Banner1
Home Blog

E4ART – E4 Attitude through Revitalitation Transformer

0

Jakarta ( 150519 – MAGZ.E4Secretary ) E4ART – adalah Rubrikasi dalam bentuk ARTkronim dan ARTicle dalam memberikan orientasi Edukasi (Education), Lingkungan (Environment), Pemberdayaan ( Empowerment) dan Percepatan Enerji (Energizing) dengan gaya bahasa dan gaya penyampaian yang memiliki orijinalitas (Originally) dan keseharian (Ordinary) yang menjadi bagian untuk memotivasi Inovasi dan Kreativitas.

E4ART Secretary adalah bagian dari Media Interaktif yang berupaya memberikan warna lain dalam bentuk integritas, kolaborasi dalam bentuk media Teknologi, Edukasi melalui Budaya dan Seni.
Dalam hal ini E4Secretary mencoba membangun integritas melalui lintas intermoda media dalam bentuk intermoda transport baik dalam bentuk nyata dan maya ( Dunia Teknologi ) dengan kemasan Edukasi budaya dan Seni.

Saatnya kegiatan kesekretariatan yang memasuki era digitalisasi era now menjadi bagian dari e-table menuju e4secretary, sehingga intermoda transportasi menjadi bagian dari transformasi perilaku yang berbudaya dan berintegrasi untuk membangun dan melahirkan anak-anak negeri yang berkomitmen ( Young Kaaffah )

Karena tak semata kita memahami akan kemajuan serta proses daripada pembangunan infrastruktur serta teknologi yang menjadikan media tranportasi yang ada memiliki teknologi terdepan, namun sangat perlu kita mebangun pemahaman akan kesiapan dari SDM tak sebatas ( Empowerment ) yang ada dalam internal ( Kesekretariatan manajemen pengelola ).
Integritas serta kapabelitas dari pengguna jasa adalah sebuah proses yang di era now ini terasa menjadi sebuat tantangan sehinggga tidak terjadi waisted yang terlalu besar, sehingga seringnya terjadi miss komunikasi yang akhirnya menjatuhkan citra dari konten yang diharapkan yakni DELICIOUS DESTINATION . .

ADAKAH MANFAAT REUNI ?

ADAKAH MANFAAT REUNI ?MyHOMEawards.com – 04/05/2019) Menurut Prof Ganesha, Ahli Jantung RS HarKit ,
Reuni, apapun istilahnya adalah suatu upaya mempertemukan kembali yang dulu pernah bersama, upaya mencari eksistensi diri yang mulai pupus dari memori karena dimakan usia.
Bahkan Richard Paul Evans dalam bukunya “Lost December“ menulis “The sweetness of reunion is the joy of heaven.”
“Reuni”, kata DR. Priguna Sidharta “Selain untuk memutar longterm memori di hipocampus, juga untuk memperbaiki fungsi nucleus accumbens, bagian otak yang mengurus kesenangan”
Memutar kembali memori adalah satu upaya mencegah *alzheimer* yang memang suatu saat kelak akan menghampiri kita semua cepat atau lambat.
Psikolog UI, Bagus Takwin, mengungkapkan pandangannya soal manfaat reuni :
Kenangan reuni merupakan semacam sarana untuk melihat kembali diri kita beberapa tahun ke belakang. Dengan melihat masa lalu, seseorang akan mengerti bahwa kehidupan yang dia jalani selama ini merupakan suatu hal yang sangat penting. “Setiap orang melalui kenangannya pasti akan membuat monumen-monumen dirinya agar dapat selalu mengingat bahwa dia berkembang,”
Melalui sebuah reuni, seseorang juga bisa mendapatkan self esteem. “Saat reuni pasti bertemu dengan teman-teman lama yang tentunya tahu sifat kita yang dulu” Kita juga dapat mengetahui jalan hidup teman-teman lama.
Reuni adalah salah satu jalan menyambung dan memelihara tali persaudaraan/persahabatan/silaturahim yang sangat dianjurkan.
SEMOGA KITA SELALU SEHAT
Tips Etika Reuni Sukses : 
1. Kita hadir dalam reuni sebagai teman yang sederajat, seperti waktu kita masih bersama-sama doeloe.
Peserta reuni harus memiliki jiwa besar, toleran dan mau menahan diri. Bersedia menanggalkan semua atribut dalam dirinya seperti jabatan, status sosial, kekayaan dll.
2. Legowo, bersedia dipanggil dan memanggil nama teman seperti waktu masih bersama-sama (sekolah/kuliah), tidak memakai embel-embel pak, bu, komandan, boss, mas, aden, juragan, dst.
3. Jangan membuat teman lain bad mood, minder, maka sebaiknya Anda tidak ceritakan pekerjaan, keberhasilan bisnis, jabatan, status sosial, kekayaan yang dimiliki, kehebatan anak, istri anda, juga jangan bercerita kegagalan anda dll. pada forum umum (didengarkan banyak orang). Jika ingin berbagi cerita tentang hal ini bicarakan secara langsung/khusus pada siapa anda ingin berbagi cerita.
4. Jangan bergunjing.
Berceritalah yang wajar tentang kenangan masa saat bersama-sama doeloe, seperti cerita-cerita yang saat itu tidak terceritakan.
5. Jangan cemburu, jika cowok/cewek yang doeloe anda incar tampak lebih dekat dan akrab dengan teman yang lainnya, atau jangan cemburu lagi jika terungkap kisah cinta cowok/cewek incaran anda, justru pada teman anda sendiri. Jadikan itu lelucon masa laloe saja jangan baper (bawa perasaan). Semua sudah berlalu, apalagi sekarang kita sudah memiliki keluarga masing-masing dan jangan lupa ajak keluarga reuni untuk saling mengenal dan bertambah teman.
Indikasi Reuni Sukses : 
1. Akan terjalin persahabatan lebih akrab & langgeng.
2. Tidak kapok datang lagi dalam reuni berikutnya.
3. Merasa bangga memiliki teman lama yang masih ramah bersahabat dan merasa dihargai sebagai teman/sahabat.
4. Menumbuhkan kepedulian karena merasa satu alumni.
Semoga bermanfaat
ABL / dari berbagai sumber 04052019

