Banner1
Home Blog

Ayo Berani Menulis & Mencoret Bangun Sinerji & Enerji

0

Jakarta 14/09/2019 • AYOKOEAS.INDONESIAKU.net – Mulai hari pertama di bulan September hingga 26 hari ke depan setelahnya Oxfam Great Britain (GB) mengadakan kampanye #SecondHandSeptember di media sosial Instagram dan Twitter. Mangangkat tagline “saying no to new”, organisasi nirlaba ini mengajak warga dunia untuk hanya membeli pakaian bekas, vintage, thrift, atau hasil daur ulang untuk mengurangi konsumsi fesyen yang memberi masalah terhadap keberlangsungan lingkungan dan penghuninya. Setiap minggu akan diundi satu orang pemenang beruntung yang mengikuti kampanye ini dengan cara mengunggah foto pakaian “saying no to new” kesukaannya.

Pemilihan isu dalam kampanye itu memang penting dan sudah seharusnya menjadi perhatian oleh masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Namun yang tidak kalah krusial adalah bagaimana semua orang dapat melihat hubungan aspek ekologi dan ekonomi politik yang terjadi di belakang industri fesyen khususnya fast fashion sebagai penyumbang kerusakan lingkungan yang utama di sektor industri tersebut.

Dalam waktu dekat akan diadakan sebuah kegiatan Pameran Seni & Budaya dengan Tajuk REKONSILIASI oleh komunitas Seni & Budaya (  Adhicipta Art Community ) yang memilki anggota komunitas beragam dari berbagai unsur, adalah sebuah rekonsiliasi kegiatan seni dan budaya yang tidak dapat dipandang sebelah mata, karena di dalam kegiatan ini banyak terlibat para pihak yang terjun di bidang edukasi, lingkungan, pemberdayaan masyarakat termasuk dalam percepatan pembangunan daerah serta bidang lain yang tergolong peduli terhadap pentingnya integritas baik dalam hal seni, budaya serta yang utama adalah pemberdayaan akan karya Anak Negeri untuk mendapatkan keutuhan NKRI termasuk juga keutuhan dari kedaulatan negeri ini melalui seni dan budaya itu sendiri.

Dengan maraknya fenomena serta gaya hidup dan sudah menjadi sebuah kebutuhan atau permintaan untuk fast fashion dari sisi konsumen pada pembuka konten artikel ini , maka rantai kerusakan lingkungan oleh industri fesyen akan terus berlanjut. Apalagi dalam konteks masyarakat yang terintegrasi dengan sistem kapitalistik global, budaya konsumtif telah mengaburkan kesadaran kita untuk mengaitkan perilaku konsumtif khususnya dalam hal konsumsi pakaian dengan sumbangan pola produksi pakaian cepat, banyak, murah dan sekali pakai terhadap keberlanjutan kelestarian lingkungan.

Penyelesaian persoalan lingkungan bukan lagi hanya tentang mengatur perilaku individu per individu dalam berinteraksi dengan lingkungan, melainkan perlu memutus campur tangan sistemik dari kerja kapitalisme modern yang turut menentukan dan membentuk perilaku individu yang bersifat destruktif terhadap lingkungan untuk menguntungkan segelintir orang saja. Konsumen harus lebih kritis dan selektif lagi agar tidak membeli pakaian-pakaian baru tanpa pertimbangan utilitas dan memperhatikan komitmen merek yang memproduksi pakaian kesukaannya terhadap biaya sosial dan penanganan limbah hasil sampingan dari proses produksi.

Semoga program dan kegiatan REKONSILIASI PAMERAN SENI & BUDAYA yang menghadirkan karya dari lebih kurang 24 Pelaku dan Pegiat Seni & Budaya Indonesiaku ini yakni antara lain : Hartati Tjahyono, Mozes Misdy, Adji Djojo, Anny Djon, H.Winarno, Supi’ie, Suleman, Thoyib Tamsar, Maria Novita, S. Pandji, Nuniek Silalahi, Lis S Toyo, Dinar, M Fauzi, Cak Kandar, Q Sakti Laksono, Her Roesmadhi, Iwan Mas’ud, Nunung Bakhtiar, R Nagayomi, Wadji Iwak, Laras, Ida Fitriyah dan AJS. Noegroho Soerjonegoro, yang akan digelar pada tanggal 16 s/d 20 September 2019 di Galeri Prabangkara Jln . Genteng Kali 85 Surabaya – Jawa Timur yang direncanakan akan dibuka oleh DR.H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. diharapkan adalah Momen yang menjadi titik awal bagi rekonsiliasi terkait pemahaman akan pentingnya dan perlunya disegerakan akan pentingnya Kolaborasi teknOlogi Edukasi budayA melalui Seni, sehingga menjadikan transformator bagi minimal 777 ( Tujuhratus Tujuhpuluh Tujuh ) desa di Jawa Timur dan sebuah program yang nantinya dapat menjadi bagian dari rekonsiliasi di kurang lebih 80.000’an ( Delapanpuluh ribuan) Desa di Indonesia, layaknya kerajaan Madjapahit dengan Gajah Mada nya mampu menjadi pemersatu NUSANTARA, dan saatnya komunitas Adhicipta Art Community ( AAC ) menjadi PENA MAS bagi Anak Negeri INDONESIAKU melalui Teras Seni & Jendela Budaya Indonesiaku !

