Banner1
Home Blog

Kaaffah Islamic Wedding  

0
Jakarta (15/03/2019) – WeddingMOE – Faktanya era kini banyak para pasangan yang menikah muda, mari kita simak data berikut ini per September 2018. Banyak calon pasangan yang lebih memikirkan konsep pernikahan dibandingkan kehidupan pasca-pernikahan”

Entah dimulai sejak kapan, nikah muda semakin diminati para remaja. Salah satu buktinya, yaitu maraknya unggahan di Instagram dengan tagar #GerakanNikahMuda.

Ada lebih dari 112 ribu unggahan tentang menikah muda per 31 Agustus 2018. Restu Utami dan Wildanshah merupakan salah satu pasangan yang memilih menikah muda. Sekitar setahun lalu, mereka resmi menjadi suami-istri. Kala itu, usia Restu 24 tahun dan Wildan 28 tahun.

Sebelum sah menjadi pasangan, ada beberapa tantangan yang harus mereka lewati. “Seperti terbentur dengan tradisi dan melangkahi kakak karena menikah duluan,” kata Restu saat ditemui di Hotel Park Lane, Jakarta, baru-baru ini.

Suka dan duka keduanya hadapi. Ketika sudah menikah, Restu dan Wildan harus sama-sama belajar agar lebih mandiri secara finansial. Untungnya, mereka tak kesulitan ketika harus mengejar impian masing-masing. Sebab sebelum memutuskan menikah, Restu dan Wildan sepakat untuk tidak melepas cita-cita.

Menurut Restu, walaupun istri harus mengurus suami, suami harus memberi istri kebebasan. “Agar istri dapat terus bereksplorasi dan mengaktualisasi diri,” kata dia.

Keinginan Restu untuk menikah muda sedikit terpengaruh oleh media sosial. Dia berpendapat, Instagram membuat para remaja ingin menikah muda. Menurut Restu, unggahan yang diberikan para influencer mempengaruhinya.

“Contohnya seperti unggahan pernikahan Raisa dan Hamish Daud, mereka menciptakan sebuah Relationship goals,” ujar Restu.

Menurut Restu, unggahan mengenai pernikahan impian di media sosial menimbulkan ekspektasi terlalu tinggi. Ekspektasi tersebut akan mempengaruhi kesiapan-kesiapan yang sebenarnya lebih penting dan harus dilakukan sebelum menikah. Misalnya, kesiapan kondisi ekonomi.

Cukup banyak calon pasangan yang lebih memikirkan konsep pernikahan dibandingkan bagaimana keadaan pascapernikahan. “Menikah harus memiliki kesiapan mental, ego, dan kematangan emosi,” ujar Restu.

Menurut psikolog Roslina Verauli, pernikahan tidak dianjurkan untuk usia remaja. Dalam dunia psikologi, usia remaja dikategorikan sekitar 9 sampai 20 tahun.

Menikah di atas umur 20 tahun sangat dianjurkan. “Seseorang yang berusia di atas 20 tahun dianggap sudah memiliki kemampuan mengatasi masalah tanpa melibatkan emosi,” kata dia. Hal itu merupakan salah satu indikator kesiapan menikah yang dapat mengurangi dampak ketidakbahagiaan dalam pernikahan.

Sebaliknya seseorang yang masih berumur di bawah 20 tahun disarankan menunda pernikahannya. Sebab, kata Roslina, mayoritas mereka masih berjuang menghadapi krisis identitas diri. Ditambah lagi, mereka masih mengalami masalah dalam lingkaran pertemanan. Pun problem seputar percintaan berujung kegalauan hingga masalah dengan orang tua.

Menurut dia, semua masalah tersebut dapat berdampak negatif terhadap pernikahan yang akan berujung perceraian. Meski secara psikologis pernikahan dianjurkan ketika seseorang sudah berusia di atas 20 tahun, hal berbeda diatur dalam dalam Undang-Undang Perkawinan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Di dalamnya menyatakan bahwa usia minimal anak menikah adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki.

Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Keluarga IPB Euis Sunarti, kesiapan fisik tanpa diimbangi kematangan mental akan sia-sia. Secara fisik, remaja berumur belasan tahun sudah siap menikah untuk kemudian berhubungan seksual. “Namun, (remaja belasan tahun) tidak siap secara mental, spiritual, emosi, dan sosial. Ini persoalan yang kita hadapi,” kata Euis.

Remaja yang secara fisik merasa siap menikah, tetapi dilarang orang tua dikhawatirkan melakukan seks bebas. Namun, di sisi lain, apabila mereka diperbolehkan untuk menikah, ditakutkan hubungan pernikahannya tidak harmonis. Sebab, mereka belum memenuhi semua indikator kesiapan menikah.

Untuk itu, kata Euis, peran orang tua sangat diperlukan. Terutama, untuk mendorong anaknya menikah di umur yang tepat agar dapat membangun keluarga berkualitas.

“Semakin siap dan semakin baik mereka menjalankan tugas keluarga, maka semakin baik perkembangan anak dalam keluarga mereka,” kata Euis.

Di Indonesia, terjadi 40 kasus perceraian perjam. Sebanyak 70 persen di antaranya diajukan oleh perempuan. Menurut dia, ini adalah masalah serius karena perceraian tidak hanya memberi dampak negatif kepada anak, tetapi juga kepada ibu.

Kasus perceraian tertinggi di Indonesia terjadi di usia 20 sampai 24 tahun. Panjang waktu pernikahan pun tidak sampai lima tahun. “Tinggi angka perceraian diduga karena pernikahan dini yang mana mereka belum siap membina rumah tangga,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BBKBN) Sigit Priohutomo

Untuk memutuskan segera sebuah pernikahan yang sakral maka perlu adanya pihak yang memberikan pencerahannya.
Saatnya menentukan pilihan Anda dalam memasuki kehidupan berkeluarga yang harmonis selaras antara masa kini dan mendatang yang harus dipersiapkan dengan bijak dan merupakan keputusan bersama pasangan Anda
Kebahagiaan tidak selalu diukur dari materi yang nampak kasat mata namun dapat dicerminkan dari performa yang prima…karenanya mengawali kebersamaan hidup yang hakiki dengan pasangan Anda dapat membawa aura , atmosphere, bahkan ‘nur’ cahaya yang akan mewarnai keluarga Anda.
Kaaffah Islamic Wedding Organizer membantu Anda untuk mewujudkan acara pernikahan dengan konsep Islami.
Kami hadir untuk Anda yang mendambakan keluarga Islami karena sesuai hadist yang shahih, dipadang mahsyar nanti ada 70.000 orang sejak zaman Nabi Adam AS sampai hari qiyamat, yang berhak menerobos ke Syurga tanpa dihisab alias diadili. Apakah Anda tidak ingin bergandengan dengan pasangan Anda masuk rombongan yang super amat sangat eksklusif itu? Pertanyaannya, mau diisi apa hari-hari Anda berdua agar bisa mendapatkannya?
Menikah adalah bagian dari ke Islaman kita dan bagian dari Sunnah Rasullullah SAW,  Anda melakukannya karena Anda seorang muslim dan karena Anda ingin membangun rumah tangga  Islami yang menuju cita-cita bersama , yakni keridhaan  Allah SWT.
Pernikahan suci karena memang perjanjian antara suami dan istri sungguh mulia dan suci. Allah SWT menamakan ikatan ini mitsaqon gholizah alias perjanjian yang berat, istilah ini hanya pernah dipakai Allah untuk menggambarkan ikatan perjanjian antara DIA dengan para RasulNYA. Terbayang bukan betapa besar sesungguhnya amanah pernikahan itu…
 Yang kita pahami adalah 3 hal yang harus disegerakan yaitu  menyelenggarakan dan menguburkan jenazah, membayar hutang dan menikah. Namun bukan berarti Anda perlu tergesa-gesa memaksa Putri atau Putra Anda untuk menikah. Bahkan sesudah Anda meneliti segala sesuatu tentang si calon Menantu Anda dan anak Anda membutuhkan proses perenungan dan munajat kepada Allah agar diberi petunjuk terbaik. Para Sahabat Rasullah SAW melakukan istikharah untuk begitu banyak persoalan. Pekerjaan orang dewasa adalah menentukan pilihan . Inti dari istikharah adalah mohon kepada Allah: “ Ya Allah, jika dia baik untuk agamaku, untuk kehidupan duniaku dan untuk kehidupan akhiratku, maka takdirkan dia untukku, mudahkan segala urusan kami dan berkahilah . Jika tidak, maka palingkan aku daripadanya dan palingkan dia daripadaku”. Rasullah SAW menjamin, tidak akan menyesal orang yang beristikharah.
Oleh karena itu dalam mendampingi Putra-Putri tercinta memasuki gerbang pernikahannya maka sebagai Orangtua tentunya kita akan bermusyawarah bersama baik dengan Calon Pasutri dan juga Calon Keluarga Besan, agar prosesi pernikahan berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Mulai dari perencanaan budget yang customized, disesuaikan dengan sikon budget Anda , juga konsep (before) and  after marriage akan dikemas sedemikian rupa sesuai dengan kemampuan Anda dan keluarga.
Dengan persiapan yang matang dalam menghadapi pra nikah , saat pernikahan dan pasca pernikahan ini bertujuan agar calon pasutri ini benar-benar dapat mewujudkan pernikahan yang Islami dan menjadi keluarga yang SAMARA ( Sakinah Mawaddah & Warahmah ) sehingga tidak terjadi perceraian dalam berumahtangga.