AYO Menulis dengan Baik dan Benar

Jakarta 04/05/2019 – E4Secretary.my.id 

Sesungguhnya sebaik-baiknya tujuan ART (Seni) adalah untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari semua golongan dan budaya dan untuk berbagi keindahan.

Karena ART ( Seni ) sebaik-baiknya pada dasarnya adalah perjalanan eksplorasi ke makna dasar dan kemampuan kognitif mengolah otak & logika ( Teknologi ) manusia dalam ekspresi seni visual, seni tulis dan seni gambar dimana dituangkan dalam bentuk ARTcronim & ARTicle sehingga terbangun integritas dalam membangun Sinerji & Enerji.

Karena ART (Seni) adalah bagian dari kemampuan membangun Attitude through Revitalitation Transformer ( Seni dalam menyampaikan sebuah tujuan perubahan ), sehingga terbangun integritas yang memiliki Desain, Domain dan Dolanan dalam menuju Destinasi yang terbaik dengan mensyukuri sehingga memahami hakekat yang terbaik dan benar untuk Anak Negeri

Wallahu a’lam bisowaf …
De See Natta – E4Secretary.my.id

Kaaffah Islamic Wedding  

0
Jakarta (15/03/2019) – WeddingMOE – Faktanya era kini banyak para pasangan yang menikah muda, mari kita simak data berikut ini per September 2018. Banyak calon pasangan yang lebih memikirkan konsep pernikahan dibandingkan kehidupan pasca-pernikahan”

Entah dimulai sejak kapan, nikah muda semakin diminati para remaja. Salah satu buktinya, yaitu maraknya unggahan di Instagram dengan tagar #GerakanNikahMuda.

Ada lebih dari 112 ribu unggahan tentang menikah muda per 31 Agustus 2018. Restu Utami dan Wildanshah merupakan salah satu pasangan yang memilih menikah muda. Sekitar setahun lalu, mereka resmi menjadi suami-istri. Kala itu, usia Restu 24 tahun dan Wildan 28 tahun.

Sebelum sah menjadi pasangan, ada beberapa tantangan yang harus mereka lewati. “Seperti terbentur dengan tradisi dan melangkahi kakak karena menikah duluan,” kata Restu saat ditemui di Hotel Park Lane, Jakarta, baru-baru ini.

Suka dan duka keduanya hadapi. Ketika sudah menikah, Restu dan Wildan harus sama-sama belajar agar lebih mandiri secara finansial. Untungnya, mereka tak kesulitan ketika harus mengejar impian masing-masing. Sebab sebelum memutuskan menikah, Restu dan Wildan sepakat untuk tidak melepas cita-cita.

Menurut Restu, walaupun istri harus mengurus suami, suami harus memberi istri kebebasan. “Agar istri dapat terus bereksplorasi dan mengaktualisasi diri,” kata dia.

Keinginan Restu untuk menikah muda sedikit terpengaruh oleh media sosial. Dia berpendapat, Instagram membuat para remaja ingin menikah muda. Menurut Restu, unggahan yang diberikan para influencer mempengaruhinya.

“Contohnya seperti unggahan pernikahan Raisa dan Hamish Daud, mereka menciptakan sebuah Relationship goals,” ujar Restu.

Menurut Restu, unggahan mengenai pernikahan impian di media sosial menimbulkan ekspektasi terlalu tinggi. Ekspektasi tersebut akan mempengaruhi kesiapan-kesiapan yang sebenarnya lebih penting dan harus dilakukan sebelum menikah. Misalnya, kesiapan kondisi ekonomi.