REKONSILIASI sebuah kegiatan Seni dan Budaya di Galeri Seni Prabangkara yakni salah satu Galeri Seni dan Budaya di Kawasan Kota Surabaya ini, diharapkan dapat juga menjadi bagian dari pada sebuah gagasan kegiatan komunitas yang saat ini sedang terus berkembang di era teknologi dan media sosial yang sedang marak, serta mulai menjadi fenomenalnya sebuah aktivitas kegiatan online daripada komunitas lain yang juga terkait dengan kegiatan Seni dan Budaya ini, yakni Komunitas Alumni serta juga komunitas yang tentunya perlu menjadi ‘Layang Guru’ untuk kita semua yakni Komunitas Pengajar serta Motivator yang terus menjadi bagian yang tak terlepaskan dalam perkembangan dan gaya hidup serta fesyen dari Anak Negeri.

Sehingga menjadi sebuah kegiatan yang tak semata Rekonsiliasi Seni dan Budaya, namun menjadi ajang rekonsiliasi Teknologi, Edukasi, Budaya serta dan melalui Seni bagi Anak Negeri dan juga lingkungan sekitarnya terdekat mulai dari Keluarga serta kelak akan memasuki etika berbudaya tentunya sebagai pelaku kreativitas baik melalui seni murni dan seni tidak murni yang terus berkembang dan tentunya diimbangi dengan dampaknya terhadap lingkungan yang ada disekitarnya…

Kegiatan Seni & Budaya dengan tema REKONSILIASI ini menjadi penting dan juga menghadirkan banyak harapan terutama di era digital atau era yang penuh disrupsi saat ini sedang melanda Negeri Tercinta INDONESIAKU ! Karena di luar lingkaran Seni dan Budaya, tentunya tidak banyak karya yang dapat dipahami oleh orang lain yang dengan nalar dapat mudah menggugat dan mengandung muatan sensitifnya sesuai dengan alam pikiran serta kreatifitas yang timbul dalam menikmati sebuah Karya Seni, baik murni ataupun Karya yang bukan dari kelompok seni murni yang kadang jauh dari inspirasi seseorang karena jauh kedepan dan saat ini dikenal dengan seni instalasi serta kreativitas digital . .

Menjadi perbincangan publik yang dapat menjadi konten yang menarik dan juga menjadi perhatian publik lantaran sebuah portal online atau lebih dari satu portal karena mudahnya untuk mengakses secara interkoneksi yang turut menyebarkan dengan judul yang sangat provokatif dan kontroversi untuk dapat membangunkan animo publik yang begitu besar, sehingga dapat menjadi viral. Apalagi, dalam dunia digital, viral merupakan salah satu mode of production yang mampu memprofilerasi sebuah keunikan atau sesuatu yang sarat kontroversi sehingga menembus semua ruang yang mengkasatkan antara yang private dan publik, adalah bagian dari upaya untuk menjadikan Rekonsiliasi menjadi hal yang esensial . .

Karena dampaknya, penikmat Seni dan Budaya di era digital yang intens berinteraksi dengan dunia maya larut dalam penilaian parsial dapat menimbulkan sebuah realitas sebuah Karya yang bisa membangun sebuah institusi sebuah hasil Karya.

Oleh karenanya saatnya Literasi Seni dan Budaya, Industri Kreatif serta interkoneksi dalam rekonsiliasi saat ini sangatlah dibutuhkan . .

Selamat Berkarya dan terus menjadikan Negeri ini semakin SEHAT, semakin SELAMAT serta menjadi Nutrisi Anak Negeri kelak dengan membangun bersama Sinerji dan Enerji melalui kegiatan Seni dan Budaya yang dapat menjadikan Negeri INDONESIAKU sebagai Teras Seni & Jendela Budaya sekaligus sebagai Jendela Inspirasi Gaya Hidup dengan adanya konten-konten yang ditumbuh kembangkan melalui kolaborasi tekonologi edukasi dan Budaya melalui Seni . . Seni Menulis dan Mencoret yang tentunya juga dibutuhkan juga seni menumbuh kembangkan melalui komunitas yang sesuai terutama para penggiat edukasi.

▪Qana B. Ningsih | lesehanindonesia.com | e4secretary.my.id

.

REUNI INDONESIAKU !

0

Jakarta, 30/06/2019 MyHOMEawards -Reuni atau temu kangen apapun nama atau jenisnya saat ini menjadi gaya hidup-di era kekinian, terutama dengan kemajuan teknologi dengan maraknya era telekomunikasi serta media yang dapat ‘melacak’ keberadaan teman-teman era ‘Djadoel’.
Usahakan setiap kegiatan reuni / temu kangen memiliki MOMENT dalam artian lebih SEHAT dan positif sehingga akan membangunkan inspirasi yang penuh inovatif yakni konten MyHOMEawards…
( Healthy & Delicious through Amazing Young Inspiring by MyHomeAWARDS including DJADOEL awareness )

Saatnya kita bersegera untuk membangun citra dan hakekat yang kaaffah ( #YOUNGkaaffah) dalam setiap kegiatan reuni sehingga semata hanya niat baik serta memiliki konten yang terintegrasi MOMENT reuni yang kita adakan tak sebatas reuni dalam sebuah komunitas, namun terbangun konten REUNI INDONESIAku karena sesungguhnya MOMENT reuni melalui media off PRINT ( KaosKOEAS ) akan terlahir sebuah grand desain AIRkemasan dan KAMPOENGkemasan.