Wujudkan moment pernikahan yang sakral ini dengan persiapan yang sebaik-baiknya, silahkan musyawarahkan dengan Kaaffah Islamic Wedding Organizer ( WA 0813.8070.1166 )

@maglemoe
@pesanTREND
@2019
.

AYO ! KOEAS !

0

Jakarta, 05/03/2019 ( LESEHANMOE ) – AYO! Attitude through Young Orienting by KOEAS adalah sebuah konten melalui media Kolaborasi teknOlogi Edukasi budayA dan Seni, tak semata menjadikan media yang saat ini menjadi konten Media Off Print sebuah Media Promosi yang tidak serta merta membangun Awareness sesaat.

Dengan memiliki konten 4E yang terkait dengan Orientasi seputar Anak Negeri ( YOUNG ) sehingga konten yang terkandung di dalamnya memiliki konten FUTURED ! – Dengan Jangka Waktu (Periode / berjangka waktu ), sehingga konten dan desain dari Media Off Print, selain memiliki jangkauan yang jauh ke depan, tetap memiliki tahapan yang berjangka.

4E FUTURED Media off Print through AYO! KOEAS! meliputi Edukasi, Lingkungan, Pemberdayaan serta Energizing ( Percepatan ) dalam sikap perilaku / E-LifestyleAttitude

. . . . be RESULT be RE-SALT is not just SALT nutrition is a Nationwide
Being SALT with Sharing through Attitude Legendary Transformer

Come being FUTURED !
.

YOUNG & OLDER INTEGRITY through E-LIFESTYLE by EMPHATY

0

Jakarta (04/03/2019) – LESEHANMOE • Menjadikan semua aktifitas di era globalisasi menjadi sebuah gaya hidup yang penuh harapan adalah sangat penting untuk kita mampu memberikan perhatian khusus pada aktivitas yang berkaitan dengan Perilaku Orangtua (Lansia) yang dalam kategori pandangan sebagai manusia adalah saat-saat dimana menjelang kematian, sisa usia dimana kita seharusnya menjadi lebih memahami akan adanya jeda atau batas yang kita harus mampu untuk jadikan sebagai Emulsi bagi kelompok Lansia dan kelompok produktif yang penuh dengan kreativitas.

Dengan menyimak data dari tahun ke tahun, jumlah lansia (60 tahun ke atas) semakin meningkat. Tahun 1970 jumlahnya mencapai 5,3 juta orang, pada 1990 menjadi 12,7 juta orang, dan Tahun 2010 menjadi 24 juta jiwa. Jumlah orang lanjut usia (lansia) di Indonesia menduduki nomor empat di dunia, setelah China, India dan USA. Di Indonesia, harapan hidup lansia rata-rata mencapai 72 tahun. Untuk perempuan sedikit lebih panjang, sehingga bagi yang telah berusia mencapai batas usia ini (72tahun) tentulah menjadi hal yang sangat penting dalam kita memahami sikap dan perilaku kelompok Lansia ini.

Pengalaman dalam mendampingi komunitas atau keluarga dengan keluhan orangtua yang berusia lanjut adalah, mereka merasa dilematis apakah merawat sendiri orang tua yang sudah sepuh atau memasukkan ke panti jompo.

Sering muncul konflik antara mereka dengan orangtua, antara mereka bersaudara kandung. Kadang satu sama lain saling mengklaim bahwa dirinyalah yang paling peduli orang tua, lainnya tidak, khusus pada beberapa keluarga justru pihak Lansia lah dipihak yang berkeinginan untuk tinggal di panti jompo.

Meninggal Di Usia Sepuh Adalah Hal Penting

Pasangan yang berusia 70-80 an memiliki kepastian yang lebih tinggi untuk ditinggal ( Meninggal lebih dulu ) oleh pasangannya dibandingkan mereka yang berusia 30-an. Namun bukan berarti kematian di usia 80an ini dirasakan sebagai sesuatu yang lebih mudah dan tidak menjadi hal yang penting.

Ditinggalkan pada usia Lansia jauh lebih sulit, sebab kemungkinan untuk menikah lagi sangat minim. Jadi kemungkinan merasa kesepian jauh lebih kuat. Ujung dari keindahan perkawinan bagi pria khususnya menjadi terasa kejam dan pahit. Saat isteri meninggal, para pria umumnya tidak bisa mengatasi kesendiriannya dengan baik, berbeda sebaliknya justru pada kaum wanita.

Ada beberapa hal menarik yang perlu ditangani oleh seorang terapis keluarga :

Ada beberapa pergumulan lansia menjelang meninggal dunia. Di antaranya, bagamana mengatasi berbagai kesulitan yang muncul, sebab dia seakan-akan merasa duduk di satu tempat di mana semua “Seperti KRL yang berhenti hanya sedang dan melaju dengan cepat meninggalkan sendiri di stasiun”. Ada juga fenomena dimana terasa sedang menunggu kematiannya : bayang bayang ( Orientasi ) pada anak dan mantu akan memperebutkan warisan. Karena pengkajian yang terjadi selama ini anak-anak kurang akur.

Pada umumnya ada kekhawatiran pada saat seorang ibu menikah kembali, keluarga akan tetap berjalan. Seorang ibu akan memastikan hal ini. Namun pada saat seorang ayah menikah kembali, keadaan keuangan menjadi tidak aman dan pernikahan seorang ayah akan meletakkan hambatan antara ayah dan anak-anaknya sebab ayah akan bergabung dengan keluarga isteri (baru) nya, adalah bagian yang terasa penting bagian perilaku lansia dan lingkungannya.

OW! YOI! Pernahkah terpikir bahwa salah satu keuntungan menjadi orang miskin adalah biasanya anak-anak Anda akan bersukacita saat Anda menikah lagi di masa tua. Dilain situasi anak-anak juga menghadapi keadaan yang sulit pada saat menemukan orangtuanya hidup sendirian, siapa yang akan mengurus. Saling menuduh antara anak akan timbul disini.

Konten diatas adalah hal penting yang kadang terkesan terlewat kita amati.

Sindrom lansia – Keluarga Merasa Banyak Kesulitan Saar Orang Tua Mereka Mulai Lanjut Usia.

1. Ortu mereka menjadi sangat khawatir akan kesehatannya padahal dia sehat-sehat saja, sebaliknya juga merasa anak-anak atau cucunya akan menjadi beban jika dilihat atau dirasakan kurang sehat seperti biasanya.

2. Menjadi suka dan terus-menerus berbicara tentang masa lalu, dan selalu menuntut perhatian untuk minta didengarkan. Sebaliknya tidak nyaman jika anak-anak atau menantu sebaliknya beberapa saat bercerita masa lalunya.