Cukup banyak calon pasangan yang lebih memikirkan konsep pernikahan dibandingkan bagaimana keadaan pascapernikahan. “Menikah harus memiliki kesiapan mental, ego, dan kematangan emosi,” ujar Restu.

Menurut psikolog Roslina Verauli, pernikahan tidak dianjurkan untuk usia remaja. Dalam dunia psikologi, usia remaja dikategorikan sekitar 9 sampai 20 tahun.

Menikah di atas umur 20 tahun sangat dianjurkan. “Seseorang yang berusia di atas 20 tahun dianggap sudah memiliki kemampuan mengatasi masalah tanpa melibatkan emosi,” kata dia. Hal itu merupakan salah satu indikator kesiapan menikah yang dapat mengurangi dampak ketidakbahagiaan dalam pernikahan.

Sebaliknya seseorang yang masih berumur di bawah 20 tahun disarankan menunda pernikahannya. Sebab, kata Roslina, mayoritas mereka masih berjuang menghadapi krisis identitas diri. Ditambah lagi, mereka masih mengalami masalah dalam lingkaran pertemanan. Pun problem seputar percintaan berujung kegalauan hingga masalah dengan orang tua.

Menurut dia, semua masalah tersebut dapat berdampak negatif terhadap pernikahan yang akan berujung perceraian. Meski secara psikologis pernikahan dianjurkan ketika seseorang sudah berusia di atas 20 tahun, hal berbeda diatur dalam dalam Undang-Undang Perkawinan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Di dalamnya menyatakan bahwa usia minimal anak menikah adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki.

Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Keluarga IPB Euis Sunarti, kesiapan fisik tanpa diimbangi kematangan mental akan sia-sia. Secara fisik, remaja berumur belasan tahun sudah siap menikah untuk kemudian berhubungan seksual. “Namun, (remaja belasan tahun) tidak siap secara mental, spiritual, emosi, dan sosial. Ini persoalan yang kita hadapi,” kata Euis.

Remaja yang secara fisik merasa siap menikah, tetapi dilarang orang tua dikhawatirkan melakukan seks bebas. Namun, di sisi lain, apabila mereka diperbolehkan untuk menikah, ditakutkan hubungan pernikahannya tidak harmonis. Sebab, mereka belum memenuhi semua indikator kesiapan menikah.

Untuk itu, kata Euis, peran orang tua sangat diperlukan. Terutama, untuk mendorong anaknya menikah di umur yang tepat agar dapat membangun keluarga berkualitas.

“Semakin siap dan semakin baik mereka menjalankan tugas keluarga, maka semakin baik perkembangan anak dalam keluarga mereka,” kata Euis.

Di Indonesia, terjadi 40 kasus perceraian perjam. Sebanyak 70 persen di antaranya diajukan oleh perempuan. Menurut dia, ini adalah masalah serius karena perceraian tidak hanya memberi dampak negatif kepada anak, tetapi juga kepada ibu.

Kasus perceraian tertinggi di Indonesia terjadi di usia 20 sampai 24 tahun. Panjang waktu pernikahan pun tidak sampai lima tahun. “Tinggi angka perceraian diduga karena pernikahan dini yang mana mereka belum siap membina rumah tangga,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BBKBN) Sigit Priohutomo