Melalui sebuah media dan system yang telah dikemas dengan pengalaman serta perjalanan yang cukup mumpuni, kemasan MOMENT reuni @KaosKOEAS, kegiatan reuni yang ada tak semata reuni hanya untuk kumpul-kumpul saja.
Karena dengan konten : Healthy & Delicious through Amazing Young Inspiring by MyHomeAWARDS including DJADOEL awareness – menjadikan reuni @KaosKOEAS akan menjadi moment yang sehat serta dapat memberikan dampak yang terintegrasi.

Tak semata ajang pamer namun memang adalah ajang SHOWcase dalam membangun STREAMING dan Mainstream dari DESA & Kampoeng kita semata untuk membangun Character Budaya yang memiliki Value untuk Anak Negeri…

Tak semata ajang mengumbar keunggulan, namun memang adalah ajang Quality Value through Attitude dalam membangun Budaya Malu dan Nilai tambah dari DESA & Kampoeng kita semata untuk membangun Character Budaya yang memiliki Value untuk Anak Negeri dengan berbagai keunggulan / Value sehingga memiliki Character / Ikon atau Jargon sebagai Brand Awareness.

Tak selayaknya menjadi ajang dimana akan menimbulkan rasa sakit hati kawan sehingga trauma dan tidak mau datang lagi, namun sebaliknya sebagai ‘PEPESlele’ yakni menu yang khusus kita bangun sebagai ARTcronim yang dapat ditumbuh kembangkan sebagai FAQ ( Fashion Art & Qulinary ) dalam artian kepanjangan : PEPESlele : Program Edukasi Persuasif Emphaty Supportif melalui LESEHAN Leguti – sebuah ‘QVA’ moment & working space – QVA : Quorum Virtual Accessibility yang akan dikembangkan dengan target LEGUTI sebagai Legend Education Growth through Urbanlife Transformer Integrated.

Saat nya melalui MOMENT reuni @ kaosKOEAS yang lebih bermanfaat, sehat dan positif bila kita dapat menjauh dari rasa egois.

Tak semata memakai ‘Jaket / Cover’ kekinian untuk mengenang masa lampau, karena KaosKOEAS adalah kaos dengan Konten dan Tematik Kolaborasi teknOlogi Edukasi budayA & Agama yang dikemas dalam membangun literasi menuju destinasi yang hakiki, tanpa membawa-bawa pangkat, jabatan, harta, atau status sosial.

Untuk lebih jelasnya, berikut alasan yang bisa dijadikan acuan agar reuni sehat, positif dan bermanfaat :

1. Menjalin kembali tali silaturahim dan saling bertukar informasi, karena kita sudah tidak pernah atau jarang ketemu lagi.

2. Mengenang masa lalu yang sehat dan positif, karena ini terapi hati dan pikiran yang positif. Bisa terbebas dari sakit, makin rileks dan bikin ketawa. Asal hati-hati aja, tidak perlu “kembali” ke masa lalu. Apalagi urusan mantan pacar, CLBK dan sebagainya karena itu mengganggu keharmonisan semuanya.

3. Mengembalikan eksistensi dan kembali belajar, karena tiap orang punya eksistensi dan potensi dalam diri. Kita bisa belajar dari teman, dari pertemanan yang sebegitu lama.

4. Memperpanjang usia, karena kita bisa mengurangi stres atau depresi. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang banyak dikelilingi teman dan saudara, kemungkinan meninggalnya berkurang 50 persen dibandingkan mereka yang tidak memiliki kehidupan sosial. Kehidupan sosial yang lebih baik membuat kita rata-rata hidup 37 tahun lebih lama. Meski umur adalah ketentuan Allah namun kita yang berikhtiar.

5. Bekerjasama untuk amal, karena menjadi tujuan yang sangat positif dari pertemanan. Amal dan berbuat untuk sesama inilah tujuan utama reuni atau temu kangen, di manapun dan kapanpun. Sejauh amal ini belum dilakukan, maka reuni dan temu kangen agak sulit berkembang. Karena reuni, bukan sekedar kumpul lalu bubar.

Ingat, kita bukan siapa-siapa. Kita juga bukan apa-apa. Maka peliharalah TEMAN ( FRIEND ) dan PERTEMANAN ( FRIENDSHIP ) kita. Karena kita adalah HOMO HOMINI SOCIUS, manusia adalah kawan bagi sesama.
Dan selalu percaya mereka selalu ADA karena QTA* [ dibaca : kita ] *Quality Transformer through Attitude namun QTA ada karena mereka…FRIENDSHIPS NEVER DIES…

“Dear Friend” adalah sebuah buku antologi yang mengisahkan tentang persahabatan yang terjalin tak lekang oleh waktu dan jarak…temukan teman yang mengantarkan kita kepada kebaikan dan kebenaran hingga ke Negeri Akhirat Negeri Keabadian…

E4ART – E4 Attitude through Revitalitation Transformer

0

Jakarta ( 150519 – MAGZ.E4Secretary ) E4ART – adalah Rubrikasi dalam bentuk ARTkronim dan ARTicle dalam memberikan orientasi Edukasi (Education), Lingkungan (Environment), Pemberdayaan ( Empowerment) dan Percepatan Enerji (Energizing) dengan gaya bahasa dan gaya penyampaian yang memiliki orijinalitas (Originally) dan keseharian (Ordinary) yang menjadi bagian untuk memotivasi Inovasi dan Kreativitas.