3. Orang tua mudah marah karena hal-hal sepele, cenderung kaku dan otoriter. Biasanya setelah orang tua mulai pikun barulah anak anak mulai menyadari bahwa maaf kita melihat dari sisi lain , yakni daya pikir / otak orang tuanya mungkin sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Mereka sadar perilaku orang tua yang mudah marah itu mungkin merupakan usaha dia mengatasi kesulitan tersebut, hal ini yang harus mampu untuk kita jadikan hal penting untuk menjadi konten bahasan di era globalisasi yang semua sebagai terbuka tanpa hambatan

▶ Next to OmahKEMASAN

©aiPIE2019
@MagLeMoe
KampoengKEMASAN.com
AIRkemasan.com

Membangun Kolaborasi Melalui Kemasan Karakter Ritel Produk Anak Negeri melalui UKM4Gallery

0

JAKARTA 04/03/2019, DJADOEL Tempoe Doeloe ritel-ritel sangat digemari dan digilai masyarakat luas. Banyak sekali masyarakat yang menghabiskan waktu dan uangnnya dengan berbelanja ke toko-toko dan tempoe doeloe DJADOEL ada istilah dan lagunya #JalanJalanSore (JJS)

Namun, baru-baru ini di salah satu media Journal terkemuka di New York sempat bertanya bagaimanakah nasib peritel era now dan prediksi Era Z generation kelak ? Apakah akan mampu bangkit kembali menjadi PusatLIPUTAN ? Pasalnya seiring kemajuan jaman saat ini banyak anggapan jika perusahaan ritel tergerus dengan maraknya bisnis online dan terbukti di realese Media Online terbesar di Indonesia 5 (Lima) Ritel Outlet besar ( Mall ) mulai sepi pengunjung . . .

Untuk memahami bagaimana peritel ini – akhirnya – beradaptasi dari dinosaurus ke digital di era Unicorn, mari kita back to ReUNI on Line dari masa lampau dari sudut pandang pengecer :

1. Tahun 80-an

Tahun 80an merupakan tahun di mana banyak perusahaan ritel bermunculan. Sejalan dengan itu, masyarakat pun langsung menggilai ritel-ritel yang berdiri saat itu.

Mengapa? Karena ritel-ritel menyajikan segalanya untuk kehidupan masyarakat. Pelanggan hanya perlu datang di sebuah toko yang luas dan mencari apa yang mereka butuhkan.

Seiring itu juga, para pengusaha mulai berlomba mencari tempat strategis untuk mendirikan bisnisnya. Ini adalah saat-saat menyenangkan.

2. Tahun 90-an

Pada periode ini, munculah sebuah situs kecil yang menjual buku online ( Amazon ). Meskipun menarik, namun saat itu kemunculan Amazon masih kalah pamor dengan perusahaan ritel dan toko toko yang sudah lebih dahulu berdiri.

Tapi di sisi lain, para perusahaan ritel dan toko yang sudah berdiri juga mulai mengawasi keberadaan Amazon ini. Pasalnya jual beli yang dilakukan lewat situs ini memiliki potensi untuk menyaingi para toko dan ritel yang sudah berdiri.

3. Tahun 2000-an

Pada periode ini, Amazon sudah sangat maju. Apalagi saat itu munculnya fenomena GADGET membuat usaha Amazon semakin berkembang.

Bahkan Amazon pun mulai mengembangkan penjualnya. Dari yang semula hanya menjual buku, kini Amazon menjual peralatan kebutuhan masyarakat lainnya.

Seiring berkembangnya Amazon, para toko-toko dan mall mulai ditinggalkan masyarakat. Masyarakat memilih untuk berbelanja lewat online karena lebih mudah simpel.

4. Masa Depan

Meskipun saat ini mulai tergerus dengan keberadaan online, namun pada masa depan, ritel dan toko-toko diprediksi akan kembali bangkit. Para perusahaan ritel dan toko-toko ini mulai sadar dengan perkembangan zaman dengan membuka situs-situs belanja lewat online juga.

Di sisi lain, perusahaan ritel juga melakukan inovasi-inovasi untuk kembali menarik pelanggan agar mau berkunjung. Dan hal tersebut akan terbukti ampuh, karena masyarakat mulai berbondong bondong datang kembali ke toko-toko milik mereka.

▶ Next to OmahKEMASAN

©aiPIE2019
@MagLeMoe
KampoengKEMASAN.com
AIRkemasan.com

KOEAS sebagai Kontekstual dan Orientasi dari 4E yang berfungsi sebagai Assessor System

Jakarta, 28/02/2019 ( Djadoel ) – Pendekatan kontekstual menjadi pilihan sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang selama ini dalam mengintegrasikan proses pemahaman konstruktivisme (contructivisme), bertanya (questioning), inkuiri (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian autentik (authentic assessment), yang dituangkan dalam media of print KAOS, BUKU, KARTU dan TAS dan dikemas dalam aplikatif QIOSK.

Sehingga E4KOEAS yang dituangkan sebagai Arti dari Kontekstual dan Orientasi dari 4E yang berfungsi sebagai Assessor System, diwujudkan dalam konten-konten pada KaosKOEAS, KartoeKOEAS, BookKOEAS dan juga TasKOEAS dikemas dalam aplikasi QioskKOEAS.

KOEAS Sebagai Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching & Learning – CTL) :

Karena melalui pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching & Learning – CTL) memiliki beberapa keunggulan, yaitu (1) Dapat menekankan pada proses keterlibatan secara persuasif sportif untuk menemukan materi, artinya proses pemahaman diorientasikan pada proses pengalaman langsung, (2) Mendorong agar dalam upaya pemahaman dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata, (3) Serta mendorong interaksi agar supaya materi pembelajaran dalam pemahaman dapat mewarnai perilakunya, oleh karena itu materi yang dipilih diarahkan kepada tema yang dapat menumbuhkembangkan kepribadian untuk membangun interkoneksi antara Teknologi, Edukasi, Budaya melalui Seni.

Karena metoda KOEAS dalam hal Kontekstual dan Orientasi dari 4E yang berfungsi sebagai Assessor System menggunakan media gambar / kreativitas serta inovasi dalam berorientasi pada model pembelajaran kontekstual ebagai media aplikasinya, sehingga tujuan dari KOEAS dapat meningkatkan penguasaan konsep KOEAS itu sendiri dalam hal memaknai sebagai Kolaborasi teknOlogi Edukasi dan budayA melalui Seni ( ART | AIR : Attitude Revitalitation Transformer | Attitutude through Integrity by Revitalitation )

Karena pada hakekatnya media off print yang dimaksud dapat memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengarkan, dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang, dan waktu yang hampir tak terbatas lagi.

Dan media KOEAS dengan E4KOEAS sebagai media pendidikan sekaligus media HUB percepatan sejalan dengan Lingkungan dan Pemberdayaan, sekaligus secara pararel sebagai alat bantu ( HUB ) yang memiliki ciri-ciri khusus dan keseharian ( Originally & Ordinary ), yaitu media pendidikan yang memiliki identik khusus dan memiliki tujuan sesuai artinya dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata raga, suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan dapat diamati serta dinikmati dan sebagai GAYA HIDUP dan tak lekang karena waktu – mulai era Djadoel hingga Era Z Generation dan diharapkan dapat bertahan sebagai Legendary Media Edukasi, Pemberdayaan, Lingkungan serta Percepatan yang digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pemahaman akan fenomena yang terjadi dan berkembang . . .

@ngaos4e | Djadoel.com
©aiPIE2019
.

HOAX-tra adalah metode kontroling penggunaan teknologi anak-anak sebagai pencegahan tanpa melanggar privacy dan kesenangan anak.

0

Jakarta 27/02/2019 – lesehanMOE • Dalam episode “Arkangel” dari seri populer Black Mirror, seorang ibu yang over protective memutuskan untuk menanamkan chip di otak putrinya sehingga dia dapat menggunakan tablet dan aplikasi untuk memantau semua yang dilihat dan dirasakan oleh gadis kecilnya. Sistem ini, awalnya dirancang sebagai aplikasi kontrol orang tua, memungkinkan ibu tidak hanya untuk melihat apa yang dilihat anaknya, tetapi juga memonitor emosi dan suasana hatinya, dan bahkan “memfilter” gambar yang dapat membahayakan dirinya, sehingga gadis itu melihatnya sebagai pixelated.