Untuk memutuskan segera sebuah pernikahan yang sakral maka perlu adanya pihak yang memberikan pencerahannya.
Saatnya menentukan pilihan Anda dalam memasuki kehidupan berkeluarga yang harmonis selaras antara masa kini dan mendatang yang harus dipersiapkan dengan bijak dan merupakan keputusan bersama pasangan Anda
Kebahagiaan tidak selalu diukur dari materi yang nampak kasat mata namun dapat dicerminkan dari performa yang prima…karenanya mengawali kebersamaan hidup yang hakiki dengan pasangan Anda dapat membawa aura , atmosphere, bahkan ‘nur’ cahaya yang akan mewarnai keluarga Anda.
Kaaffah Islamic Wedding Organizer membantu Anda untuk mewujudkan acara pernikahan dengan konsep Islami.
Kami hadir untuk Anda yang mendambakan keluarga Islami karena sesuai hadist yang shahih, dipadang mahsyar nanti ada 70.000 orang sejak zaman Nabi Adam AS sampai hari qiyamat, yang berhak menerobos ke Syurga tanpa dihisab alias diadili. Apakah Anda tidak ingin bergandengan dengan pasangan Anda masuk rombongan yang super amat sangat eksklusif itu? Pertanyaannya, mau diisi apa hari-hari Anda berdua agar bisa mendapatkannya?
Menikah adalah bagian dari ke Islaman kita dan bagian dari Sunnah Rasullullah SAW,  Anda melakukannya karena Anda seorang muslim dan karena Anda ingin membangun rumah tangga  Islami yang menuju cita-cita bersama , yakni keridhaan  Allah SWT.
Pernikahan suci karena memang perjanjian antara suami dan istri sungguh mulia dan suci. Allah SWT menamakan ikatan ini mitsaqon gholizah alias perjanjian yang berat, istilah ini hanya pernah dipakai Allah untuk menggambarkan ikatan perjanjian antara DIA dengan para RasulNYA. Terbayang bukan betapa besar sesungguhnya amanah pernikahan itu…
 Yang kita pahami adalah 3 hal yang harus disegerakan yaitu  menyelenggarakan dan menguburkan jenazah, membayar hutang dan menikah. Namun bukan berarti Anda perlu tergesa-gesa memaksa Putri atau Putra Anda untuk menikah. Bahkan sesudah Anda meneliti segala sesuatu tentang si calon Menantu Anda dan anak Anda membutuhkan proses perenungan dan munajat kepada Allah agar diberi petunjuk terbaik. Para Sahabat Rasullah SAW melakukan istikharah untuk begitu banyak persoalan. Pekerjaan orang dewasa adalah menentukan pilihan . Inti dari istikharah adalah mohon kepada Allah: “ Ya Allah, jika dia baik untuk agamaku, untuk kehidupan duniaku dan untuk kehidupan akhiratku, maka takdirkan dia untukku, mudahkan segala urusan kami dan berkahilah . Jika tidak, maka palingkan aku daripadanya dan palingkan dia daripadaku”. Rasullah SAW menjamin, tidak akan menyesal orang yang beristikharah.
Oleh karena itu dalam mendampingi Putra-Putri tercinta memasuki gerbang pernikahannya maka sebagai Orangtua tentunya kita akan bermusyawarah bersama baik dengan Calon Pasutri dan juga Calon Keluarga Besan, agar prosesi pernikahan berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Mulai dari perencanaan budget yang customized, disesuaikan dengan sikon budget Anda , juga konsep (before) and  after marriage akan dikemas sedemikian rupa sesuai dengan kemampuan Anda dan keluarga.
Dengan persiapan yang matang dalam menghadapi pra nikah , saat pernikahan dan pasca pernikahan ini bertujuan agar calon pasutri ini benar-benar dapat mewujudkan pernikahan yang Islami dan menjadi keluarga yang SAMARA ( Sakinah Mawaddah & Warahmah ) sehingga tidak terjadi perceraian dalam berumahtangga.

Wujudkan moment pernikahan yang sakral ini dengan persiapan yang sebaik-baiknya, silahkan musyawarahkan dengan Kaaffah Islamic Wedding Organizer ( WA 0813.8070.1166 )

@maglemoe
@pesanTREND
@2019
.

AYO ! KOEAS !

0

Jakarta, 05/03/2019 ( LESEHANMOE ) – AYO! Attitude through Young Orienting by KOEAS adalah sebuah konten melalui media Kolaborasi teknOlogi Edukasi budayA dan Seni, tak semata menjadikan media yang saat ini menjadi konten Media Off Print sebuah Media Promosi yang tidak serta merta membangun Awareness sesaat.

Dengan memiliki konten 4E yang terkait dengan Orientasi seputar Anak Negeri ( YOUNG ) sehingga konten yang terkandung di dalamnya memiliki konten FUTURED ! – Dengan Jangka Waktu (Periode / berjangka waktu ), sehingga konten dan desain dari Media Off Print, selain memiliki jangkauan yang jauh ke depan, tetap memiliki tahapan yang berjangka.

4E FUTURED Media off Print through AYO! KOEAS! meliputi Edukasi, Lingkungan, Pemberdayaan serta Energizing ( Percepatan ) dalam sikap perilaku / E-LifestyleAttitude

. . . . be RESULT be RE-SALT is not just SALT nutrition is a Nationwide
Being SALT with Sharing through Attitude Legendary Transformer

Come being FUTURED !
.

YOUNG & OLDER INTEGRITY through E-LIFESTYLE by EMPHATY

0

Jakarta (04/03/2019) – LESEHANMOE • Menjadikan semua aktifitas di era globalisasi menjadi sebuah gaya hidup yang penuh harapan adalah sangat penting untuk kita mampu memberikan perhatian khusus pada aktivitas yang berkaitan dengan Perilaku Orangtua (Lansia) yang dalam kategori pandangan sebagai manusia adalah saat-saat dimana menjelang kematian, sisa usia dimana kita seharusnya menjadi lebih memahami akan adanya jeda atau batas yang kita harus mampu untuk jadikan sebagai Emulsi bagi kelompok Lansia dan kelompok produktif yang penuh dengan kreativitas.

Dengan menyimak data dari tahun ke tahun, jumlah lansia (60 tahun ke atas) semakin meningkat. Tahun 1970 jumlahnya mencapai 5,3 juta orang, pada 1990 menjadi 12,7 juta orang, dan Tahun 2010 menjadi 24 juta jiwa. Jumlah orang lanjut usia (lansia) di Indonesia menduduki nomor empat di dunia, setelah China, India dan USA. Di Indonesia, harapan hidup lansia rata-rata mencapai 72 tahun. Untuk perempuan sedikit lebih panjang, sehingga bagi yang telah berusia mencapai batas usia ini (72tahun) tentulah menjadi hal yang sangat penting dalam kita memahami sikap dan perilaku kelompok Lansia ini.