E4ART Secretary adalah bagian dari Media Interaktif yang berupaya memberikan warna lain dalam bentuk integritas, kolaborasi dalam bentuk media Teknologi, Edukasi melalui Budaya dan Seni.
Dalam hal ini E4Secretary mencoba membangun integritas melalui lintas intermoda media dalam bentuk intermoda transport baik dalam bentuk nyata dan maya ( Dunia Teknologi ) dengan kemasan Edukasi budaya dan Seni.

Saatnya kegiatan kesekretariatan yang memasuki era digitalisasi era now menjadi bagian dari e-table menuju e4secretary, sehingga intermoda transportasi menjadi bagian dari transformasi perilaku yang berbudaya dan berintegrasi untuk membangun dan melahirkan anak-anak negeri yang berkomitmen ( Young Kaaffah )

Karena tak semata kita memahami akan kemajuan serta proses daripada pembangunan infrastruktur serta teknologi yang menjadikan media tranportasi yang ada memiliki teknologi terdepan, namun sangat perlu kita mebangun pemahaman akan kesiapan dari SDM tak sebatas ( Empowerment ) yang ada dalam internal ( Kesekretariatan manajemen pengelola ).
Integritas serta kapabelitas dari pengguna jasa adalah sebuah proses yang di era now ini terasa menjadi sebuat tantangan sehinggga tidak terjadi waisted yang terlalu besar, sehingga seringnya terjadi miss komunikasi yang akhirnya menjatuhkan citra dari konten yang diharapkan yakni DELICIOUS DESTINATION . .

ADAKAH MANFAAT REUNI ?

ADAKAH MANFAAT REUNI ?MyHOMEawards.com – 04/05/2019) Menurut Prof Ganesha, Ahli Jantung RS HarKit ,
Reuni, apapun istilahnya adalah suatu upaya mempertemukan kembali yang dulu pernah bersama, upaya mencari eksistensi diri yang mulai pupus dari memori karena dimakan usia.
Bahkan Richard Paul Evans dalam bukunya “Lost December“ menulis “The sweetness of reunion is the joy of heaven.”
“Reuni”, kata DR. Priguna Sidharta “Selain untuk memutar longterm memori di hipocampus, juga untuk memperbaiki fungsi nucleus accumbens, bagian otak yang mengurus kesenangan”
Memutar kembali memori adalah satu upaya mencegah *alzheimer* yang memang suatu saat kelak akan menghampiri kita semua cepat atau lambat.
Psikolog UI, Bagus Takwin, mengungkapkan pandangannya soal manfaat reuni :
Kenangan reuni merupakan semacam sarana untuk melihat kembali diri kita beberapa tahun ke belakang. Dengan melihat masa lalu, seseorang akan mengerti bahwa kehidupan yang dia jalani selama ini merupakan suatu hal yang sangat penting. “Setiap orang melalui kenangannya pasti akan membuat monumen-monumen dirinya agar dapat selalu mengingat bahwa dia berkembang,”
Melalui sebuah reuni, seseorang juga bisa mendapatkan self esteem. “Saat reuni pasti bertemu dengan teman-teman lama yang tentunya tahu sifat kita yang dulu” Kita juga dapat mengetahui jalan hidup teman-teman lama.
Reuni adalah salah satu jalan menyambung dan memelihara tali persaudaraan/persahabatan/silaturahim yang sangat dianjurkan.
SEMOGA KITA SELALU SEHAT
Tips Etika Reuni Sukses : 
1. Kita hadir dalam reuni sebagai teman yang sederajat, seperti waktu kita masih bersama-sama doeloe.
Peserta reuni harus memiliki jiwa besar, toleran dan mau menahan diri. Bersedia menanggalkan semua atribut dalam dirinya seperti jabatan, status sosial, kekayaan dll.
2. Legowo, bersedia dipanggil dan memanggil nama teman seperti waktu masih bersama-sama (sekolah/kuliah), tidak memakai embel-embel pak, bu, komandan, boss, mas, aden, juragan, dst.
3. Jangan membuat teman lain bad mood, minder, maka sebaiknya Anda tidak ceritakan pekerjaan, keberhasilan bisnis, jabatan, status sosial, kekayaan yang dimiliki, kehebatan anak, istri anda, juga jangan bercerita kegagalan anda dll. pada forum umum (didengarkan banyak orang). Jika ingin berbagi cerita tentang hal ini bicarakan secara langsung/khusus pada siapa anda ingin berbagi cerita.
4. Jangan bergunjing.
Berceritalah yang wajar tentang kenangan masa saat bersama-sama doeloe, seperti cerita-cerita yang saat itu tidak terceritakan.
5. Jangan cemburu, jika cowok/cewek yang doeloe anda incar tampak lebih dekat dan akrab dengan teman yang lainnya, atau jangan cemburu lagi jika terungkap kisah cinta cowok/cewek incaran anda, justru pada teman anda sendiri. Jadikan itu lelucon masa laloe saja jangan baper (bawa perasaan). Semua sudah berlalu, apalagi sekarang kita sudah memiliki keluarga masing-masing dan jangan lupa ajak keluarga reuni untuk saling mengenal dan bertambah teman.
Indikasi Reuni Sukses : 
1. Akan terjalin persahabatan lebih akrab & langgeng.
2. Tidak kapok datang lagi dalam reuni berikutnya.
3. Merasa bangga memiliki teman lama yang masih ramah bersahabat dan merasa dihargai sebagai teman/sahabat.
4. Menumbuhkan kepedulian karena merasa satu alumni.
Semoga bermanfaat
ABL / dari berbagai sumber 04052019

AYO Menulis dengan Baik dan Benar

Jakarta 04/05/2019 – E4Secretary.my.id 

Sesungguhnya sebaik-baiknya tujuan ART (Seni) adalah untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari semua golongan dan budaya dan untuk berbagi keindahan.