Tentang kegunaan aplikasi kontrol orang tua

Apakah Kita harus sampai perlu terlalu jauh untuk menanamkan chip, seperti yang terjadi dalam serial diatas ?

Karena untuk menganalisis sejauh mana kegiatan ini dapat dianggap pemantauan dan pada titik mana mereka berubah menjadi invasi privasi anak adalah sebuah inovasi dan kreativitas yang justru sudah harus dibangun saat kita memahami Era Now tak sama dengan era DJADOEL, karena teknologi tak bisa dibendung dan hadir setiap saat tanpa kita minta, karena sebaliknya inovasi dan kreativitas yang terus dipacu akan memasuki era HOAX dimana HOAX adalah bagian dari konten upaya dalam mengukur viralitas bukan semata vitalitas dari seseorang atau sebuah komunitas.

Saat ini, sudah banyak adanya aplikasi untuk memantau geolokasi, aplikasi untuk mengontrol konten yang dapat dilihat anak-anak di internet dan di TV, aplikasi yang memberikan akses ke mikrofon sehingga orang tua dapat mendengarkan suara yang terjadi di mana mereka berada, dan bahkan aplikasi yang merekam semua yang terjadi di layar melalui pengambilan video, tanpa harus menanamkan teknologi itu sendiri kedalam tubuh anak atau kita sendiri, karena sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Pencipta telah memberikan teknologi yang paling sempurna dan DIA Maha Tahu akan hasil karyanya sampai destinasi yang akan dituju dan dicapai oleh manusia sebagai mahluk ciptaanNYA yang paling sempurna.

Menilik alat ini yang mungkin tampak seperti solusi hebat untuk semua masalah yang mungkin dimiliki induk dari digital asli, satu hal yang pasti, tidak semua aplikasi kontrol orangtua bekerja sama, atau memiliki fitur yang sama. Inilah sebabnya mengapa penting untuk menganalisisnya dan memilih yang paling sesuai dengan nilai-nilai Keluarga serta Budaya sesuai dimana kita di takdirkan ( di Lahirkan – Takdir Illahi ) . . It’s INDONESIAku ! It’s NKRI ! It’s Nationwide !

Karena banyak alat yang pada pandangan pertama tampak sangat berguna bagi orang tua atau kita sebagai pengguna atau penggemar atau bahkan sekedar Visioner karena sebuah kebutuhan dan keinginan, yang pada akhirnya dapat menjadi invasif untuk Anak Negeri, dan ini akhirnya memicu reaksi yang berbeda dengan apa yang diharapkan orang tua dan kita semua sebagai seorang yang ingin menjadikan destinasi terbaik untuk anak Negeri tak semata anak kita sendiri.

Alih-alih karena semata merasa sudah terlindungi dan terkendali, anak mungkin merasa terjebak dan mulai mencari cara untuk melarikan diri dari kontrol ini dan membawa keinginan untuk mengakses dan mencari komunitas yang memiliki situasi yang sama . .

HOAX-tra sesungguhnya terletak kuncinya bukan tentang kontrol mana yang yang kita pilih, tetapi lebih pada percakapan ( KOMUNIKASI ) di sekitarnya, dan dalam menemani anak di dunia digital, sama seperti yang kita lakukan di dunia fisik. Karena semua HOAX adalah dibuat bukan lahir sendiri dan inilah yang perlu dikomunikasikan bukan dikomentari secara ‘Absurd’, sehingga sesuatu yang tidak jelas semakin luas ketidakjelasannya . . .
Tak semata “kabur” ( tak jelas ) tapi pada akhirnya “Bacuuut !” ( Istilah “Kabur – Lari / melarikan diri” anak-anak era now ) atau “Cabuut !” – era Tempoe Doeloe ( DJADOEL ) . . .

HOAX-tra adalah tentang mengajar mereka ( Saat ini tak semata Anak-anak namun juga sudah ada ABG (Angkatan Babe Gue yang juga dapat disebut kembali ke Anak-anak) karena GAPTEK yakni dengan melalui DIALOG ( atau era saat ini DIA LOE GUE (?) ) dan dengan dukungan alat-alat digital, apa bahaya dan risiko dari internet atau perangkat serta aplikasi yang terintegrasi di dalamnya.

Apa tanggung jawab mereka, apa yang harus dan tidak seharusnya mereka lakukan, dan bagaimana mereka dapat melindungi diri mereka sendiri, saatnya kita memaknai hakekat dari HOAX-TRA, karena saat ini terus berlomba antara PENCIPTAAN KARYA DIGITAL dengan PEMAHAMAN KARYA DIGITAL itu sendiri

Sehingga sebuah dilema diberangkatkan oleh kita sendiri dan kira-kira sudah harus bisa menjawab dimana destinasi yang akan kita capai . . .

Era digital adalah era dimana Era keterbukaan tanpa batas, dan tanpa kita sadari Nutrisi sebagai asupan kitapun memasuki era fenomenal dengan banyaknya penawaran yang
Nutrisi yang menjadikan banyak kekhawatiran akan dunia era digitalisasi saat ini.

Integritas Orang Tua & Anak-anak ( Young Orienting ) seputar apa yang dipikirkan anak-anak tentang keamanan online bersama – OW! YOI!

Hasil pantauan seputar teknologi yang diberikan kepada anak-anak dengan metode KOEAS, seputar apa yang mereka pikirkan tentang keamanan online? Apakah mereka melihatnya sebagai topik penting dan sama dengan orientasi yang dimiliki orang tua ?

Apa yang paling mereka takuti dari internet di era globalisasi serta transformasi saat ini ?

Pada saat ini fenomena yang timbul adalah banyak yang mengalami situasi yang tidak nyaman di dunia internet, namun belum dapat disampaikan secara komunikatif, dan sebenarnya yang paling utama mereka takuti dari internet / di era globalisasi dan transformasi era now adalah kekhawatiran seseorang mencuri kata sandi dan berpura-pura sebagai mereka, orang menemukan informasi pribadi tentang mereka, atau orang yang mengirim foto mereka ke kontak mereka ( dengan orientasi sesuai kepentingan si pengirim ).

Namun sebaliknya sesungguhnya yang menjadi fenomena dan mungkin menarik bagi orang tua / generasi yang lebih tua , sesungguhnya banyak generasi muda yang siap untuk berbicara dengan mereka / generasi orang tua tentang merawat dan situasi yang dapat muncul di internet serta kekhwatiran yang timbul diatas, dan inilah yang menjadi konten KOEAS, untuk menjadikan kegiatan Originally Woman ! Young & Older Integrity !
OW ! YOI! adalah sebuah aktifitas yang sangat ditunggu tunggu di era kekinian.

Saatnya Komunikasi secara terbuka dan siap untuk REBOOT semata mengurangi fenomena RIBUT yang terus berputar di sekitar era digital dalam membangun Digital Indonesia melalui Preventif Parenting Digital . .

• E4SEC is not just E4Secretary “coz E4Security through by QVAassessor being REBOOT

@maglemoe
©aiPIE2019
.

Antara Attitude dan Commuter Line

0

Naik kereta api tut tut tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama

Anda tentunya masih ingat lagu anak-anak “Naik Kereta Api” karya Ibu Sud yang terkenal , hampir setiap anak-anak hafal lagu tsb.

Bagaimana realitanya perkembangan alat transportasi kereta api di Indonesia , yang saat ini lebih sering disebut dengan Commuter Line ( KRL ) untuk lintas Jabodetabek dan untuk lintas antar kota tetap dengan sebutan Kereta Api, mari kita simak sedikit tentang perkembangan Industri Kereta Api di Indonesia.

Bicara tentang transportasi publik, kereta api adalah salah satu yang paling memiliki nilai sejarah berhubungan dengan Indonesia. Keberadaan kereta api di Tanah Air sudah ada jauh sebelum kemerdekaan. Dalam catatan sejarah, kereta api telah membantu mobilitas masyarakat bahkan sejak era kolonial, tepatnya pada masa Tanam Paksa.

Sejarah kereta api yang telah banyak memajukan kehidupan masyarakat di Tanah Air. Oleh karena itu, kini sempatkan waktu untuk menilik perkembangan kereta api Indonesia dari masa lampau hingga masa sekarang.

