang mungkin dimiliki induk dari digital asli, satu hal yang pasti, tidak semua aplikasi kontrol orangtua bekerja sama, atau memiliki fitur yang sama. Inilah sebabnya mengapa penting untuk menganalisisnya dan memilih yang paling sesuai dengan nilai-nilai Keluarga serta Budaya sesuai dimana kita di takdirkan ( di Lahirkan – Takdir Illahi ) . . It’s INDONESIAku ! It’s NKRI ! It’s Nationwide !

Karena banyak alat yang pada pandangan pertama tampak sangat berguna bagi orang tua atau kita sebagai pengguna atau penggemar atau bahkan sekedar Visioner karena sebuah kebutuhan dan keinginan, yang pada akhirnya dapat menjadi invasif untuk Anak Negeri, dan ini akhirnya memicu reaksi yang berbeda dengan apa yang diharapkan orang tua dan kita semua sebagai seorang yang ingin menjadikan destinasi terbaik untuk anak Negeri tak semata anak kita sendiri.

Alih-alih karena semata merasa sudah terlindungi dan terkendali, anak mungkin merasa terjebak dan mulai mencari cara untuk melarikan diri dari kontrol ini dan membawa keinginan untuk mengakses dan mencari komunitas yang memiliki situasi yang sama . .

HOAX-tra sesungguhnya terletak kuncinya bukan tentang kontrol mana yang yang kita pilih, tetapi lebih pada percakapan ( KOMUNIKASI ) di sekitarnya, dan dalam menemani anak di dunia digital, sama seperti yang kita lakukan di dunia fisik. Karena semua HOAX adalah dibuat bukan lahir sendiri dan inilah yang perlu dikomunikasikan bukan dikomentari secara ‘Absurd’, sehingga sesuatu yang tidak jelas semakin luas ketidakjelasannya . . .
Tak semata “kabur” ( tak jelas ) tapi pada akhirnya “Bacuuut !” ( Istilah “Kabur – Lari / melarikan diri” anak-anak era now ) atau “Cabuut !” – era Tempoe Doeloe ( DJADOEL ) . . .

HOAX-tra adalah tentang mengajar mereka ( Saat ini tak semata Anak-anak namun juga sudah ada ABG (Angkatan Babe Gue yang juga dapat disebut kembali ke Anak-anak) karena GAPTEK yakni dengan melalui DIALOG ( atau era saat ini DIA LOE GUE (?) ) dan dengan dukungan alat-alat digital, apa bahaya dan risiko dari internet atau perangkat serta aplikasi yang terintegrasi di dalamnya.

Apa tanggung jawab mereka, apa yang harus dan tidak seharusnya mereka lakukan, dan bagaimana mereka dapat melindungi diri mereka sendiri, saatnya kita memaknai hakekat dari HOAX-TRA, karena saat ini terus berlomba antara PENCIPTAAN KARYA DIGITAL dengan PEMAHAMAN KARYA DIGITAL itu sendiri

Sehingga sebuah dilema diberangkatkan oleh kita sendiri dan kira-kira sudah harus bisa menjawab dimana destinasi yang akan kita capai . . .

Era digital adalah era dimana Era keterbukaan tanpa batas, dan tanpa kita sadari Nutrisi sebagai asupan kitapun memasuki era fenomenal dengan banyaknya penawaran yang
Nutrisi yang menjadikan banyak kekhawatiran akan dunia era digitalisasi saat ini.

Integritas Orang Tua & Anak-anak ( Young Orienting ) seputar apa yang dipikirkan anak-anak tentang keamanan online bersama – OW! YOI!

Hasil pantauan seputar teknologi yang diberikan kepada anak-anak dengan metode KOEAS, seputar apa yang mereka pikirkan tentang keamanan online? Apakah mereka melihatnya sebagai topik penting dan sama dengan orientasi yang dimiliki orang tua ?

Apa yang paling mereka takuti dari internet di era globalisasi serta transformasi saat ini ?

Pada saat ini fenomena yang timbul adalah banyak yang mengalami situasi yang tidak nyaman di dunia internet, namun belum dapat disampaikan secara komunikatif, dan sebenarnya yang paling utama mereka takuti dari internet / di era globalisasi dan transformasi era now adalah kekhawatiran seseorang mencuri kata sandi dan berpura-pura sebagai mereka, orang menemukan informasi pribadi tentang mereka, atau orang yang mengirim foto mereka ke kontak mereka ( dengan orientasi sesuai kepentingan si pengirim ).

Namun sebaliknya sesungguhnya yang menjadi fenomena dan mungkin menarik bagi orang tua / generasi yang lebih tua , sesungguhnya banyak generasi muda yang siap untuk berbicara dengan mereka / generasi orang tua tentang merawat dan situasi yang dapat muncul di internet serta kekhwatiran yang timbul diatas, dan inilah yang menjadi konten KOEAS, untuk menjadikan kegiatan Originally Woman ! Young & Older Integrity !
OW ! YOI! adalah sebuah aktifitas yang sangat ditunggu tunggu di era kekinian.

Saatnya Komunikasi secara terbuka dan siap untuk REBOOT semata mengurangi fenomena RIBUT yang terus berputar di sekitar era digital dalam membangun Digital Indonesia melalui Preventif Parenting Digital . .

• E4SEC is not just E4Secretary “coz E4Security through by QVAassessor being REBOOT

@maglemoe
©aiPIE2019
.