Karena ART ( Seni ) sebaik-baiknya pada dasarnya adalah perjalanan eksplorasi ke makna dasar dan kemampuan kognitif mengolah otak & logika ( Teknologi ) manusia dalam ekspresi seni visual, seni tulis dan seni gambar dimana dituangkan dalam bentuk ARTcronim & ARTicle sehingga terbangun integritas dalam membangun Sinerji & Enerji.

Karena ART (Seni) adalah bagian dari kemampuan membangun Attitude through Revitalitation Transformer ( Seni dalam menyampaikan sebuah tujuan perubahan ), sehingga terbangun integritas yang memiliki Desain, Domain dan Dolanan dalam menuju Destinasi yang terbaik dengan mensyukuri sehingga memahami hakekat yang terbaik dan benar untuk Anak Negeri

Wallahu a’lam bisowaf …
De See Natta – E4Secretary.my.id

Kaaffah Islamic Wedding  

0
Jakarta (15/03/2019) – WeddingMOE – Faktanya era kini banyak para pasangan yang menikah muda, mari kita simak data berikut ini per September 2018. Banyak calon pasangan yang lebih memikirkan konsep pernikahan dibandingkan kehidupan pasca-pernikahan”

Entah dimulai sejak kapan, nikah muda semakin diminati para remaja. Salah satu buktinya, yaitu maraknya unggahan di Instagram dengan tagar #GerakanNikahMuda.

Ada lebih dari 112 ribu unggahan tentang menikah muda per 31 Agustus 2018. Restu Utami dan Wildanshah merupakan salah satu pasangan yang memilih menikah muda. Sekitar setahun lalu, mereka resmi menjadi suami-istri. Kala itu, usia Restu 24 tahun dan Wildan 28 tahun.

Sebelum sah menjadi pasangan, ada beberapa tantangan yang harus mereka lewati. “Seperti terbentur dengan tradisi dan melangkahi kakak karena menikah duluan,” kata Restu saat ditemui di Hotel Park Lane, Jakarta, baru-baru ini.

Suka dan duka keduanya hadapi. Ketika sudah menikah, Restu dan Wildan harus sama-sama belajar agar lebih mandiri secara finansial. Untungnya, mereka tak kesulitan ketika harus mengejar impian masing-masing. Sebab sebelum memutuskan menikah, Restu dan Wildan sepakat untuk tidak melepas cita-cita.

Menurut Restu, walaupun istri harus mengurus suami, suami harus memberi istri kebebasan. “Agar istri dapat terus bereksplorasi dan mengaktualisasi diri,” kata dia.

Keinginan Restu untuk menikah muda sedikit terpengaruh oleh media sosial. Dia berpendapat, Instagram membuat para remaja ingin menikah muda. Menurut Restu, unggahan yang diberikan para influencer mempengaruhinya.

“Contohnya seperti unggahan pernikahan Raisa dan Hamish Daud, mereka menciptakan sebuah Relationship goals,” ujar Restu.

Menurut Restu, unggahan mengenai pernikahan impian di media sosial menimbulkan ekspektasi terlalu tinggi. Ekspektasi tersebut akan mempengaruhi kesiapan-kesiapan yang sebenarnya lebih penting dan harus dilakukan sebelum menikah. Misalnya, kesiapan kondisi ekonomi.

Cukup banyak calon pasangan yang lebih memikirkan konsep pernikahan dibandingkan bagaimana keadaan pascapernikahan. “Menikah harus memiliki kesiapan mental, ego, dan kematangan emosi,” ujar Restu.

Menurut psikolog Roslina Verauli, pernikahan tidak dianjurkan untuk usia remaja. Dalam dunia psikologi, usia remaja dikategorikan sekitar 9 sampai 20 tahun.

Menikah di atas umur 20 tahun sangat dianjurkan. “Seseorang yang berusia di atas 20 tahun dianggap sudah memiliki kemampuan mengatasi masalah tanpa melibatkan emosi,” kata dia. Hal itu merupakan salah satu indikator kesiapan menikah yang dapat mengurangi dampak ketidakbahagiaan dalam pernikahan.

Sebaliknya seseorang yang masih berumur di bawah 20 tahun disarankan menunda pernikahannya. Sebab, kata Roslina, mayoritas mereka masih berjuang menghadapi krisis identitas diri. Ditambah lagi, mereka masih mengalami masalah dalam lingkaran pertemanan. Pun problem seputar percintaan berujung kegalauan hingga masalah dengan orang tua.

Menurut dia, semua masalah tersebut dapat berdampak negatif terhadap pernikahan yang akan berujung perceraian. Meski secara psikologis pernikahan dianjurkan ketika seseorang sudah berusia di atas 20 tahun, hal berbeda diatur dalam dalam Undang-Undang Perkawinan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Di dalamnya menyatakan bahwa usia minimal anak menikah adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki.

Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Keluarga IPB Euis Sunarti, kesiapan fisik tanpa diimbangi kematangan mental akan sia-sia. Secara fisik, remaja berumur belasan tahun sudah siap menikah untuk kemudian berhubungan seksual. “Namun, (remaja belasan tahun) tidak siap secara mental, spiritual, emosi, dan sosial. Ini persoalan yang kita hadapi,” kata Euis.