1. Tahun 1867, operasional perdana kereta api di Indonesia

Berdasarkan catatan sejarah, kereta api Indonesia pertama kali beroperasi untuk umum pada Sabtu, 10 Agustus 1867. Perjalanan perdana ini menghubungkan Desa Kemijen di Semarang Timur dengan Desa Tanggungharjo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui relasi Stasiun Samarang – Stasiun Tanggung.
Panjang lintasan saat itu mencapai 27 kilometer. Pada operasi perdana, kereta api ini singgah di Stasiun Alas Tua dan Stasiun Brumbung sebelum akhirnya berhenti di tujuan akhirnya. Pengoperasian kereta api perdana ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan militer dan mobilitas hasil bumi Belanda di Kota Semarang pada masa itu.

2. Jawa punya jalur transportasi terlengkap pada masa kolonial Belanda

Pulau Jawa merupakan kawasan Nusantara yang dapat dikatakan “paling dijajah” dibanding pulau lainnya. Selama masa penjajahan, pemerintah kolonial rajin membuka jalur kereta api di sepanjang Pulau Jawa untuk memudahkan mobilisasi hasil bumi dan keperluan militer.

Hal tersebut menjadikan Pulau Jawa punya jalur transportasi paling lengkap pada masanya. Kota-kota di Jawa terhitung sudah terhubung melalui jalur kereta api, bahkan jauh sebelum proklamasi diresmikan. Sementara itu, di masa yang sama pembukaan jalur kereta untuk Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, dan sekitarnya barulah sebatas rencana.

3. Tahun 1925, kereta listrik pertama di Tanah Air beroperasi

Teknologi kereta api listrik masuk di Indonesia pertama kalinya pada tahun 1925. Kereta api tersebut menggunakan lokomotif listrik seperti ESS 3201 dan beroperasi pertama kali di kawasan Jabodetabek. Elektrifikasi jaringan rel keretanya sendiri telah dibangun pada tahun 1923 oleh perusahaan Electrische Staats Spoorwegen (ESS) yang merupakan bagian perusahaan kereta api Batavia khusus mengelola sarana, prasarana, dan operasional kereta listrik.

Awal mulanya, kereta listrik pertama memiliki julukan “si Bon-Bon” atau “Djokotop”. Sepanjang tahun 1926 hingga tahun 1970-an, si Bon-Bon melayani relasi Tanjung Priok – Jatinegara (dulunya bernama Meester Cornelis) dan berlanjut melayani relasi Depok – Bogor (dulunya bernama Buitenzorg). Menariknya, pengoperasian kereta listrik di Jakarta pada saat itu menjadi salah satu tonggak bermulanya sistem transportasi massal modern di Asia.

4. Tahun 1953, dieselisasi meramaikan industri kereta api Indonesia

Perkembangan teknologi kereta api di Tanah Air selanjutnya tercatat di tahun 1953. Pada masa itu, terjadi dieselisasi di mana lokomotif uap beralih menjadi lokomotif diesel. Peralihan tersebut ditandai dengan datangnya lokomotif CC200 ke Indonesia dari Amerika Serikat.

Lokomotif produksi General Electric tahun 1953 ini menjadi kereta diesel elektrik dengan kabin ganda pertama di Tanah Air. Kereta ini juga berjasa mengangkut rombongan peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang terlaksana di Kota Bandung. Saat ini, lokomotif bersejarah tersebut menjadi salah satu koleksi unggulan Museum Kereta Api Ambarawa di Semarang.

5.Industri kereta api Tanah Air semakin berkembang di usia 1,5 abad

Saat ini, industri perkeretaapian Tanah Air sudah memasuki usia 150 tahun. Di usia sepuh tersebut, eksistensi kereta api kita malah semakin berkembang. Hal tersebut terlihat dari gencarnya pembukaan jalur baru di berbagai pulau di Tanah Air dan proyek peningkatan infrastruktur.

Setelah kita menyimak sejarah perkeretaapian di Indonesia , seharusnya kita juga berbangga dan patut bersyukur atas peningkatan yang terjadi. Di era inilah fungsi pemeliharaan , perawatan sangat penting peranannya. Karena secanggih-canggihnya peralatan yang tersedia jika tidak dibarengi dengan perawatan yang intensif serta pemeliharaan kualitas maka peralatan tsb akan mudah cepat rusak.

Tugas pemeliharaan dan perawatan ini sudah pasti dilakukan oleh pihak penyedia alat transportasi dan juga kepedulian daripada pengguna jasa transportasi ini agar tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya, sehingga pada saat penggunaannya terasa senang karena bersih , rapi dan nyaman.

Selain itu juga harus ada kerjasama yang baik diantara sesama penumpang kereta api khususnya Commuter Line, dimana jumlah penumpang sangat membludak terutama di jam-jam berangkat dan pulang kantor sehingga penuh sesak dan berhimpitan sehingga sangat tidak nyaman bagi penumpang terutama para wanita. Kiranya harus dibuat aturan lagi untuk tertib di dalam kereta api tsb sehingga tidak terjadi kepadatan penumpang dan ini menjadi perhatian daripada industri kereta api dalam mengatur jadwal-jadwal keberangkatan dan juga dari banyaknya penumpang.

Meski sudah diberikan warning tulisan untuk menjadi aware bagi para penumpang khususnya bagi para penumpang Pria yang seringkali banyak kita dapati tidak mau memberikan duduk kepada penumpang Wanita. Kiranya tugas daripada Polisi Kereta Api dapat diterapkan dalam hal ini untuk menertibkan penumpang. Dan kembali kepada hal attitude daripada person itu sendiri yang tidak mau memberikan duduk kepada pihak yang lebih membutuhkannya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjadi masukan untuk pihak Commuter Line, PT.KAI dan juga bagi para Pria yang kurang wise terhadap lingkungan sekitarnya, terutama ketika di dalam Commuter Line hendaknya memberikan duduk prioritas kepada yang lebih membutuhkan , termasuk kepada Lansia, Wanita dan Anak-anak.

Mari bersama menjadi pribadi yang lebih baik dan menyenangkan orang lain dengan perilaku atau attitude yang prima. Ciptakan suasana nyaman dan damai.

Source : AKLI , Dok.KAI, berbagai sumber.
@maglemoe being QVAassesor
.

AYO ( Attitude through Young Orienting )

0

Jakarta 23/02/2018 – AYO ( Attitude through Young Orienting ) menjadikan Sinerji dan Enerji terintegrasi melalui Keluarga & Budaya dalam membangun Originalitas dan Ordinari Generasi Z sebagai implementasi konten Go Young Ukm4gallery ( GoYOUNGukm ) sebagai salah satu implementasi dari RoadMap ( Indonesiaku DIGITAL Nationwide ).

Fenomena peningkatan jumlah penduduk usia muda ( Young Generation – Zgeneration ) sebagai usia produktif ( Bonus Demografi) yang secara signifikan dapat dikatakan sebagai BIOgeneration tak semata BIOsystem atau BIOenergy, karena sesungguhnya selama ini sudah sepatutnya jika kita berharap generasi muda saatnya memberikan kontribusi lebih bagi perekonomian domestik melalui khusus nya Digital Education Environment & Empowerment through Energizing.

Dengan membandingkan dibeberapa negara tetangga Indonesia, selama ini bonus demografi ( Pertumbuhan Ekonomi Generasi Muda ), interaktif Intermoda transportasi dalam hal Hub digital dalam artian Intelegency transformer belum bisa dimanfaatkan dengan optimal.

Dalam event kick off meeting sensus penduduk 2020 beberapa waktu lalu, adanya data terkait bonus demografi yang selama ini belum bisa teroptimalkan dengan baik. Hal tersebut, tercermin dari masih adanya pengangguran di usia muda atau sebaliknya adanya Wrong Placement – Easter Placement ( Telah bekerja namun tidak sesuai dan tidak optimal – stugnant ).