Pengalaman dalam mendampingi komunitas atau keluarga dengan keluhan orangtua yang berusia lanjut adalah, mereka merasa dilematis apakah merawat sendiri orang tua yang sudah sepuh atau memasukkan ke panti jompo.

Sering muncul konflik antara mereka dengan orangtua, antara mereka bersaudara kandung. Kadang satu sama lain saling mengklaim bahwa dirinyalah yang paling peduli orang tua, lainnya tidak, khusus pada beberapa keluarga justru pihak Lansia lah dipihak yang berkeinginan untuk tinggal di panti jompo.

Meninggal Di Usia Sepuh Adalah Hal Penting

Pasangan yang berusia 70-80 an memiliki kepastian yang lebih tinggi untuk ditinggal ( Meninggal lebih dulu ) oleh pasangannya dibandingkan mereka yang berusia 30-an. Namun bukan berarti kematian di usia 80an ini dirasakan sebagai sesuatu yang lebih mudah dan tidak menjadi hal yang penting.

Ditinggalkan pada usia Lansia jauh lebih sulit, sebab kemungkinan untuk menikah lagi sangat minim. Jadi kemungkinan merasa kesepian jauh lebih kuat. Ujung dari keindahan perkawinan bagi pria khususnya menjadi terasa kejam dan pahit. Saat isteri meninggal, para pria umumnya tidak bisa mengatasi kesendiriannya dengan baik, berbeda sebaliknya justru pada kaum wanita.

Ada beberapa hal menarik yang perlu ditangani oleh seorang terapis keluarga :

Ada beberapa pergumulan lansia menjelang meninggal dunia. Di antaranya, bagamana mengatasi berbagai kesulitan yang muncul, sebab dia seakan-akan merasa duduk di satu tempat di mana semua “Seperti KRL yang berhenti hanya sedang dan melaju dengan cepat meninggalkan sendiri di stasiun”. Ada juga fenomena dimana terasa sedang menunggu kematiannya : bayang bayang ( Orientasi ) pada anak dan mantu akan memperebutkan warisan. Karena pengkajian yang terjadi selama ini anak-anak kurang akur.

Pada umumnya ada kekhawatiran pada saat seorang ibu menikah kembali, keluarga akan tetap berjalan. Seorang ibu akan memastikan hal ini. Namun pada saat seorang ayah menikah kembali, keadaan keuangan menjadi tidak aman dan pernikahan seorang ayah akan meletakkan hambatan antara ayah dan anak-anaknya sebab ayah akan bergabung dengan keluarga isteri (baru) nya, adalah bagian yang terasa penting bagian perilaku lansia dan lingkungannya.

OW! YOI! Pernahkah terpikir bahwa salah satu keuntungan menjadi orang miskin adalah biasanya anak-anak Anda akan bersukacita saat Anda menikah lagi di masa tua. Dilain situasi anak-anak juga menghadapi keadaan yang sulit pada saat menemukan orangtuanya hidup sendirian, siapa yang akan mengurus. Saling menuduh antara anak akan timbul disini.

Konten diatas adalah hal penting yang kadang terkesan terlewat kita amati.

Sindrom lansia – Keluarga Merasa Banyak Kesulitan Saar Orang Tua Mereka Mulai Lanjut Usia.

1. Ortu mereka menjadi sangat khawatir akan kesehatannya padahal dia sehat-sehat saja, sebaliknya juga merasa anak-anak atau cucunya akan menjadi beban jika dilihat atau dirasakan kurang sehat seperti biasanya.

2. Menjadi suka dan terus-menerus berbicara tentang masa lalu, dan selalu menuntut perhatian untuk minta didengarkan. Sebaliknya tidak nyaman jika anak-anak atau menantu sebaliknya beberapa saat bercerita masa lalunya.

3. Orang tua mudah marah karena hal-hal sepele, cenderung kaku dan otoriter. Biasanya setelah orang tua mulai pikun barulah anak anak mulai menyadari bahwa maaf kita melihat dari sisi lain , yakni daya pikir / otak orang tuanya mungkin sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Mereka sadar perilaku orang tua yang mudah marah itu mungkin merupakan usaha dia mengatasi kesulitan tersebut, hal ini yang harus mampu untuk kita jadikan hal penting untuk menjadi konten bahasan di era globalisasi yang semua sebagai terbuka tanpa hambatan

▶ Next to OmahKEMASAN

©aiPIE2019
@MagLeMoe
KampoengKEMASAN.com
AIRkemasan.com

Membangun Kolaborasi Melalui Kemasan Karakter Ritel Produk Anak Negeri melalui UKM4Gallery