Remaja yang secara fisik merasa siap menikah, tetapi dilarang orang tua dikhawatirkan melakukan seks bebas. Namun, di sisi lain, apabila mereka diperbolehkan untuk menikah, ditakutkan hubungan pernikahannya tidak harmonis. Sebab, mereka belum memenuhi semua indikator kesiapan menikah.

Untuk itu, kata Euis, peran orang tua sangat diperlukan. Terutama, untuk mendorong anaknya menikah di umur yang tepat agar dapat membangun keluarga berkualitas.

“Semakin siap dan semakin baik mereka menjalankan tugas keluarga, maka semakin baik perkembangan anak dalam keluarga mereka,” kata Euis.

Di Indonesia, terjadi 40 kasus perceraian perjam. Sebanyak 70 persen di antaranya diajukan oleh perempuan. Menurut dia, ini adalah masalah serius karena perceraian tidak hanya memberi dampak negatif kepada anak, tetapi juga kepada ibu.

Kasus perceraian tertinggi di Indonesia terjadi di usia 20 sampai 24 tahun. Panjang waktu pernikahan pun tidak sampai lima tahun. “Tinggi angka perceraian diduga karena pernikahan dini yang mana mereka belum siap membina rumah tangga,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BBKBN) Sigit Priohutomo

Untuk memutuskan segera sebuah pernikahan yang sakral maka perlu adanya pihak yang memberikan pencerahannya.
Saatnya menentukan pilihan Anda dalam memasuki kehidupan berkeluarga yang harmonis selaras antara masa kini dan mendatang yang harus dipersiapkan dengan bijak dan merupakan keputusan bersama pasangan Anda
Kebahagiaan tidak selalu diukur dari materi yang nampak kasat mata namun dapat dicerminkan dari performa yang prima…karenanya mengawali kebersamaan hidup yang hakiki dengan pasangan Anda dapat membawa aura , atmosphere, bahkan ‘nur’ cahaya yang akan mewarnai keluarga Anda.
Kaaffah Islamic Wedding Organizer membantu Anda untuk mewujudkan acara pernikahan dengan konsep Islami.
Kami hadir untuk Anda yang mendambakan keluarga Islami karena sesuai hadist yang shahih, dipadang mahsyar nanti ada 70.000 orang sejak zaman Nabi Adam AS sampai hari qiyamat, yang berhak menerobos ke Syurga tanpa dihisab alias diadili. Apakah Anda tidak ingin bergandengan dengan pasangan Anda masuk rombongan yang super amat sangat eksklusif itu? Pertanyaannya, mau diisi apa hari-hari Anda berdua agar bisa mendapatkannya?
Menikah adalah bagian dari ke Islaman kita dan bagian dari Sunnah Rasullullah SAW,  Anda melakukannya karena Anda seorang muslim dan karena Anda ingin membangun rumah tangga  Islami yang menuju cita-cita bersama , yakni keridhaan  Allah SWT.
Pernikahan suci karena memang perjanjian antara suami dan istri sungguh mulia dan suci. Allah SWT menamakan ikatan ini mitsaqon gholizah alias perjanjian yang berat, istilah ini hanya pernah dipakai Allah untuk menggambarkan ikatan perjanjian antara DIA dengan para RasulNYA. Terbayang bukan betapa besar sesungguhnya amanah pernikahan itu…
 Yang kita pahami adalah 3 hal yang harus disegerakan yaitu  menyelenggarakan dan menguburkan jenazah, membayar hutang dan menikah. Namun bukan berarti Anda perlu tergesa-gesa memaksa Putri atau Putra Anda untuk menikah. Bahkan sesudah Anda meneliti segala sesuatu tentang si calon Menantu Anda dan anak Anda membutuhkan proses perenungan dan munajat kepada Allah agar diberi petunjuk terbaik. Para Sahabat Rasullah SAW melakukan istikharah untuk begitu banyak persoalan. Pekerjaan orang dewasa adalah menentukan pilihan . Inti dari istikharah adalah mohon kepada Allah: “ Ya Allah, jika dia baik untuk agamaku, untuk kehidupan duniaku dan untuk kehidupan akhiratku, maka takdirkan dia untukku, mudahkan segala urusan kami dan berkahilah . Jika tidak, maka palingkan aku daripadanya dan palingkan dia daripadaku”. Rasullah SAW menjamin, tidak akan menyesal orang yang beristikharah.
Oleh karena itu dalam mendampingi Putra-Putri tercinta memasuki gerbang pernikahannya maka sebagai Orangtua tentunya kita akan bermusyawarah bersama baik dengan Calon Pasutri dan juga Calon Keluarga Besan, agar prosesi pernikahan berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Mulai dari perencanaan budget yang customized, disesuaikan dengan sikon budget Anda , juga konsep (before) and  after marriage akan dikemas sedemikian rupa sesuai dengan kemampuan Anda dan keluarga.
Dengan persiapan yang matang dalam menghadapi pra nikah , saat pernikahan dan pasca pernikahan ini bertujuan agar calon pasutri ini benar-benar dapat mewujudkan pernikahan yang Islami dan menjadi keluarga yang SAMARA ( Sakinah Mawaddah & Warahmah ) sehingga tidak terjadi perceraian dalam berumahtangga.

Wujudkan moment pernikahan yang sakral ini dengan persiapan yang sebaik-baiknya, silahkan musyawarahkan dengan Kaaffah Islamic Wedding Organizer ( WA 0813.8070.1166 )

@maglemoe
@pesanTREND
@2019
.

AYO ! KOEAS !