Masih banyak pengangguran usia muda, terutama di pedesaan, sehingga perlu adanya DESA Windows Streaming dalam hal Desa / Kampoeng yang interaktif. Ini adalah bagian dari QVA ( Quorum Value Attitude ) di era milenium yang menjadi tantangan ( Opportunity Orienting ) kita, sehingga tidak akan menjadi Doubt dalam hal pemahaman Imvolment Emphaty dalam hal pengelolaan bonus demografi yang dikhawatirkan justru berubah menjadi blunder karena tidak tersedianya Link & Macth antara Attitude dan Accessesor dalam membangun Character Attitude Integrity through Personality by Imvolment Emphaty diantara Older & Young Community.

Sesuai data Kementerian PPN/BAPPENAS memperkirakan, puncak bonus demografi pertama akan terjadi pada 2034. Pada periode tersebut, bonus demografi diharapkan bisa memberikan kontribusi sebesar 0,22% poin terhadap pertumbuhan ekonomi nasional khususnya melalui kegiatan Industri Kreatif serta Integritas antar DESA & Kampoeng Indonesiaku !

Tidaklah mudah Tanpa adanya dukungan data seismic yang dimulai dengan keakurasian data dalam hal sensus penduduk yang berjalan, karenanya pemerintah memerlukan rumusan dan kebijakan dalam hal Digital Nationwide Integrator untuk mengatasi hal tersebut. Apalagi, ada beberapa catatan yang harus dilakukan, agar bonus demografi terus berlanjut.

Saatnya sumber daya manusia sudah mulai memahami hakekat dari Qualty Attitude through Integrity by Personality Integrator Energizing, agar lebih produktif dan berdaya saing. Apalagi saat ini era ekonomi menuju revolusi industri 4.0 yang berbicara otomatisasi, digitalisasi yang berpengaruh signifikan terhadap pengurangan tenaga kerja.

Pergeseran Trend Ekonomi Digital dan Berbasis Platform Based adalah peluang yang dapat menjadi kenistaan dan menjadikan Indonesia digital nation tak semata dalam hal produktivitas namun juga utamanya adalah Nationwide Destination Orienting !

Realita yang kita hadapi saat ini, dapat disaksikan mulai banyaknya datang wirausaha baru yang menggagas cara- cara dan platform baru. Dari peradaban industri ke peradaban digital, dari perusahaan menjadi platform.

Gejala- gejala perubahan besar tersebut sudah mulai nampak. Jika kita coba menilik salah satu contohnya pada perubahan industri atau bisnis transportasi, dimana perkembangan transportasi umum berbasis aplikasi atau online dapat membawa dampak yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia, namun perlu kita uraikan secara seksama tehadap Quality Attitude yang terbangun pada setiap Personality Integrator yang ada.

Karena pertumbuhan ekonomi bisa ditopang oleh sektor yang kini semakin berkembang dalam penyerapan tenaga kerja, dalam asumsi sekitar 43 persen dari mitra pengemudi jasa transportasi online yang disurvei oleh salah satu perusahaan surveyor, dimana sebelumnya tidak punya pekerjaan. Dan ini menjadikan konten dalam Integritas Quality Attitude pada serupa Personality nya.

Tidak sedikit dari para pimpinan pengusaha konvensional tersebut yang tetap masih mencari argumentasi tandingan sehingga seakan- akan kemunduran usahanya bukan diakibatkan oleh kelalaiannya merespon dengan aktif dan cepat perubahan era yang terjadi.

Jika kita mengambil salah satu contoh lain perusahaan digital yang sudah berorientasi platform ( Taksi Online ), diimana dengan isu Big Data, mereka dapat memetakan perilaku konsumen terhadap jasa transportasi hingga delivery produk- produk yang ditawarkan secara online. Secara perlahan namun pasti mereka mulai memindahkan mindset perusahaan selama ini yang terfokus pada product-based menjadi platform-based.

Dominasi Generasi Millennial Dalam Bisnis Ekonomi Kreatif dan inilah yang saat ini menjadikan dunia internet tidak hanya mengubah gaya hidup, tapi juga peradaban dan generasi. Melalui teknologi digital, generasi millennial tumbuh kreatif, berinovasi, dan membentuk ekonomi Indonesia dan saatnya. Attitude through Young Orienting perlu menjadi pengawalan secara tepat dan memiliki konten yang lebih tepat dalam tercapainya Originally & Ordinary Destination.

Bisnis ekonomi kreatif sedang menjadi trend khususnya untuk anak muda, karena jenis usaha kali ini mengedepankan inovasi maupun pembaruan terhadap bisnis yang sama sebelumnya. Untuk itu banyak anak muda khususnya generasi milenial yang tertarik menggeluti industri kreatif.

Dalam laporan Badan Ekonomi Kreatif tahun 2017 tercatat, saat ini kaum millenial atau yang akrab disebut dengan era now, semakin ulet dalam mengembangkan dunia usaha khususnya industri kreatif seperti, kriya, kuliner, maupun fashion dimana yang kita sebut sebagai FAQ ( Fashion Agrobisnis & Quliner ) sehingga E-LIFESTYLE • QULINARYstyle saatnya sudah sangat perlu di integrasikan dengan HEALTHY Style khusus melalui Mentoring terkait Mentalitas dan Attitude melalui bidang Pemberdayaan dan Pengembangan SDM ( Salah satunya bidang Edukasi dan Psikologi ) sejak dini, karena dampak dari era now sangatlah terasa menjadi bagian yang saat ini menjadi fenomena dalam hal VICTIM Cause

Saat ini generasi milenial mendominasi bisnis kreatif di Indonesia, dengan rata-rata 80% dari 1,6 juta industri kreatif yang ada, karena para pelaku ekonomi kreatif rata – rata dalam usia 20 sampai 40 tahun dengan berbagai macam bidang usaha yang mereka geluti.

Pada tahun 2017 saja ekonomi kreatif menyumbangkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebanyak 9% cukup banyak, mengingat bisnis ini merupakan industri baru yang dikemas dengan baik melalui tangan generasi milenial. Sedangkan 70% pangsa pasar industri kreatif ada di kriya, fashion, kuliner sebab ketiga sektor tersebut mempunyai pangsa pasar yang besar khususnya anak muda sebagai bidikan utama para pelaku ekonomi kreatif. Selain itu untuk sektor prioritas yang mempunyai mutliplayer effect cukup besar yakni dari Musik, Film, Aplikasi dan Game.

Pada konten Aplikasi dan Game inilah memiliki celah yang sekiranya perlu pendampingan dalam hal Preventif Parenting Digital sejak dini serta menjadikan Assessment dan Mentoring sudah perlu diikutsertakan.

Seperti kita ketahui, hingga awal tahun 2018 industri musik dan film sangat maju, karena industri tersebut dapat meraup keuntungan sangat besar terlebih jika lagu ataupun film disukai masyarakat sehingga penjualannya laku keras dipasaran.

Mulai 2018 hingga 2019 sebagai tahun politik, berdasarkan data yang dipublish BEKRAF dapat di estimasi bahwa ekonomi kreatif akan tumbuh 5% karena gegap gempita masyarakat Indonesia yang akan memilih pemimpin baru, dan beberapa industri kreatif seperti advertising serta kriya yang diperkirakan meningkat drastis. Sudah seharusnya para pelaku industri kreatif untuk lebih jeli melihat peluang yang ada, diharapkan tahun politik bisa menjadi momentum bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin.

Beberapa upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha dan tenaga kerja khususnya sektor ekonomi kreatif adalah dengan melakukan pelaksanaan gerakan hidup sehat, selain memperkuat pelatihan dan pendidikan vokasi juga diperkuat dengan adanya QVAassessor.

Selain juga adanya upaya yang terus mendorong investasi di bidang pengembangan produk tabungan, deposit, saham, dan investasi jangka panjang lainnya, peningkatan efisiensi dan kemudahan investasi, pengembangan instrument pembiayaan pembangunan, dan sistem pensiun yang berkesinambungan yang semua ini tidak semata hanya memudahkan namun juga perlu dicermati dampak sosial nya.

Karena jika pemerintah mentargetkan pada tahun 2045 manusia Indonesia unggul, berbudaya, serta menguasai pengetahuan dan teknologi saatnya secara parsial adanya Mentoring dan Assessor pada SDM generasi millennial yang berdaya saing global.