0

JAKARTA 04/03/2019, DJADOEL Tempoe Doeloe ritel-ritel sangat digemari dan digilai masyarakat luas. Banyak sekali masyarakat yang menghabiskan waktu dan uangnnya dengan berbelanja ke toko-toko dan tempoe doeloe DJADOEL ada istilah dan lagunya #JalanJalanSore (JJS)

Namun, baru-baru ini di salah satu media Journal terkemuka di New York sempat bertanya bagaimanakah nasib peritel era now dan prediksi Era Z generation kelak ? Apakah akan mampu bangkit kembali menjadi PusatLIPUTAN ? Pasalnya seiring kemajuan jaman saat ini banyak anggapan jika perusahaan ritel tergerus dengan maraknya bisnis online dan terbukti di realese Media Online terbesar di Indonesia 5 (Lima) Ritel Outlet besar ( Mall ) mulai sepi pengunjung . . .

Untuk memahami bagaimana peritel ini – akhirnya – beradaptasi dari dinosaurus ke digital di era Unicorn, mari kita back to ReUNI on Line dari masa lampau dari sudut pandang pengecer :

1. Tahun 80-an

Tahun 80an merupakan tahun di mana banyak perusahaan ritel bermunculan. Sejalan dengan itu, masyarakat pun langsung menggilai ritel-ritel yang berdiri saat itu.

Mengapa? Karena ritel-ritel menyajikan segalanya untuk kehidupan masyarakat. Pelanggan hanya perlu datang di sebuah toko yang luas dan mencari apa yang mereka butuhkan.

Seiring itu juga, para pengusaha mulai berlomba mencari tempat strategis untuk mendirikan bisnisnya. Ini adalah saat-saat menyenangkan.

2. Tahun 90-an

Pada periode ini, munculah sebuah situs kecil yang menjual buku online ( Amazon ). Meskipun menarik, namun saat itu kemunculan Amazon masih kalah pamor dengan perusahaan ritel dan toko toko yang sudah lebih dahulu berdiri.

Tapi di sisi lain, para perusahaan ritel dan toko yang sudah berdiri juga mulai mengawasi keberadaan Amazon ini. Pasalnya jual beli yang dilakukan lewat situs ini memiliki potensi untuk menyaingi para toko dan ritel yang sudah berdiri.

3. Tahun 2000-an

Pada periode ini, Amazon sudah sangat maju. Apalagi saat itu munculnya fenomena GADGET membuat usaha Amazon semakin berkembang.

Bahkan Amazon pun mulai mengembangkan penjualnya. Dari yang semula hanya menjual buku, kini Amazon menjual peralatan kebutuhan masyarakat lainnya.

Seiring berkembangnya Amazon, para toko-toko dan mall mulai ditinggalkan masyarakat. Masyarakat memilih untuk berbelanja lewat online karena lebih mudah simpel.

4. Masa Depan

Meskipun saat ini mulai tergerus dengan keberadaan online, namun pada masa depan, ritel dan toko-toko diprediksi akan kembali bangkit. Para perusahaan ritel dan toko-toko ini mulai sadar dengan perkembangan zaman dengan membuka situs-situs belanja lewat online juga.

Di sisi lain, perusahaan ritel juga melakukan inovasi-inovasi untuk kembali menarik pelanggan agar mau berkunjung. Dan hal tersebut akan terbukti ampuh, karena masyarakat mulai berbondong bondong datang kembali ke toko-toko milik mereka.

▶ Next to OmahKEMASAN

©aiPIE2019
@MagLeMoe
KampoengKEMASAN.com
AIRkemasan.com

KOEAS sebagai Kontekstual dan Orientasi dari 4E yang berfungsi sebagai Assessor System

Jakarta, 28/02/2019 ( Djadoel ) – Pendekatan kontekstual menjadi pilihan sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang selama ini dalam mengintegrasikan proses pemahaman konstruktivisme (contructivisme), bertanya (questioning), inkuiri (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian autentik (authentic assessment), yang dituangkan dalam media of print KAOS, BUKU, KARTU dan TAS dan dikemas dalam aplikatif QIOSK.

Sehingga E4KOEAS yang dituangkan sebagai Arti dari Kontekstual dan Orientasi dari 4E yang berfungsi sebagai Assessor System, diwujudkan dalam konten-konten pada KaosKOEAS, KartoeKOEAS, BookKOEAS dan juga TasKOEAS dikemas dalam aplikasi QioskKOEAS.

KOEAS Sebagai Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching & Learning – CTL) :

Karena melalui pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching & Learning – CTL) memiliki beberapa keunggulan, yaitu (1) Dapat menekankan pada proses keterlibatan secara persuasif sportif untuk menemukan materi, artinya proses pemahaman diorientasikan pada proses pengalaman langsung, (2) Mendorong agar dalam upaya pemahaman dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata, (3) Serta mendorong interaksi agar supaya materi pembelajaran dalam pemahaman dapat mewarnai perilakunya, oleh karena itu materi yang dipilih diarahkan kepada tema yang dapat menumbuhkembangkan kepribadian untuk membangun interkoneksi antara Teknologi, Edukasi, Budaya melalui Seni.