0

Jakarta, 05/03/2019 ( LESEHANMOE ) – AYO! Attitude through Young Orienting by KOEAS adalah sebuah konten melalui media Kolaborasi teknOlogi Edukasi budayA dan Seni, tak semata menjadikan media yang saat ini menjadi konten Media Off Print sebuah Media Promosi yang tidak serta merta membangun Awareness sesaat.

Dengan memiliki konten 4E yang terkait dengan Orientasi seputar Anak Negeri ( YOUNG ) sehingga konten yang terkandung di dalamnya memiliki konten FUTURED ! – Dengan Jangka Waktu (Periode / berjangka waktu ), sehingga konten dan desain dari Media Off Print, selain memiliki jangkauan yang jauh ke depan, tetap memiliki tahapan yang berjangka.

4E FUTURED Media off Print through AYO! KOEAS! meliputi Edukasi, Lingkungan, Pemberdayaan serta Energizing ( Percepatan ) dalam sikap perilaku / E-LifestyleAttitude

. . . . be RESULT be RE-SALT is not just SALT nutrition is a Nationwide
Being SALT with Sharing through Attitude Legendary Transformer

Come being FUTURED !
.

YOUNG & OLDER INTEGRITY through E-LIFESTYLE by EMPHATY

0

Jakarta (04/03/2019) – LESEHANMOE • Menjadikan semua aktifitas di era globalisasi menjadi sebuah gaya hidup yang penuh harapan adalah sangat penting untuk kita mampu memberikan perhatian khusus pada aktivitas yang berkaitan dengan Perilaku Orangtua (Lansia) yang dalam kategori pandangan sebagai manusia adalah saat-saat dimana menjelang kematian, sisa usia dimana kita seharusnya menjadi lebih memahami akan adanya jeda atau batas yang kita harus mampu untuk jadikan sebagai Emulsi bagi kelompok Lansia dan kelompok produktif yang penuh dengan kreativitas.

Dengan menyimak data dari tahun ke tahun, jumlah lansia (60 tahun ke atas) semakin meningkat. Tahun 1970 jumlahnya mencapai 5,3 juta orang, pada 1990 menjadi 12,7 juta orang, dan Tahun 2010 menjadi 24 juta jiwa. Jumlah orang lanjut usia (lansia) di Indonesia menduduki nomor empat di dunia, setelah China, India dan USA. Di Indonesia, harapan hidup lansia rata-rata mencapai 72 tahun. Untuk perempuan sedikit lebih panjang, sehingga bagi yang telah berusia mencapai batas usia ini (72tahun) tentulah menjadi hal yang sangat penting dalam kita memahami sikap dan perilaku kelompok Lansia ini.

Pengalaman dalam mendampingi komunitas atau keluarga dengan keluhan orangtua yang berusia lanjut adalah, mereka merasa dilematis apakah merawat sendiri orang tua yang sudah sepuh atau memasukkan ke panti jompo.

Sering muncul konflik antara mereka dengan orangtua, antara mereka bersaudara kandung. Kadang satu sama lain saling mengklaim bahwa dirinyalah yang paling peduli orang tua, lainnya tidak, khusus pada beberapa keluarga justru pihak Lansia lah dipihak yang berkeinginan untuk tinggal di panti jompo.

Meninggal Di Usia Sepuh Adalah Hal Penting

Pasangan yang berusia 70-80 an memiliki kepastian yang lebih tinggi untuk ditinggal ( Meninggal lebih dulu ) oleh pasangannya dibandingkan mereka yang berusia 30-an. Namun bukan berarti kematian di usia 80an ini dirasakan sebagai sesuatu yang lebih mudah dan tidak menjadi hal yang penting.

Ditinggalkan pada usia Lansia jauh lebih sulit, sebab kemungkinan untuk menikah lagi sangat minim. Jadi kemungkinan merasa kesepian jauh lebih kuat. Ujung dari keindahan perkawinan bagi pria khususnya menjadi terasa kejam dan pahit. Saat isteri meninggal, para pria umumnya tidak bisa mengatasi kesendiriannya dengan baik, berbeda sebaliknya justru pada kaum wanita.

Ada beberapa hal menarik yang perlu ditangani oleh seorang terapis keluarga :

Ada beberapa pergumulan lansia menjelang meninggal dunia. Di antaranya, bagamana mengatasi berbagai kesulitan yang muncul, sebab dia seakan-akan merasa duduk di satu tempat di mana semua “Seperti KRL yang berhenti hanya sedang dan melaju dengan cepat meninggalkan sendiri di stasiun”. Ada juga fenomena dimana terasa sedang menunggu kematiannya : bayang bayang ( Orientasi ) pada anak dan mantu akan memperebutkan warisan. Karena pengkajian yang terjadi selama ini anak-anak kurang akur.

Pada umumnya ada kekhawatiran pada saat seorang ibu menikah kembali, keluarga akan tetap berjalan. Seorang ibu akan memastikan hal ini. Namun pada saat seorang ayah menikah kembali, keadaan keuangan menjadi tidak aman dan pernikahan seorang ayah akan meletakkan hambatan antara ayah dan anak-anaknya sebab ayah akan bergabung dengan keluarga isteri (baru) nya, adalah bagian yang terasa penting bagian perilaku lansia dan lingkungannya.

OW! YOI! Pernahkah terpikir bahwa salah satu keuntungan menjadi orang miskin adalah biasanya anak-anak Anda akan bersukacita saat Anda menikah lagi di masa tua. Dilain situasi anak-anak juga menghadapi keadaan yang sulit pada saat menemukan orangtuanya hidup sendirian, siapa yang akan mengurus. Saling menuduh antara anak akan timbul disini.