Sebagai digitalized economy country, Indonesia memiliki inclusive growth yang baik. Indonesia dinilai dunia memiliki banyak program dan kebijakan yang baik, yang dapat dijadikan showcase untuk menginisiasi negara-negara di dunia, terutama dengan tersebarnya di 80ribu Desa atau Kampoeng – inilah saatnya GoYOUNGukm melalui Ukm4gallery dan pemahaman hakekat OW! YOI! saatnya AYO memahami hakekat QVAassessor melalui salah satunya media hub yang interaktif yakni Mag LE’MOE !

• @maglemoe through DJADOEL.com by BICOOLE.com
©aiPIE2019

Membangun Karakter Bangsa di Era Milenial ( Character through Integrity Empowerment by Personality Imvolment Energizing )

0

JAKARTA 23/02/2019 ▪ PusatLiputan.com – Arus Digital yang lebih akrab dikenal Era Now ( Milenia ) sungguh menjadi era fenomenal dan banyak hal yang dapat “menarik” yang mengalir dan tanpa dapat ditolak terus memasuki segala aspek dalam kehidupan masyarakat dewasa ini.

Budaya Milenia menjadikan gaya hidup ( E-Life style) yang merupakan dampak paling kentara akibat fenomena yang tanpa disadari menjadi keseharian ( Ordinary ) walaupun belum tentu Original . Globalisasi sendiri diartikan sebagai proses mendunianya seluruh kehidupan sosial, ekonomi, politik hingga budaya antara satu negara dengan negara lainnya hingga seluruh dunia dinyatakan tidak memiliki ‘batas’ alias borderless. Dan inilah yang menjadikan era tanpa batas menjadikan era milenia menjadi era fenomenal.

Berbagai konten yang masuk dengan bebas tanpa dapat dicegah, integrasi dengan berbagai aspek & permasalahan tiap negara dengan mudahnya terserap baik diminta atau dengan mudahnya melalui fasilitas notifications yang masuk melalui internet, media sosial, maupun aplikasi berbasis internet lainnya dalam satu perangkat yang disebut gadget ( termasuk aneka Games termasuk di dalamnya ).

Saat ini menjadi konsumsi dikalangan generasi muda Indonesiaku sehingga dapat juga disebut sebagai generasi gadget atau yang sering dikenal seperti yang sudah disebut diawal artikel ini yakni sebagai generasi milenial atau Era Now !

Bagaimana menyikapi derasnya arus teknologi yang semakin pesat berkembang dan akhirnya menggilas waktu kita untuk menggeluti hal ini, siap tidak siapnya kita dalam menerima arus gadget mania ini harus tetap dibuat batasan-batasannya pada diri kita masing-masing , agar tidak tergilas derasnya arus informasi via gadget. Bijaklah kepada diri kita sendiri untuk memilah derasnya arus informasi dari gadget yang kita miliki. Ingat saat ini… the world is in your hand.

Secara meluas kalangan remaja Indonesia telah mengenal dan menggunakan akses internet dalam keseharian mereka yang sudah menjadi gaya hidup ( E-Lifestyle ). Dan yang menjadi fenomenalnya adalah pada kenyataannya kebanyakan dari mereka belum mampu untuk memilah antara aktivitas internet yang bersifat positif dan negatif, serta cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial mereka dalam penggunaannya.

Inilah yang saat ini sudah menjadi kekhawatiran serta sudah masuk pada tahapan keluhan masyarakat akhir- akhir ini, hingga telah memasuki Fenomena Mental Cause tak semata Generasi muda bangsa juga para pendahulu yang seharusnya menjadi komunitas yang terintegrasi baik secara Sinerji atapun Enerji yang persuasif supportif dalam menunjang kemajuan bangsa, namun saat ini justru muncul berbagai perilaku kesehariannya yang mengesampingkan etika dan moral. Waktu demi waktu terus berlalu, namun dampak yang ditimbulkan arus globalisasi kian marak dalam budaya anak muda saat ini.

OW! YOI! ( OW – Originally Woman through Young & Older Integrity ) saatnya kita yang sebagian besar masyarakat khususnya wanita sebagai komunitas terbesar selain anak muda yang di era milenia ( era now ) telah terpengaruh oleh budaya barat yang dijadikan sebagai ‘kiblat’ setiap perilaku mereka, sehingga hilanglah sudah identitas dan jati diri mereka sebagai Bangsa Indonesia, yang memiliki konsep Keluarga & Budaya yang tentunya memiliki perbedaan semata INDONESIAku adalah Negeri Young Kaaffah semata Ridho Illahi ( Hakekat NKRI ) sangatlah perlu berkaca dari permasalahan yang terjadi, maka AYO ! sudah saatnya kita bersegera melakukan upaya-upaya yang dapat membangun karakter bangsa khususnya dalam hal budaya di Era Milenial ini ( Character through Integrity Empowerment by Personality Imvolment Energizing ).

Melalui konten 4E ( Education, Environment, Empowerment & Energizing ), adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan – melalui proses pendidikan ( Reference through by : Pola & Model yang diterapkan di sekolah-sekolah. Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa, “pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak )” – Dengan dikemas melalui 4E diatas diimplementasikan dengan Model & Modul KOEAS ( Kolaborasi teknOlogi Edukasi budayA melalui SENI (ART) ) adalah bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup Anak Negeri INDONESIAku !

Karenanya yang perlu ditingkatkan adalah pemahaman tentang Nation Character ( Karakter Bangsa ) termasuk didalamnya adalah tentang Budaya & Keluarga. Karena pembentukan karakter seseorang juga terpengaruh dari budaya keluarga dan lingkungan sosialnya.

AYO! Kita bersama membangun QVA dalam menilai dan mengimplementasikan pesan yang didapatkan dalam pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peranan yang besar dalam membangun karakter bangsa Indonesia, dan dengan percepatan yang terjadi di era milenia saat ini perlu sudah waktunya penambahan sinerji & enerji edukasi dengan pemahaman Lingkungan, Pengembangan SDM serta mengimbangi Percepatan.

Dan yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah apakah proses pendidikan di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya pembangunan karakter bangsa? Sehingga terkesan tergolong Djadoel ? AYO saatnya INDONESIAku ZILAU tak semata sebatas menjadi Pusat Liputan melalui UKM4Gallery & DESA.ws

Sehingga terkesan sampai saat ini pendidikan di Indonesia merupakan pendidikan yang masih berorientasi pada penyampaian teori daripada penerapannya dalam kehidupan. Sehingga tidak ada keseimbangan antara IPTEK dengan akhlak atau perilaku generasi muda, saatnya kita memahami hakekat QVAassesor sebagai pendampingan baik dari sisi Edukator, Siswa termasuk Keluarga dan Budaya.

Seiring berjalannya waktu, dimana generasi muda sudah saatnya siap bersama dengan generasi “Djadoel” yang saat ini justru lebih mudah terpengaruh oleh arus globalisasi yang melunturkan perilaku-perilaku kebangsaan mereka ( Tak sebatas Generasi Mudanya juga di lingkup Generasi ‘Djadoel’, padahal ilmu yang diberikan baik di sekolah maupun di kampus tergolong semakin berat dan mulai bersaing dengan ilmu yang berada di luar sana. Keseimbangan diantara berbagai pihak ( OW! YOI! ) saling Bersinerji & Berbagi Enerji yang mana keduanya ( Aspek Teknologi & Budaya ) dapat diserap dan diperoleh generasi muda yang didukung bersama generasi-pendahulunya untuk tercapainya kecerdasan serta bermartabat ( Attitude ) yang siap memajukan bangsa dengan model Emphatically.

Dengan menyimak elemen pokok dalam pendidikan yaitu aspek-aspek affective, cognitive, dan psychomotoric saatnya PHISYCHOMOTORIC melalui Phisycolog Endorsement untuk mengimbangi dan mengatasi kesenjangan Mental Cause yang muncul akibat belum siapnya para generasi muda bahkan lingkungan terdekatnya ( Keluarga serta Komunitas sekitarnya )

Disaat inilah semakin pentingnya peran ilmu psikologi / kejiwaan dalam menghadapi semua permasalahan yang timbul akibat daripada efek gadget mania. Karena sangat dashyatnya efek mental seseorang pasca aktifnya orang tsb di dumay ( dunia maya ) atau seringnya orang tsb berselancar di internet, tetap membawa dampak psikologis kepada orang ybs dan lingkungannya.