Karena metoda KOEAS dalam hal Kontekstual dan Orientasi dari 4E yang berfungsi sebagai Assessor System menggunakan media gambar / kreativitas serta inovasi dalam berorientasi pada model pembelajaran kontekstual ebagai media aplikasinya, sehingga tujuan dari KOEAS dapat meningkatkan penguasaan konsep KOEAS itu sendiri dalam hal memaknai sebagai Kolaborasi teknOlogi Edukasi dan budayA melalui Seni ( ART | AIR : Attitude Revitalitation Transformer | Attitutude through Integrity by Revitalitation )

Karena pada hakekatnya media off print yang dimaksud dapat memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengarkan, dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang, dan waktu yang hampir tak terbatas lagi.

Dan media KOEAS dengan E4KOEAS sebagai media pendidikan sekaligus media HUB percepatan sejalan dengan Lingkungan dan Pemberdayaan, sekaligus secara pararel sebagai alat bantu ( HUB ) yang memiliki ciri-ciri khusus dan keseharian ( Originally & Ordinary ), yaitu media pendidikan yang memiliki identik khusus dan memiliki tujuan sesuai artinya dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata raga, suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan dapat diamati serta dinikmati dan sebagai GAYA HIDUP dan tak lekang karena waktu – mulai era Djadoel hingga Era Z Generation dan diharapkan dapat bertahan sebagai Legendary Media Edukasi, Pemberdayaan, Lingkungan serta Percepatan yang digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pemahaman akan fenomena yang terjadi dan berkembang . . .

@ngaos4e | Djadoel.com
©aiPIE2019
.

HOAX-tra adalah metode kontroling penggunaan teknologi anak-anak sebagai pencegahan tanpa melanggar privacy dan kesenangan anak.

0

Jakarta 27/02/2019 – lesehanMOE • Dalam episode “Arkangel” dari seri populer Black Mirror, seorang ibu yang over protective memutuskan untuk menanamkan chip di otak putrinya sehingga dia dapat menggunakan tablet dan aplikasi untuk memantau semua yang dilihat dan dirasakan oleh gadis kecilnya. Sistem ini, awalnya dirancang sebagai aplikasi kontrol orang tua, memungkinkan ibu tidak hanya untuk melihat apa yang dilihat anaknya, tetapi juga memonitor emosi dan suasana hatinya, dan bahkan “memfilter” gambar yang dapat membahayakan dirinya, sehingga gadis itu melihatnya sebagai pixelated.

Tentang kegunaan aplikasi kontrol orang tua

Apakah Kita harus sampai perlu terlalu jauh untuk menanamkan chip, seperti yang terjadi dalam serial diatas ?

Karena untuk menganalisis sejauh mana kegiatan ini dapat dianggap pemantauan dan pada titik mana mereka berubah menjadi invasi privasi anak adalah sebuah inovasi dan kreativitas yang justru sudah harus dibangun saat kita memahami Era Now tak sama dengan era DJADOEL, karena teknologi tak bisa dibendung dan hadir setiap saat tanpa kita minta, karena sebaliknya inovasi dan kreativitas yang terus dipacu akan memasuki era HOAX dimana HOAX adalah bagian dari konten upaya dalam mengukur viralitas bukan semata vitalitas dari seseorang atau sebuah komunitas.

Saat ini, sudah banyak adanya aplikasi untuk memantau geolokasi, aplikasi untuk mengontrol konten yang dapat dilihat anak-anak di internet dan di TV, aplikasi yang memberikan akses ke mikrofon sehingga orang tua dapat mendengarkan suara yang terjadi di mana mereka berada, dan bahkan aplikasi yang merekam semua yang terjadi di layar melalui pengambilan video, tanpa harus menanamkan teknologi itu sendiri kedalam tubuh anak atau kita sendiri, karena sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Pencipta telah memberikan teknologi yang paling sempurna dan DIA Maha Tahu akan hasil karyanya sampai destinasi yang akan dituju dan dicapai oleh manusia sebagai mahluk ciptaanNYA yang paling sempurna.

Menilik alat ini yang mungkin tampak seperti solusi hebat untuk semua masalah yang mungkin dimiliki induk dari digital asli, satu hal yang pasti, tidak semua aplikasi kontrol orangtua bekerja sama, atau memiliki fitur yang sama. Inilah sebabnya mengapa penting untuk menganalisisnya dan memilih yang paling sesuai dengan nilai-nilai Keluarga serta Budaya sesuai dimana kita di takdirkan ( di Lahirkan – Takdir Illahi ) . . It’s INDONESIAku ! It’s NKRI ! It’s Nationwide !