Konten diatas adalah hal penting yang kadang terkesan terlewat kita amati.

Sindrom lansia – Keluarga Merasa Banyak Kesulitan Saar Orang Tua Mereka Mulai Lanjut Usia.

1. Ortu mereka menjadi sangat khawatir akan kesehatannya padahal dia sehat-sehat saja, sebaliknya juga merasa anak-anak atau cucunya akan menjadi beban jika dilihat atau dirasakan kurang sehat seperti biasanya.

2. Menjadi suka dan terus-menerus berbicara tentang masa lalu, dan selalu menuntut perhatian untuk minta didengarkan. Sebaliknya tidak nyaman jika anak-anak atau menantu sebaliknya beberapa saat bercerita masa lalunya.

3. Orang tua mudah marah karena hal-hal sepele, cenderung kaku dan otoriter. Biasanya setelah orang tua mulai pikun barulah anak anak mulai menyadari bahwa maaf kita melihat dari sisi lain , yakni daya pikir / otak orang tuanya mungkin sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Mereka sadar perilaku orang tua yang mudah marah itu mungkin merupakan usaha dia mengatasi kesulitan tersebut, hal ini yang harus mampu untuk kita jadikan hal penting untuk menjadi konten bahasan di era globalisasi yang semua sebagai terbuka tanpa hambatan

▶ Next to OmahKEMASAN

©aiPIE2019
@MagLeMoe
KampoengKEMASAN.com
AIRkemasan.com

Membangun Kolaborasi Melalui Kemasan Karakter Ritel Produk Anak Negeri melalui UKM4Gallery

0

JAKARTA 04/03/2019, DJADOEL Tempoe Doeloe ritel-ritel sangat digemari dan digilai masyarakat luas. Banyak sekali masyarakat yang menghabiskan waktu dan uangnnya dengan berbelanja ke toko-toko dan tempoe doeloe DJADOEL ada istilah dan lagunya #JalanJalanSore (JJS)

Namun, baru-baru ini di salah satu media Journal terkemuka di New York sempat bertanya bagaimanakah nasib peritel era now dan prediksi Era Z generation kelak ? Apakah akan mampu bangkit kembali menjadi PusatLIPUTAN ? Pasalnya seiring kemajuan jaman saat ini banyak anggapan jika perusahaan ritel tergerus dengan maraknya bisnis online dan terbukti di realese Media Online terbesar di Indonesia 5 (Lima) Ritel Outlet besar ( Mall ) mulai sepi pengunjung . . .

Untuk memahami bagaimana peritel ini – akhirnya – beradaptasi dari dinosaurus ke digital di era Unicorn, mari kita back to ReUNI on Line dari masa lampau dari sudut pandang pengecer :

1. Tahun 80-an

Tahun 80an merupakan tahun di mana banyak perusahaan ritel bermunculan. Sejalan dengan itu, masyarakat pun langsung menggilai ritel-ritel yang berdiri saat itu.

Mengapa? Karena ritel-ritel menyajikan segalanya untuk kehidupan masyarakat. Pelanggan hanya perlu datang di sebuah toko yang luas dan mencari apa yang mereka butuhkan.

Seiring itu juga, para pengusaha mulai berlomba mencari tempat strategis untuk mendirikan bisnisnya. Ini adalah saat-saat menyenangkan.

2. Tahun 90-an

Pada periode ini, munculah sebuah situs kecil yang menjual buku online ( Amazon ). Meskipun menarik, namun saat itu kemunculan Amazon masih kalah pamor dengan perusahaan ritel dan toko toko yang sudah lebih dahulu berdiri.

Tapi di sisi lain, para perusahaan ritel dan toko yang sudah berdiri juga mulai mengawasi keberadaan Amazon ini. Pasalnya jual beli yang dilakukan lewat situs ini memiliki potensi untuk menyaingi para toko dan ritel yang sudah berdiri.

3. Tahun 2000-an

Pada periode ini, Amazon sudah sangat maju. Apalagi saat itu munculnya fenomena GADGET membuat usaha Amazon semakin berkembang.

Bahkan Amazon pun mulai mengembangkan penjualnya. Dari yang semula hanya menjual buku, kini Amazon menjual peralatan kebutuhan masyarakat lainnya.

Seiring berkembangnya Amazon, para toko-toko dan mall mulai ditinggalkan masyarakat. Masyarakat memilih untuk berbelanja lewat online karena lebih mudah simpel.

4. Masa Depan

Meskipun saat ini mulai tergerus dengan keberadaan online, namun pada masa depan, ritel dan toko-toko diprediksi akan kembali bangkit. Para perusahaan ritel dan toko-toko ini mulai sadar dengan perkembangan zaman dengan membuka situs-situs belanja lewat online juga.

Di sisi lain, perusahaan ritel juga melakukan inovasi-inovasi untuk kembali menarik pelanggan agar mau berkunjung. Dan hal tersebut akan terbukti ampuh, karena masyarakat mulai berbondong bondong datang kembali ke toko-toko milik mereka.

▶ Next to OmahKEMASAN

©aiPIE2019
@MagLeMoe
KampoengKEMASAN.com
AIRkemasan.com

Popular Posts

My Favorites

Every Colour Please

Remember, a Jedi can feel the Force flowing through him. I can't get involved! I've got work to do! It's not that I like...

Back On The Road

Back To Basics

Chat via Whatssapp