Ingat jangan anggap hal sepele bahwa semakin pesatnya kemajuan iptek harus diselaraskan dengan peran ilmu psikologi dan agama agar dapat mengantisipasi side effect gadget mania.

Aspek kognitif yang diharapkan dalam program QVAassesor sekaligus juga mulai dengan akan menghadirkannya kembali Media yang berorientasi E4Secretary ( Aktivitas Secretary dengan konten 4E – bagian dari BookKOEAS – dari Modul KOEAS ) diharapkan dapat menghasilkan kemampuan peserta QVAassesor kelak untuk menyampaikan kembali materi atau ilmu pengetahuan yang didapatkannya melalui konten yang diberikan serta tak semata menyerap namun juga memahami untuk mengelola dan mengembangkannya dan selanjutnya dalam tahapan-tahapan Penerapan, Analisis, mensintesis, dan Evaluasi hasil Mentoring yang didapat / dikelola bersama.

Tentunya aspek afektif ( affective ) dikaitkan dengan bagaimana sikap dan cara peserta QVAassesor dapat menilai dalam menerima konten yang ada sebagai MediaHUB, dan sudah dibarengi aspek psikomotorik dengan adanya keikutsertaan aspek psikologi sebagai kompetensi dalam menerapkan konten-konten yang terdapat dalam QVAassesor modul dan model dalam MediaHUB yang ada yang kelak menjadikan MAG LE’MOE sebagai afektif Brain Awareness HUB content.

MAG LE’MOE adalah Magazine LESEHAN MOE, yaitu LESEHAN ( LEmbar SEHat Anak Negeri, Lembar Edukasi Seputar Energi Hijau Anak Negeri ) & MOE ( Management of Emphaty ) yang menginspirasi dan mengajak bangkitnya kepedulian terhadap keberlangsungan eksistensi Anak Negeri Indonesia ( Masyarakat Bangsa Indonesia ).

Dalam memberikan pemahaman mulai dari Keluarga dan Budaya adalah bagian utama dalam pembentukan karakter bangsa dan harus terus dikembangkan nilai-nilai yang pada intinya sudah pada tahapan memahami BUDAYA MALU pada diri komunitas QVAassesor melalui pembelajaran pada Mata, Hati, Telinga, Otak dan Fisik dimana kali ini sudah diharapkan akan pemahaman TEKNOLOGI adalah Teknik Olah Otak dan Logika dengan Model dan Modul KOEAS.

Keterkaitan dalam hal ini, konten LAYANG GURU sebagai bagian dari Model dan Modul Guru maupun komunitas Pendidik lainnya merupakan interaksi konten dan media HUB yang sesungguhnya adalah berfungsi /berkedudukan sebagai fasilitator yang memiliki peran untuk membimbing komunitas QVAassesor hingga mampu secara aktif mengembangkan potensi dirinya, serta mengembangkan proses untuk berbagi pengetahuan dengan sekitar sehingga ilmu yang diserap dapat diterapkan pada orang lain dan lingkungan sekitar.

Lebih pentingnya lagi apabila dalam penerapannya juga dilakukan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian dalam bergaul di lingkungan masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan bermartabat sehingga hakekat Edukasi, Lingkungan, Pemberdayaan dan Percepatan ( 4E : Education Environment Empowerment Energizing ) ini berjalan saling bersinerji dan juga memberikan Enerji dalam bentuk Character Attitude Imvolvement through Personality Integrity by Emphaty ( CAIpie ).

Filosofi CAIpie ( baca CAI pie = CAI pay , CAI piye ) adalah CAI dalam arti bahasa Sunda yaitu AIR, sedangkan pie ( dibaca piye , arti dalam bahasa Jawa = bagaimana ? ), sehingga yang dimaksudkan adalah AIR nya bagaimana ? Bagaimana jalannya AIR ? Adalah gambaran Bagaimana Hidup kita ini ? Bagaimana mengelola hidup di dunia dan di akhirat nanti ?

Banyak orang berkata biarkan seperti air mengalir, let it flow … justru seharusnya kitalah yang mengatur dan mengelola bagaimana arus air itu sebaiknya mengalir dengan baik dan benar.

Hakekat pada dasarnya pendidikan yang juga dimulai dari Keluarga, dalam memahami hakekat budaya sebagai Nationwide Character ( Karakter Kebangsaan ) sebaik-baiknya dapat dimaknai sebagai konten yang mengembangkan nilai – nilai budaya dan karakter bangsa pada diri QVAassesor itu sendiri sebagai warga negara yang religius, nasionalis, dan kreatif sehingga dapat mewujudkan kemajuan dan keunggulan bangsa di masa mendatang dengan dimulainya adanya Integritas antara generasi DJADOEL dengan YOUNG generation secara Awareness yang di bangun dengan Attitude through Young Orientation sehingga akan terus tumbuh kembang AYO !

Dimana Funding Father telah memberikan pernyataan bahwa bangsa Indonesia merupakan kesatuan seluruh wilayah dan hati Bangsa Indonesia serta kepercayaan diri bangsa Indonesia yang tinggi sehingga mampu menjadi bangsa yang patut dibanggakan.

Berkaca dari pendapat yang telah dikemukaan oleh beliau, maka solusi yang paling tepat dalam membangun karakter bangsa di era millenial saat ini adalah dengan membangun dan menata kembali ( REVITALITATION ) karakter dan watak bangsa Indonesia sendiri dengan terus melakukan pengembangan diri untuk menerapkan pendidikannya di masyarakat dan selalu didampingi dengan kegiatan REINVENTARISASI secara system . . .

Disinilah diharapkan Kreativitas dan Inovasi yang Original dan Ordinary yang terkait dengan lingkungan untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan karakter bangsa yang religius, nasionalis dan kreatif sehingga saat ini menjadi Trend sebagai INDUSTRI KREATIF !

AYO ! OW ! YOI ! saatnya kita bangun sinerji dalam pemahaman yang termasuk di dalamnya pada 80ribu-an DESA / KAMPOENG, yang tentunya memiliki DIALEG / Bahasa serta Kebudayaan di setiap daerah adalah sangat mungkin dan seharusnya dapat dijadikan salah satu sarana yang efektif dalam penyampaian ilmu di masyarakat. Pendidikan ‘luar kelas’ pun juga dapat diterapkan agar peserta didik tidak terpaku pada hafalan materi yang ia dapatkan, selain disajikan beberapa studi kasus atau menganalisis langsung suatu permasalahan dalam masyarakat kemudian diterapkan dalam proses kehidupannya juga dapat diberikan dalam bentuk MEDIA OFF PRINT yang telah termasuk dalam Kemasan KOEAS ( BookKOEAS, KartoeKOEAS, KaosKOEAS serta QioskKOEAS ) sebagai inovasi kolaborasi yang Original dan Ordinary !

Dan juga perlu diperhatikan secara cermat penerapan yang dilakukan haruslah sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat dari setiap komunitas yang terbangun di dalamnya atau interaksi yang ada pada dan dari 80 DESA / KAMPOENG, dan disinilah peran dari kaum cendekiawan sangat diperlukan untuk meningkatkan pendidikan dan karakter bangsa yang lebih inovatif kedepannya untuk memajukan Bangsa Indonesia.

AYO ! OW ! YOI ! bersegera mewujudkan generasi milenial ini bukanlah semata sebagai generasi gadget mania, melainkan sebagai generasi pembangun karakter bangsa yang siap memajukan Indonesia dengan tak melupakan hakekat QVA atau CAIPIE itu sendiri sebagai Quality Value of ART serta Character Attitude through Imvolvement by Personality Integrity by Emphaty !

@djadoel4e l @maglemoe l @ngoewas4e
©aiPIE2019

Popular Posts

My Favorites

Simple Things Makes Me Happy

Remember, a Jedi can feel the Force flowing through him. I can't get involved! I've got work to do! It's not that I like...

Back On The Road

The Glamour Gift Guide

Back To Basics

Banner1
Chat via Whatssapp