Karena banyak alat yang pada pandangan pertama tampak sangat berguna bagi orang tua atau kita sebagai pengguna atau penggemar atau bahkan sekedar Visioner karena sebuah kebutuhan dan keinginan, yang pada akhirnya dapat menjadi invasif untuk Anak Negeri, dan ini akhirnya memicu reaksi yang berbeda dengan apa yang diharapkan orang tua dan kita semua sebagai seorang yang ingin menjadikan destinasi terbaik untuk anak Negeri tak semata anak kita sendiri.

Alih-alih karena semata merasa sudah terlindungi dan terkendali, anak mungkin merasa terjebak dan mulai mencari cara untuk melarikan diri dari kontrol ini dan membawa keinginan untuk mengakses dan mencari komunitas yang memiliki situasi yang sama . .

HOAX-tra sesungguhnya terletak kuncinya bukan tentang kontrol mana yang yang kita pilih, tetapi lebih pada percakapan ( KOMUNIKASI ) di sekitarnya, dan dalam menemani anak di dunia digital, sama seperti yang kita lakukan di dunia fisik. Karena semua HOAX adalah dibuat bukan lahir sendiri dan inilah yang perlu dikomunikasikan bukan dikomentari secara ‘Absurd’, sehingga sesuatu yang tidak jelas semakin luas ketidakjelasannya . . .
Tak semata “kabur” ( tak jelas ) tapi pada akhirnya “Bacuuut !” ( Istilah “Kabur – Lari / melarikan diri” anak-anak era now ) atau “Cabuut !” – era Tempoe Doeloe ( DJADOEL ) . . .

HOAX-tra adalah tentang mengajar mereka ( Saat ini tak semata Anak-anak namun juga sudah ada ABG (Angkatan Babe Gue yang juga dapat disebut kembali ke Anak-anak) karena GAPTEK yakni dengan melalui DIALOG ( atau era saat ini DIA LOE GUE (?) ) dan dengan dukungan alat-alat digital, apa bahaya dan risiko dari internet atau perangkat serta aplikasi yang terintegrasi di dalamnya.

Apa tanggung jawab mereka, apa yang harus dan tidak seharusnya mereka lakukan, dan bagaimana mereka dapat melindungi diri mereka sendiri, saatnya kita memaknai hakekat dari HOAX-TRA, karena saat ini terus berlomba antara PENCIPTAAN KARYA DIGITAL dengan PEMAHAMAN KARYA DIGITAL itu sendiri

Sehingga sebuah dilema diberangkatkan oleh kita sendiri dan kira-kira sudah harus bisa menjawab dimana destinasi yang akan kita capai . . .

Era digital adalah era dimana Era keterbukaan tanpa batas, dan tanpa kita sadari Nutrisi sebagai asupan kitapun memasuki era fenomenal dengan banyaknya penawaran yang
Nutrisi yang menjadikan banyak kekhawatiran akan dunia era digitalisasi saat ini.

Integritas Orang Tua & Anak-anak ( Young Orienting ) seputar apa yang dipikirkan anak-anak tentang keamanan online bersama – OW! YOI!

Hasil pantauan seputar teknologi yang diberikan kepada anak-anak dengan metode KOEAS, seputar apa yang mereka pikirkan tentang keamanan online? Apakah mereka melihatnya sebagai topik penting dan sama dengan orientasi yang dimiliki orang tua ?

Apa yang paling mereka takuti dari internet di era globalisasi serta transformasi saat ini ?

Pada saat ini fenomena yang timbul adalah banyak yang mengalami situasi yang tidak nyaman di dunia internet, namun belum dapat disampaikan secara komunikatif, dan sebenarnya yang paling utama mereka takuti dari internet / di era globalisasi dan transformasi era now adalah kekhawatiran seseorang mencuri kata sandi dan berpura-pura sebagai mereka, orang menemukan informasi pribadi tentang mereka, atau orang yang mengirim foto mereka ke kontak mereka ( dengan orientasi sesuai kepentingan si pengirim ).

Namun sebaliknya sesungguhnya yang menjadi fenomena dan mungkin menarik bagi orang tua / generasi yang lebih tua , sesungguhnya banyak generasi muda yang siap untuk berbicara dengan mereka / generasi orang tua tentang merawat dan situasi yang dapat muncul di internet serta kekhwatiran yang timbul diatas, dan inilah yang menjadi konten KOEAS, untuk menjadikan kegiatan Originally Woman ! Young & Older Integrity !
OW ! YOI! adalah sebuah aktifitas yang sangat ditunggu tunggu di era kekinian.

Saatnya Komunikasi secara terbuka dan siap untuk REBOOT semata mengurangi fenomena RIBUT yang terus berputar di sekitar era digital dalam membangun Digital Indonesia melalui Preventif Parenting Digital . .

• E4SEC is not just E4Secretary “coz E4Security through by QVAassessor being REBOOT

@maglemoe
©aiPIE2019
.

Popular Posts

My Favorites

My Favourite Books

Remember, a Jedi can feel the Force flowing through him. I can't get involved! I've got work to do! It's not that I like...

Every Colour Please

Chat via Whatssapp